Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 38


__ADS_3

Satu minggu berlalu di ruangan nya Freya merenung memikirkan cara untuk mencari tahu motif utama Darren menikahi dirinya, hingga akhirnya Grace tiba di ruangan nya dan duduk tepat di hadapan Freya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan girls? Kenapa wajah kamu terlihat murung seperti itu?" Tanya Grace, Freya menatap Grace lalu memajukan tubuhnya.


"Grace aku sedang memikirkan sesuatu." Ucap Freya.


"Apa yang kamu pikirkan Frey?" Tanya Grace.


"Aku kepikiran apa sebenarnya tujuan Darren menikahi aku, ya kamu tahu sendiri kan Grace kami belum lama saling mengenal tapi bagaimana bisa dia begitu yakin menikahi aku." Ucap Freya.


"Ya emang aneh si, mau mikir positif juga sulit masalahnya dari berita yang beredar Darren itu tipe laki-laki yang sulit di dekati Frey." Ucap Grace.


"Maka dari itu Grace gue ngerasa aneh sama ini orang, dan satu lagi apa hubungan dia dengan Ellen kenapa gue merasa mereka saling mengenal." Ucap Freya lagi.


"H-hah, Ellen?" Ucap Grace terkejut.


"Iya, waktu Darren ke rumah dan bicara sama Daddy bahwa dia mau nikahin gue Ellen kaya yang kaget dan kesel. Satu lagi saat gue mau menikah dia meyakinkan gue bahwa Darren bukan lah orang yang baik, tapi gue tahu Ellen bukan khawatir sama gue." Ucap Freya.


"Tunggu Frey kenapa sikap Ellen kaya orang yang takut kalau lelaki nya di ambil orang." Ucap Grace, nah kan jiwa detektif Grace mulai aktif.


"Maksudnya?" Tanya Freya.


"Lo gak cari tahu bagaimana kehidupan Darren? Gue yakin si Frey Darren sudah lebih dulu cari tahu kehidupan lo, kisah lo, dan lo harus percaya sama gue bahwa saat ini Darren sudah tahu semua informasi tentang lo Frey." Jawab Grace panjang lebar.


"Gak ah ngapain gue nyari tahu tentang dia kaya gak ada kerjaan aja." Ucap Freya.


"Gak gitu maksudnya, lo tahu Darren bukan orang biasa kan. Harusnya lo bisa lebih hati-hati sama dia." Ucap Grace.


"Kayaknya lo tahu banget berita-berita tentang dia." Selidik Freya.


"Gak usah mikir yang aneh-aneh, lo tahu kan dari dulu incaran gue itu ceo-ceo bad boy. Nah Darren kan CEO juga tapi gue gak pernah dengar berita kalau dia bad boy." Ucap Grace.


"CK, lagian siapa yang mau sama cowok ngeselin kayak dia gitu." Cibir Freya.

__ADS_1


"Haha, gak boleh gitu Frey sekarang dia udah jadi suami lo." Ucap Grace tertawa, sementara Freya hanya berdecak kesal.


"Udah si Grace lo kayak semangat banget kalau bahas dia." Ucap Freya.


"Iyalah siapa yang gak semangat bahas cowok ganteng tajir pula." Kekeh Grace, Freya menepuk dahinya sendiri melihat kelakuan Grace.


"Serah lo deh." Ucap Freya, Grace tertawa namun tiba-tiba ia diam ketika mengingat berita jika dulu Darren sempat mengumumkan bahwa ia akan segera mengenalkan kekasihnya lebih tepatnya akan segera bertunangan dengan kekasihnya.


Dan Grace yakin jika kekasih yang Darren maksud itu bukan Freya, karena saat Darren mengumumkan itu Freya dan dirinya masih berada di luar negeri.


"Frey." Panggil Grace.


"Hmmm." Sahut Freya, kini wanita cantik itu sedang sibuk dengan ponselnya.


"Gue pernah baca satu berita kalau dulu Darren sempat mengumumkan bahwa dia akan mengenalkan kekasihnya dan akan bertunangan, cewek yang jadi kekasih Darren itu bukan lo kan Frey soalnya saat itu kita masih di luar negeri." Ucap Grace, Freya diam ia menatap Grace dengan serius.


"Ya gak lah g*la kali, lo tahu kan gue kenal dia aja pas gue udah di indo." Ucap Freya.


"Nah kan, aneh kan itu orang." Ucap Freya, Grace mengangguk-anggukkan kepalanya.


...


Malam hari sepulang dari kantor Freya berniat menanyakan tentang kekasih Darren yang dibicarakan oleh Grace siang tadi, Freya tidak ingin jika nanti dirinya di sebut-sebut sebagai seorang pelak*r karena menikah dengan Darren.


Hari ini Freya yang pulang lebih dulu dan saat dirinya sedang duduk bersandar di tempat tidur pintu kamar terbuka, ia melihat Darren yang masuk kedalam kamar dengan wajah lesu nya.


"Kenapa kamu liatin saya seperti itu." Ucap Darren.


"Gak apa-apa, hanya saja aku sedang berpikir apakah suamiku ini memiliki wanita lain diluar sana." Ucap Freya, Darren mengernyitkan dahinya dan menoleh menatap Freya.


"Jangan aneh-aneh lagian itu bukan urusan kamu." Ucap Darren, ia melepas jas dan dasi nya.


"Benar sekali ini memang bukan urusan aku, tapi aku tidak ingin ada orang yang menyebut ku pelak*r karena sudah menikahi kekasihnya." Ucap Freya lagi, wajah teng*l Freya membuat Darren menghela nafasnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu." Ucap Darren, kini ia berdiri menghadap kepada Freya.


"Semua orang akan berpikir begitu jika berada di posisi ku saat ini, kau memiliki kekasih tapi malah menikahi wanita lain yang bahkan tidak kau kenal sama sekali." Ucap Freya.


"Kekasih?" Tanya Darren.


"Ya, bukankah kau memiliki kekasih tuan Dirgantara? Kau mengumumkan jika kau akan mengenalkan kekasihmu dan bertunangan, lalu apa ini kenapa kau malah menikahi aku? Apa sebenarnya tujuan mu?" Ucap Freya lagi, Darren tersenyum tipis mendengar perkataan Freya.


"Kau tidak perlu tahu apa tujuanku, ya aku memang memiliki kekasih dan sekarang kekasihku sedang berada di luar negeri kau puas." Ucap Darren, ia terpaksa berbohong hanya untuk membuat Freya terluka.


"Kenapa kau tidak menikahi kekasih mu?" Tanya Freya.


"Dia belum mau menikah karena ingin mengejar karier nya dulu, sementara kamu, kamu tidak perlu melakukan itu karena kamu terlahir dari keluarga kaya." Ucap Darren, ia masuk kedalam kamar mandi dan Freya meremas jemari tangannya.


"Kurang aj*r kau Darren." Lirih nya, ia tersinggung dengan perkataan Darren.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2