Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 34


__ADS_3

Setelah mendengar kata SAH Meisya pun langsung mengajak Freya keluar, namun sebelum itu Grace lebih dulu menemui Freya dan memeluk sahabatnya.


"Lo harus happy pokonya kalau ada apa-apa atau si Darren nyakitin lo, lo harus bilang sama gue oke." Ucap Grace, Freya mengangguk dan tersenyum manis kepada Grace namun tatapan nya tak bisa berbohong jika Freya tidak menginginkan semua ini.


"Yasudah ayok kita keluar yang lain pasti udah pada nungguin." Ucap Meisya.


"Hmmm." Balas Freya.


Gadis cantik itu berjalan dengan di apit oleh Meisya dan Grace yang berada di samping kiri dan kanan nya, Darren yang saat itu sedang duduk membelakangi Freya di tegur oleh mama nya.


"Darren itu kamu lihat istri kamu sangat cantik sekali." Bisik mama, Darren pun menoleh menatap Freya hal itu membuat Ellen semakin cemburu.


Dan Ellen buru-buru berjalan menghampiri Freya, ia berharap Darren dapat melirik nya.


"Frey mau aku bantu?" Tanya Ellen menghentikan langkah kaki Freya.


"Gak perlu Ellen ada aku dan Grace yang bantu Freya." Ucap Meisya.


"Mei gak apa-apa toh sekarang aku mami nya Freya juga." Ucap Ellen, Freya kesal mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ellen.


"Minggir." Ucap Freya tanpa melihat wajah Ellen, dan mau tidak mau Ellen pun menyingkir berdiri di antara kedua orang tua nya.


"Kamu yang sabar ya Ellen nanti juga Freya bisa menerima kamu mama yakin itu." Ucap mama Ellen.


"Tapi aku yang gak bisa terima kenyataan bahwa Darren benar-benar menikahi Freya ma, mama dengar sendiri kan tadi mas kawin yang Darren berikan untuk gadis itu." Kesal Ellen.


"Hei kamu tidak kalah, bukankah kamu juga menikahi Alex yang kekayaannya banyak. Sudah kamu jangan memikirkan itu, sekarang kamu fokus pada kehamilan kamu dan Alex jangan sampai karena sikap kamu Alex justru malah meninggalkan kamu Ellen." Ucap mama, Ellen mendengus kenapa semua orang mendukung Freya dan Darren.


Freya berdiri di hadapan Darren ia mencium punggung tangan Darren, sementara Darren selalu berakting seperti ia benar-benar mencintai Freya.


Darren tersenyum lalu mengecup kening Freya dengan lembut di hadapan semua orang, ini pertama kalinya untuk Freya gadis itu terlihat gugup.


"Kamu terlihat sangat cantik baby." Ucap Darren, Freya diam dan tetap pada pendiriannya dengan cara memasang wajah datar.

__ADS_1


Freya dan Darren pun duduk untuk menandatangani dokumen pernikahan, setelah itu Freya menghampiri Daddy nya dan juga Meisya.


Jika kebanyakan orang akan memeluk erat sang Daddy dengan menangis, namun tidak dengan Freya. Ia merasa Alex bukan lagi lelaki ya ia jadikan kriteria untuk pasangan nya.


Dulu Freya selalu berangan-angan ingin memiliki suami seperti Daddy nya yang terlihat begitu mencintai Meira ibunya, namun setelah ia mengetahui kenyataan bahwa Alex menyelingkuhi Meira dan menyebabkan Meira meninggal semua itu berubah.


"Sayang akhirnya kita menjadi anak dan mama, mama senang karena tanpa sengaja kita bertemu dan justru Darren malah ingin menikahi kamu." Bisik mama kepada Freya.


"Terimakasih tante." Ucap Freya.


"Jangan panggil tante, tapi panggil aku mama oke." Ucap mama, Freya hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis.


Pesta pernikahan tidak berlangsung lama karena Darren yang harus pergi ke luar kota untuk urusan bisnis nya, apakah Freya ikut? Tidak, setelah kepergian Darren Freya kembali ke rumah nya. Padahal mama Darren sudah memaksa Freya untuk pulang ke kediaman Dirgantara, namun Freya menolak dengan lembut.


...


Pagi hari Freya terbangun seperti biasanya ia merasa jika dirinya belum menikah, kenapa? Karena saat ini yang seharusnya menjadi masa-masa pengantin tapi justru Freya melewatkan nya dengan seorang diri.


"Frey." Panggil Meisya.


"Daddy nunggu kamu di meja makan." Ucap Meisya.


"Kakak duluan nanti aku menyusul." Ucap Freya, Meisya mengangguk dan mengelus lembut pipi Freya.


Setelah selesai bersiap-siap Freya pun turun ke ruang makan, ia menatap Daddy yang sedang duduk bersama dengan Ellen dan juga Meisya.


"Daddy manggil aku?" Tanya Freya.


"Iya." Jawab Alex.


"Kenapa?" Tanya nya lagi.


"Frey bukan apa-apa dan Daddy gak ada maksud untuk mengusir kamu, tapi ada baiknya kamu tinggal bersama Darren dan orang tuanya. Kamu sudah menikah dan bukan single lagi, kamu sudah memiliki suami." Ucap Alex.

__ADS_1


"Aku butuh waktu dad." Ucap Freya.


"Daddy tahu sayang, tapi jika kamu seperti ini terus kapan kamu akan beradaptasi dengan lingkungan dan keluarga Darren?" Ucap Daddy.


"Darren saja tidak memintaku untuk tinggal dengan nya kan, lalu untuk apa Daddy meminta aku untuk tinggal di rumah Darren." Ucap Freya.


"Frey kamu itu seorang istri sudah seharusnya kamu berada dengan suami kamu, seperti mami yang dulu selalu ikut dan menemani Daddy kemanapun Daddy pergi." Ucap Alex.


"Iya sampai saat mami tidak menemani Daddy dia kecolongan karena ternyata ada wanita lain yang menemani suaminya, cih." Ucap Freya.


"Freya Daddy tidak membahas kesitu." Ucap Alex.


"Sudahlah aku malas berdebat dengan daddy, kenapa tidak ada yang mengerti perasaan aku sama sekali!" Ucap Freya, ia bangun dari duduk nya dan pergi begitu saja.


"Freya kamu mau kemana?" Teriak Alex, namun Freya tidak menjawab nya ia terus berjalan keluar dari rumah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2