Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Dendam Natasya


__ADS_3

"Pagi anak anak mari kita mulai pelajaran hari ini. Buka halaman 43 sekarang"


Perintah dari seorang guru laki laki didepan kelas. Guru yang mendapat julukan "guru galak" di sekolah itu. Sering dipanggil Pak Ridwan. Semua siswa mematuhi perintah Pak Ridwan.


Terkecuali siswa yang sekarang sedang asik dengan ponselnya. Siapa lagi kalau bukan Reano. Cowok itu sudah berkali kali mendapat teguran dari setiap guru. Tapi tetap saja, kelakuannya masih seperti semula.


Azka yang melihat kelakuan Reano segera menyenggol lengan cowok itu. "Buka Ren"tunjuk Azka dengan dagunya kearah buku yang berada diatas meja.


Reano hanya menoleh sekilas dan melanjutkan kegiatannya. Azka yang melihatnya mendengus kesal. kapan temannya itu berubah?


"REANO KAMU DENGAR TIDAK??"


Teriakan menggema di sudut kelas sampai di seluruh lorong membuat sang empu mendongakkan kepalanya menatap guru yang sudah menatapnya tajam. Dengan santai, Reano menjawab.


"Saya punya telinga"


Hanya itu tapi memunculkan murka. Pak Ridwan ingin sekali marah. Tapi mengingat muridnya yang termasuk kalangan orang orang pintar di sekolah itu, ia mengurungkan niatnya.


Yah... Reano memang nakal. Tapi kalau masalah otak, jangan ditanya. Hebatnya luar biasa.


"Yasudah terserah kamu"jawab Pak Ridwan kemudian melanjutkan kegiatannya.


"Permisi Pak"


Suara lembut nan sopan itu mengalihkan pendengaran Reano. Cowok itu mendongak. Flora berdiri di ambang pintu seraya tersenyum kearah Pak Ridwan meminta izin untuk masuk.


"Kamu Flora anaknya Pak Aditama?"tanya Pak Ridwan dan Flora mengangguk.

__ADS_1


"Oke langsung masuk aja"Flora mengangguk lagi. Ia berjalan masuk dan mencari kursi kosong. Setelah selesai dengan urusannya, ia mengeluarkan bukunya dan mengikuti pelajaran.


Reano sempat melirik kearah Flora yang kini duduk di belakangnya. Ia tersenyum kecil. "Flora harus jadi milik gue"batinnya.


......_________......


Siswi dengan bando hitam dikepalanya itu tersenyum kaku kearah dua siswi yang menyapanya. Saat hendak keluar kelas, ia menghentikan langkahnya saat melihat seorang gadis yang tak asing baginya.


"Natasya" panggilnya pada gadis yang tengah melintasi depan kelasnya.


Natasya menoleh dengan kening berkerut. "Suaranya nggak asing, siapa ya"batinnya.


"Natasya"panggil Flora lagi yang membuat Natasya tersadar. Ia langsung menoleh dan mendapati Flora yang melambaikan tangan kearahnya.


Natasya langsung menghampiri Flora dan merentangkan tangannya. "Flora gue kangen banget" Flora mengangguk.


"Sejak kapan balik dari Amerika?"tanya Natasya.


Setelahnya, Natasya mengajak Flora pergi ke kantin. Mereka duduk di kursi kosong sebelah kanan yang sedikit dekat dengan meja cowok cowok karena hanya kursi itu yang tertinggal.


"Natasya?"


Natasya menoleh pada Flora yang memanggilnya. "Ya kenapa?"


"Cowok itu siapa? dari tadi di kelas dia ngeliatin aku terus"Tunjuk Flora pada salah satu cowok yang duduk dengan teman temannya.


Natasya menoleh kearah yang ditunjuk oleh Flora. Matanya menangkap Reano yang tengah mengobrol dengan Azka. Seketika muncul sesuatu di otaknya.

__ADS_1


"Lo mau bantuin gue Flo?"


"Bantu apa Nat?"


Natasya tersenyum smirk kearah Flora dan mengatakan sesuatu sedikit pelan. "Balaskan dendam gue".


......_________......


"Hai Flo"


Sapa seorang cowok dengan buku ditangannya. Ia duduk di depan Flora yang terdapat kursi kosong. Hanya ada meja yang menghalangi mereka.


Flora hanya tersenyum kearah cowok itu. Tidak tau namanya. Pertama kali ada cowok yang mengajaknya berkenalan selama menjadi murid baru disekolah itu.


"Kenalin nama gue Gibran"cowok itu mengulurkan tangannya kepada Flora.


Tanpa ragu, Flora membalas uluran tangan cowok bernama Gibran itu. "Flora"jawabnya.


Gibran tersenyum menatap Flora. Dan tindakannya itu berhasil mengundang amarah seseorang. Siapa lagi kalau bukan Reano Arshena. Cowok itu sejak tadi sudah memerhatikan mereka dari jendela luar. Tangannya mengepal, ingin sekali memberi pukulan kepada cowok bernama Gibran itu.


Reano memasuki kelas dengan langkah kaki cepat menuju kearah Gibran, dan sebuah pukulan berhasil membuat Gibran tersungkur. Flora yang melihatnya langsung keget dan berteriak nama Gibran. Saat gadis itu hendak menolong, tangannya dicekal oleh seseorang.


"Ikut gue"kata Reano dingin kepada Flora.


......_________......


***Baca terus ceritanya!!

__ADS_1


Mohon maaf kalau ada kesalahan kata


Se you next chapter***


__ADS_2