
Grace buru-buru kembali ke kamar rawat Freya ia melihat Darren yang sudah duduk di samping Freya, Freya menatap Grace seperti bertanya ada apa? Apa yang terjadi? Begitulah arti tatapan Freya.
"Grace tadi kamu keluar kan lihat Ellen tidak kenapa dia lama sekali." Ucap Alex.
"Gak liat tuh om, nyasar kali dia gak tau jalan balik." Ucap Grace, Darren hanya melirik Grace sekilas.
"Yasudah sayang kalau begitu Daddy pergi dulu sekalian cari Ellen, kasihan dia harus beristirahat." Ucap Alex.
"Hmmm." Balas Freya mengangguk, Meisya menatap Grace ia merasa ada yang Grace sembunyikan.
Setelah kepergian Alex Meisya mendekati Grace, Grace yang saat itu sedang duduk santai di sofa menatap Meisya.
"Ada apa kak?" Tanya Grace.
"Kita harus bicara sebentar." Ucap Meisya, Grace mengernyit kenapa apakah Grace memiliki urusan penting dengan Meisya, tapi sepertinya tidak lalu kenapa Meisya ingin berbicara dengan nya.
"Bicara disini saja kenapa emang?" Tanya Grace.
"Gak bisa kita harus bicara di luar Grace." Balas Meisya.
"Emmm, yasudah ayok kak." Ucap Grace.
"Kalian mau kemana?" Tanya Freya.
"Kita mau nyari cemilan sebentar Frey, kamu gak apa-apa kan kita tinggal dulu lagian ada Darren juga yang jaga kamu." Ucap Meisya.
"Memang harus pergi berdua ya?" Ucap Freya.
"CK, kenapa hmmm? Kan ada Darren yang temani kamu jadi kakak sama Grace mau beli camilan dulu gak lama kok." Ucap Meisya, akhirnya Freya pun mengiyakan perkataan Meisya.
"Yasudah jangan lama-lama." Balas Freya, Meisya dan Grace pun mengangguk.
Dan setelah kepergian Meisya dan Grace ponsel milik Darren berdering menandakan panggilan video masuk, Darren melihat nama si penelepon yang ternyata mama nya.
****Panggilan video*
Darren***: Hallo ma kenapa.
__ADS_1
Mama: Kenapa palamu gundul, kamu ini apa-apaan si ren Freya masuk rumah sakit kok mama gak di kasih tahu. (Mengomel)
Darren: Mah Darren lupa lagian Freya sekarang sudah baik-baik saja.
Mama: Kamu ini benar-benar keterlaluan ren, mama sampai tidak bisa tidur semalaman karena handphone kamu tidak bisa di hubungi!
Darren: Iya mah maaf, yang penting sekarang Darren sudah bersama Freya dan Freya juga sudah baik-baik saja.
Mama: Mana Freya mama mau lihat Freya. (Berkaca-kaca)
Darren: Mama jangan nangis dong, kalau mama nangis gak Darren kasih ke Freya handphone nya.
Mama: Mama pecat kamu jadi anak mau? Kasi handphone nya sama Freya sekarang.
Darren: *Iya-iya galak banget.
Freya tersenyum tipis mendengar perdebatan mama dan Darren, akhirnya Darren mau memberikan ponselnya kepada Freya*.
Freya: Mamah.
"Mama lebay." Sahut Darren yang berada di samping Freya*.
Mama: *Diam kamu, mama gak bicara sama kamu jangan sampai karena kamu membuat mama kesal mama jitak adik kamu!
Darren yang mendengar perkataan mama pun bergidik ngeri, akhirnya lelaki itu memilih untuk diam*.
Freya: Mah Freya gak kenapa-napa kok, lagian ini juga salah nya Freya karena gak hati-hati.
Mama: Tapi kamu beneran sudah tidak kenapa-napa kan Frey, papah sampai mau nyusul ke sana semalam padahal kita belum tahu alamat jelas kamu dimana.
Freya: Iya mah, mungkin besok atau lusa Freya sudah boleh pulang. Makasih ya mama dan papa begitu perhatian kepada Freya.
Mama: Kamu ini ngomong apa si nak, kamu itu putri kami Freya kamu sama seperti Darren dan kami sangat menyayangi kamu nak.
Freya: Iya makasih mah.
Mama: Iya sayang, yasudah sekarang kamu istirahat ya. Darren jaga Freya dan jangan di tinggalkan sendiri, awas kalau mama tahu kamu meninggalkan Freya sendirian.
__ADS_1
Darren: Loh kok gitu, kalau Darren lapar ingin membeli makan atau ingin ke toilet gimana?
Mama: Ya kalau itu boleh, maksud mama kalau kamu meninggalkan Freya untuk nongkrong di cafe atau restoran yang gak boleh.
Darren: Iya-iya, yasudah Darren matikan telepon nya ya ma.
Setelah mama mengangguk Darren pun mematikan panggilan video nya, Freya menatap Darren yang kembali dengan wajah dingin nya.
"Kamu selalu dingin seperti ini gak si kalau lagi sama Ellen?" Tanya Freya, membuat Darren yang semula menunduk memainkan ponselnya menatap Freya.
"Kenapa?" Bukannya menjawab Darren malah balik bertanya.
"Ya gak kenapa-napa aku tanya aja, apakah kamu selalu dingin kepada setiap wanita atau kamu bersikap baik jika saat bersama dengan Ellen." Balas Freya, Darren memasang wajah datar nya.
"Saya akan bersikap baik dan lembut hanya kepada mama dan wanita yang saya cintai, selebihnya ya kamu tahu sendiri." Ucap Darren, Freya mengangguk dan tersenyum tipis.
"Bersyukur sekali Ellen dia dicintai oleh dua lelaki dingin seperti kamu dan Daddy, Daddy juga seperti itu dulu. Dia sangat manis kepada mami dan dingin kepada wanita lain." Ucap Freya, Darren diam kenapa dia merasa bersalah berkata seperti itu kepada Freya.
"Ya karena bagi kami para lelaki kami akan menerima setiap kekurangan dari wanita yang kami cintai, namun untuk wanita yang tidak kami cintai jangankan bersikap baik seperti nya hanya untuk melihat wajahnya saja akan membuat kami muak." Balas Darren lagi.
Freya mengangguk-anggukkan kepalanya, ia paham kenapa Darren selalu bersikap dingin kepada dirinya. Karena kenyataannya Darren tidak memiliki perasaan apapun terhadap Freya.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1