Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 173


__ADS_3

"Apa yang akan Daddy lakukan saat mengetahui kebenaran mengejutkan itu?" Tanya Darren kepada Alex.


"Leo benar-benar keterlaluan, bagaimana bisa dia meminta putriku merawat anak dari hasil perselingkuhan nya." Geram Alex.


"Meisya terlalu mencintai Leo sehingga ia tak bisa bersikap tegas!" Ucap Darren.


"Apapun yang terjadi kita harus menghancurkan Leo Darren, Daddy tidak terima ini sama saja seperti penghinaan untuk keluarga kita." Ucap Alex.


"Lakukan apapun yang ingin Daddy lakukan, dan aku akan setia menjadi pendukung Daddy dibalik layar." Ucap Darren, Alex mengangguk mantap setelah mendengar dukungan menantu kebanggaan nya.


Di tempat lain terlihat kedua orang tua Leo menatap tajam Leo, mereka tak habis pikir dengan apa yang sudah dilakukan oleh putranya.


"Kau bo*oh Leo Nathan." Ucap papi Leo.


"Pi maafkan aku pi," lirih Leo.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu melakukan ini Leo? Kamu tahu seperti apa keluarga Alex hah, mereka tidak akan tinggal diam atas apa yang sudah kamu lakukan." Ucap papi Leo lagi.


"Pi mereka hanya terbawa emosi saja, aku yakin Meisya tidak benar-benar ingin berpisah denganku." Ucap Leo masih dengan percaya dirinya.


"Berhenti omong kosong Leo, Meisya bukan wanita bo*oh apalagi yang dilakukan oleh Cindy itu sudah diluar batas dan tidak bisa ditoleransi." Ucap mami Leo.


"Mam jangan bicara seperti itu, doakan saja aku bisa meluluhkan Meisya dan mengajaknya kembali." Ucap Leo.


"Jika sampai kamu berpisah dengan Meisya dan Alex menghancurkan bisnis kita papi tidak akan memaafkan kamu Leo, lagian siapa yang menyuruh kamu meminta Meisya merawat anak itu?" Ucap papi Leo.


"Pi saat itu aku cemburu karena Darren dan Freya sudah memiliki putra, aku ingin membuat Freya cemburu kepadaku dengan kehadiran Cindy." Ucap Leo.


Jelas Leo tahu orang seperti apa suami Freya, bahkan saat dirinya dan Darren dalam status yang sama yaitu sama-sama menantu seorang Alex Gustavo wibawa Darren tidak diragukan lagi.


"Cindy you gila? Bagaimana bisa lo nekat lakuin ini Cindy?" Ucap Safira memarahi Cindy.

__ADS_1


Ya, mantan kekasih Gabriel itu menjenguk Cindy di lapas, ia merasa prihatin dengan kondisi Cindy yang terlihat lusuh dan tidak seperti biasanya.


"Gue gak terima Kanaya bahagia di atas penderitaan gue Ra, anak yang Kanaya kandung memiliki ayah dan di akui sementara anak gue." Lirih Cindy.


"Ya lo tahu kan cyn anak yang Kanaya kandung benar-benar anak Gabriel, dan kita juga tahu Gabriel ngelakuin itu hanya dengan Kanaya. Harusnya lo bisa mengontrol emosi lo Cindy, gak harus kaya gini yang malah merugikan diri lo sendiri." Ucap Safira.


"Lo bisa berhenti ngomel gak si Ra, gue pusing sampe sekarang aja papi gue gak ada jenguk gue apalagi mami gue dia kayak gak peduli sama gue." Ucap Cindy.


"Gue pun sama gue gak bisa apa-apa, lo tahu kan yang bikin lo ditahan kaya gini siapa om Darren, gak ada yang bisa lawan dia sekalipun orang tua lo Cindy." Ucap Safira.


"Ra gue mohon bantu gue keluar dari sini, gue gak mau disini Ra gue gak bisa tinggal disini." Ucap Cindy.


"Cyn selama ini gue gak bersikap berlebihan karena gue takut ada di tempat kaya gini, tapi lo? G*la si lo gak mikirin kedepannya kebiasaan lo tuh kalo ngelakuin sesuatu gak pake pikir panjang." Ucap Safira.


Dua wanita itu terus berdebat hingga akhirnya Safira harus pergi dari sana, Cindy menatap kepergian Safira.

__ADS_1


Ia pun kembali ke tempat nya Cindy duduk di lantai yang terasa begitu dingin, jujur ia sangat mengharapkan kedatangan Leo tapi kenapa Leo tidak juga datang untuk menjenguk dirinya.


"Papi kemana, kenapa papi gak ada buat jenguk dan bantu aku." Lirih Cindy, selama ini hanya Leo yang bisa ia harapkan untuk membantu dirinya.


__ADS_2