Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 90


__ADS_3

Brakkk... Freya menendang meja yang ada di hadapannya hingga membuat semua orang terdiam, ia menatap tajam satu persatu orang yang ada di ruangan itu.


"Stop, kalian semua bisa diam gak sih." Teriak Freya, Darren terkejut melihat istrinya yang terbilang sedikit kalem ternyata bar-bar juga.


Bukan hanya Darren David dan mama Ellen juga terkejut, pasalnya selama ini Freya selalu diam jika Ellen dan Grace berdebat.


"Frey." Panggil Alex dengan suara yang lumayan tinggi.


"Apa? Kenapa kalian selalu bertengkar di hadapan aku, dan buat lo Ellen kenapa lo gak bisa liat gue tenang dan bahagia?" Ucap Freya, Ellen diam mendengar perkataan Freya.


"Lo selalu ganggu kebahagiaan gue dan mengatakan kalau gue perebut kekasih orang lain, selama ini gue diam karena gue mau menjaga perasaan Daddy gue yang selalu mengutamakan lo dan mama lo." Tambah nya.


"Cukup Freya." Ucap Ellen, ia ketar-ketir sendiri mendengar perkataan Freya.


"Kenapa lo takut? Takut apa takut Darren semakin benci sama lo atau takut Daddy gue menceraikan lo?" Ucap Freya, air matanya mengalir deras di pipi mulusnya.


"Darren? Apa maksudnya ini?" Tanya Alex.


"Freya cukup jangan di lanjutkan lagi." Teriak Ellen.


"Kamu tidak dengar Ellen minta kamu berhenti bicara." Bentak mama Ellen.


"Kenapa? Bukankah selama ini dia selalu bangga karena bisa menjadikan Darren alat untuk mencari masalah dengan saya, dan sekarang saya sudah muak dengan semua kelakuan Ellen." Ucap Freya.


"Ada apa ini kenapa kamu selalu menyebut nama Darren." Ucap Alex.


"Daddy tanya saja kepada wanita kesayangan Daddy ini, kenapa dia selalu mencari masalah denganku. Dan jika yang menikah dengan Darren itu kak Meisya maka dia juga akan mencari masalah dengan kak Mei." Ucap Freya.


"Enggak itu bohong." Ucap Ellen.


"Satu lagi Ellen gue gak suka lo sebut suami gue dengan sebutan sayang, dan untuk tadi lo selalu menyudutkan gue karena Darren lebih memilih untuk menolong gue dibandingkan menolong lo yang sedang hamil. Lo tau kalau Darren nolong lo lebih dulu dan gue beneran jatuh ke dasar jurang itu sama aja Darren akan kehilangan istri dan calon anaknya, karena gue juga lagi hamil Ellen gue hamil anak Darren!" Ucap Freya, membuat semua orang terkejut termasuk Darren.


"Tapi kalian semua jahat kalian bersikap dingin seakan-akan gue tersangka disini, padahal gue juga calon ibu yang berusaha melindungi anak gue. Karena kejadian ini gue gak bisa kasih tahu kehamilan gue ke Darren dengan cara yang benar, dan lo puas sekarang." Ucap Freya, ia juga sedikit kecewa karena Darren sedikit mendiamkan dirinya.

__ADS_1


"Sayang." Panggil Darren, Freya tidak menggubris perkataan Darren ia berlari keluar dari villa.


"Freya." Panggil Meisya dan Grace.


"Ini semua gara-gara lo." Ucap Grace, ia juga berjalan mengejar Freya.


"Jelaskan kenapa kamu selalu mencari masalah dengan Freya? Apakah yang dikatakan oleh Freya itu benar?" Ucap Alex, Ellen menunduk dalam ia takut menatap wajah Alex.


"Alex jangan mendesak Ellen seperti itu." Ucap mama Ellen.


"Kenapa? Dia saja bisa menyudutkan Freya bukan, lalu kenapa sekarang dia diam seakan-akan dia lah korban nya." Ucap Alex.


"Mas aku." Lirih Ellen.


"Jika kamu memiliki perasaan kepada Darren tidak masalah, dan saya akan mengurus perceraian kita secepatnya." Ucap Alex.


"Enggak mas aku mohon, kalau kita bercerai bagaimana dengan anak kita." Ucap Ellen.


"Saya tidak peduli lagi dengan itu Ellen, saya sudah memiliki Freya dan Meisya jadi kamu urus saja anak kamu sendiri." Ucap Alex.


"Kamu bukan hanya melukai perasaan saya Ellen, tapi juga melukai perasaan Freya. Ibu macam apa kamu yang menyukai suami dari anak sambung nya." Teriak Alex.


"Aku tahu aku salah mas, tapi aku mohon kali ini saja jangan tinggalkan aku. Aku janji tidak akan menggangu kehidupan Freya dan Darren lagi, asal kamu tidak menceraikan aku mas." Raung Ellen.


"Alex ayolah kamu maafkan Ellen, toh wajar jika Ellen memiliki rasa suka kepada Darren dia masih muda perasaan nya masih labil." Ucap mama Ellen.


"Saya tahu tapi tidak dengan suami dari anak saya, ini terlalu menyakitkan bagi keluarga saya. Bagaimana bisa Ellen jatuh hati kepada anak menantunya sendiri, bayangkan oleh mama apakah itu wajar." Ucap Alex.


"Alex sebelum dengan Freya Darren memang lebih dulu menjalin hubungan dengan Ellen." Ucap mama Ellen berniat membela putrinya.


"Mah cukup, mas jangan dengarkan mama aku mohon maafkan aku." Raung Ellen.


"Kamu ini apa-apaan Ellen apa yang mama katakan itu benar." Ucap mama, Alex terdiam mendengar kenyataan yang membuat dirinya terkejut.

__ADS_1


"Apa kata anda?" Tanya Alex kepada mama Ellen.


"Bahkan Freya sendiri sudah mengetahui hal itu, awal mula Darren menikahi Freya karena dendam nya terhadap kamu yang sudah merebut Ellen wanita yang dicintainya." Ucap mama Ellen, membuat David terbelalak darimana wanita itu tahu semuanya fakta tentang Darren.


"Apa?" Tanya Alex tak percaya.


"Mas jangan dengarkan mama mas, mah cukup." Teriak Ellen.


"Tante cukup." Ucap Meisya.


"Apa yang saya katakan itu fakta dan jika kamu menceraikan Ellen mungkin Darren akan kembali dengan Ellen, bukan anak Ellen yang akan kehilangan sosok ayah melainkan anak Freya." Ucap mama Ellen lagi.


"Kalian semua benar-benar licik." Teriak Alex.


"Salahkan Darren kenapa kamu malah menyalahkan Ellen, Darren yang jahat karena memperalat Freya untuk membalas dendam kepada kamu." Ucap mama Ellen, Meisya menunduk dalam kenapa harus seperti ini tuhan.


Setelah dirinya merebut kasih sayang Alex dan Meira dari Freya namun wanita itu masih sabar dan baik-baik saja, datang Ellen yang merebut Alex dan membuat Freya kehilangan Meira untuk selamanya. Dan kini apakah Ellen juga akan membuat Freya kehilangan Darren ayah dari bayi yang dikandungnya, ini tidak adil untuk Freya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2