Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 119


__ADS_3

Freya pun sudah di pindahkan ke ruang perawatan, ada dokter dan perawat yang memeriksa keadaan Freya sampai akhirnya.


"Tuan Darren nona Freya ingin bertemu dengan anda." Ucap seorang perawat wanita, memanggil Darren yang bergabung dengan keluarga nya di luar ruangan.


"Istri saya sudah sadar sus?" Tanya Darren.


"Sudah tuan nona Freya berhasil melewati masa kritis nya." Ucap suster itu, Darren tersenyum dan buru-buru masuk kedalam kamar rawat Freya.


"Sayang." Panggil Darren.


"Darren dimana anak kita?" Tanya Freya.


"Sayang tenanglah anak kita ada di ruangan khusus bayi, nanti perawat akan membawa baby kita kesini." Ucap Darren.


"Dia baik-baik saja kan Darren, dia sehat kan?" Ucap Freya, Darren mengecup kening Freya dengan lembut.


"Anak kita baik-baik saja honey, justru kamu yang membuat aku khawatir dan hampir gila." Ucap Darren, Freya tersenyum tipis mendengar perkataan Darren.


"Iyakah?" Tanya nya, Darren menatap dalam manik mata Freya.


"Jangan seperti itu lagi Freya, sungguh aku bisa gila jika hidupku tanpa kamu." Ucap Darren, Freya tersenyum manis dan mengelus wajah tampan suaminya.


"Aku disini Darren aku tidak akan kemana-mana, tugasku belum selesai karena ada malaikat kecil yang baru saja aku lahirkan. Aku harus menjaga dan memberikan banyak cinta dan kasih sayang untuknya." Ucap Freya, Darren tersenyum dan kembali mengecup kening Freya.


"Darren, Freya." Panggil Alex, dan yang lainnya.


"Daddy." Lirih Freya, Alex langsung mendekati Freya dan mengecup kening putrinya.


"Daddy takut Frey, jangan seperti ini lagi jangan membuat Daddy takut." Lirih Alex.


"Daddy Freya tidak apa-apa, Freya hanya kelelahan karena banyak menangis saat melahirkan baby. Benar kata dokter jangan banyak berteriak dan menangis, jika tidak tenaga Freya akan habis terkuras." Ucap nya tertawa kecil.


"Anak nakal, kamu membuat jantung kami semua hampir berhenti." Ucap Alex mencolek hidung mancung putrinya.


"Maafkan Freya." Ujar Freya.


"Sayang tidak apa, dengan kamu sadar dan bisa tertawa seperti ini lagi mama Sanga bahagia nak." Ucap mama Darren.


"Mama." Ucap Freya memeluk mama Darren, membuat Meisya dan Ellen juga Grace tersenyum manis.


"Tuan ini putra anda." Ucap seorang perawat menyerahkan bayi laki-laki itu.


"Ya ampun tampan sekali." Ucap Ellen dan yang lainnya, bayi itu kini sudah berada dalam pelukan Freya.


"Gen Darren memang sangat kental." Goda Alex, Darren tertawa ia tak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh Alex.

__ADS_1


"Bukankah putraku sangat pintar dalam menghamili putri anda tuan, lihat cucu kita semuanya mirip dengan Darren." Ucap papa Darren.


"Haha benar sekali, saya tidak percaya jika dia hanya menumpang di rahim Freya." Ucap Alex, tawa bahagia sangat terlihat di ruangan itu.


Grace menatap Meisya dan Leo, Grace berharap Meisya dan Leo akan semakin dekat dan memiliki bayi yang lucu seperti Freya dan Darren.


"Kenapa bayi nya mirip pak Darren si, padahal kan Freya yang hamil." Goda Grace.


"Darren lebih bersemangat Grace mangkanya si bayi ikut gen Darren." Ucap Alex.


"Begitukah om? Apakah aku juga harus lebih bersemangat agar nanti bayiku mengikuti gen ibunya?" Ucap Grace.


"CK, memangnya siapa yang akan kamu nikahi?" Tanya Alex penuh curiga.


"Haha, belum ada tapi tunggu nanti saja pasti aku akan segera menikah." Ucap Grace menyombongkan diri.


"Buktikan saja, jika kamu menikah nanti om akan kasi hadiah mewah untuk kamu." Ucap Alex.


"Waahhh, aku tunggu hadiah nya." Ucap Grace.


"Haha, nikahnya dulu Grace." Ucap Freya, merekapun tertawa bersama.


"Ngomong-ngomong siapa nama anak kalian?" Tanya Alex.


"Gabriel Dirgantara." Jawab Darren.


"Benar nama yang bagus." Ucap Ellen, Freya menatap Ellen karena sejak tadi baru kali ini Ellen bersuara.


"Mama." Panggil Freya, membuat mama Darren dan Ellen menoleh.


"Mama Ellen." Ucap Freya lagi, Ellen terdiam kali ini Freya memanggilnya mama di hadapan semua anggota keluarga.


"Mama?" Tanya Darren mengernyitkan dahinya.


"Hmmm, mama bukankah tadi kau mengatakan jika kau adalah mamaku sekarang? Kamu juga berkata mami akan selalu bersamaku, tapi untuk saat ini dan disini kamu yang akan selalu ada bersama ku." Ucap Freya, Darren dan mama nya menoleh menatap Ellen begitupun dengan Alex dan Grace.


"F-freya aku." Lirih Ellen.


"Aku tidak keberatan memanggil kamu mama, kemarilah aku baru saja melahirkan apakah kamu tidak ingin memelukku seperti yang lain?" Ucap Freya, Ellen menatap Alex meminta persetujuan dan Alex mengangguk dengan tersenyum tipis.


"Terimakasih." Lirih Ellen memeluk Freya dengan lembut dan tulus.


Semua orang menatap Freya dan Ellen yang sedang berpelukan dengan senyuman manis, mereka bahagia karena kini semua orang mulai menerima takdir dan kenyataan dalam hidupnya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Darren Dirgantara



Freya Dirgantara



Gabriel Dirgantara



Meisya Nathan



Leo Nathan



David Riandi



Gracecia Gustove



Ellena Gustove



Alex Gustove


__ADS_1


Tamat!!!


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2