
Setelah kepulangan Grace dan Meisya Freya pun memutuskan untuk pergi menemui Darren di ruang kerja nya, Freya membuka pintu ruangan Darren dan memasukkan kepalanya lebih dulu.
Darren yang menyadari kehadiran istrinya pun menoleh ke arah pintu dan tertawa kecil melihat tingkah lucu istrinya, ia benar-benar dibuat gemas oleh tingkah laku Freya apalagi semenjak Freya mengandung anaknya.
"Kamu ngapain ngintip kayak gitu?" Tanya Darren.
"Aku takut kamu lagi sibuk sayang mangkanya aku ngintip." Jawab Freya.
"Sini." Panggil Darren, Freya pun membuka lebar pintu ruang kerja Darren dan berjalan mendekati suaminya.
"Kamu gak sedang sibuk kan?" Tanya Freya, ia duduk di atas pangkuan Darren.
"Sesibuk apapun aku kalau menyangkut kamu itu semuanya gak penting sayang, kenapa Grace sama Meisya sudah pulang?" Tanya Darren.
"Hmmm, mereka sudah pulang dan maaf tidak berpamitan kepada kamu." Ucap Freya.
"Tidak masalah kan ada kamu yang mewakili aku." Ucap Darren, Freya tersenyum manis kepada Darren.
"Sayang aku bosan pengen jalan-jalan keluar." Ucap Freya.
"Kamu ingin pergi kemana memangnya?" Tanya Darren.
"Kemana saja jalan-jalan di mall juga tidak apa-apa, yang penting aku jalan-jalan keluar." Ujar nya.
"Bagaimana kalau kita pergi berlibur ke Maldiv*s?" Tanya Darren.
"Kenapa harus ke Maldives?" Tanya Freya.
"Ya gak apa-apa kita baby moon ke sana." Ucap Darren.
"Sayang kandungan aku ini baru beberapa Minggu loh." Ucap Freya.
"Memangnya kenapa? Tidak ada salahnya juga, kamu bersiap sekarang kita pergi besok pagi." Ucap Darren, Freya tercengang mendengar perkataan Darren.
"Serius?" Tanya Freya ia merasa tak yakin dengan perkataan Darren.
"Memangnya aku pernah gak serius sama kamu?" Ucap Darren.
"Ya gak pernah si, tapi ini ke Maldives kamu gak bercanda kan?" Tanya Freya lagi.
"Aku tidak sedang bercanda honey." Ucap Darren lagi, ia mengecup bib*r mungil istrinya.
"Emmm, baiklah aku akan berkemas sekarang." Ucap Freya, ia bangun dari pangkuan Darren dan pergi ke kamar nya.
"Sangat menggemaskan sekali." Kekeh Darren.
__ADS_1
....
Malam hari di sebuah cafe terlihat Grace yang sedang duduk santai menikmati keindahan malam yang terasa sepi untuk dirinya sendiri, Grace merasa hidupnya tak seberuntung wanita-wanita lain.
Ia melihat beberapa pasangan yang duduk berdua di cafe itu, Grace tersenyum saat mengingat kehidupannya yang penuh dengan pekerjaan.
"Nasib jomblo." Lirih Grace, ia meminum lagi jus jeruk yang sudah di pesan nya.
Sampai akhirnya seseorang duduk di hadapan Grace tanpa permisi, mata bulat Grace mengerjap tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kamu disini juga ternyata." Ucap lelaki yang kini duduk di hadapan Grace.
"P-pak David, bapak ada disini?" Tanya Grace, ia menoleh ke kiri dan kanan siapa tahu David juga datang bersama dengan teman kencannya.
"Hmmm, saya sering datang ke cafe ini. Kamu sendiri ngapain disini malam-malam sendirian pula." Ucap David.
"Saya sengaja datang kesini untuk menghilangkan rasa bosan pak." Ucap Grace, sungguh ia merasa tidak karuan sekarang.
Wajah tampan David membuat Grace sedikit gugup dan salah tingkah, namun dengan sekuat tenaga Grace menyembunyikan kegugupan nya.
"Kamu sendirian kan?" Tanya David.
"Memangnya bapak melihat orang lain selain saya disini?" Tanya Grace.
"Bapak sendiri kesini sendirian?" Kali ini Grace yang bertanya.
"Saya rasa kamu tahu jawabannya jadi saya tidak perlu menjawab pertanyaan kamu." Ucap David, Grace pun mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ya, tidak perlu bapak jawab saya tahu bapak kesini sendiri tanpa teman." Balas Grace, David diam ia menatap Grace yang duduk di hadapannya.
"Bapak kenapa lihatin saya seperti itu?" Tanya Grace.
"Oh tidak apa-apa, maaf kalau saya membuat kamu tidak nyaman." Balas David.
"Ini apa-apaan si siapa yang gak nyaman woy, gue nyaman banget malah ahh akhirnya gue bisa duduk berdua bareng dia." Batin Grace.
"Eh, enggak pak bukan begitu maksud saya." Ucap Grace.
"Oiya Grace kamu sudah punya pacar?" Tanya David tiba-tiba.
"H-hah?" Sahut Grace, lihatlah wanita mandiri ini terlihat sangat bo*oh di hadapan lelaki yang disukainya.
"Saya tidak akan mengulangi pertanyaan saya." Ucap David.
Grace tercengang dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, apakah ia sedang mimpi sekarang? Tapi untuk apa David bertanya seperti itu kepadanya.
__ADS_1
"Bapak kenapa nanya kayak gitu ke saya?" Ucap Grace.
"Kalau kamu tidak mau menjawab pertanyaan saya tidak apa-apa." Ucap David, ia menyesap kopi yang tadi ia bawa.
"Belum pak saya belum punya pacar." Ceplos Grace, bo*oh itulah yang Grace pikirkan saat ini.
David tersenyum tipis sangat tipis sampai Grace tidak tahu jika saat ini David sedang tersenyum, David mengalihkan pandangan kepada para wanita cantik yang baru saja masuk kedalam cafe itu.
"Mereka cantik ya pak." Ucap Grace.
"hmmm, kamu juga cantik." Balas David, lagi-lagi membuat Grace tertegun.
Tolong siapapun selamatkan Grace dari gombalan maut seorang David Riandi, jika lama-lama bersama dengan David bisa diporak-porandakan hati dan pikiran Grace.
"Ya, ya semua wanita memang cantik pak." Ucap Grace, ia tak mau terlihat gampangan di depan David.
"Hmmm." Balas David, Grace menelan saliva nya.
"Apakah ini yang dirasakan oleh Freya saat berdekatan dengan Darren? Apakah dia juga selalu salah tingkah di hadapan Darren, tapi rasanya tidak mungkin Freya dan Darren adalah dua orang yang hidupnya lurus tanpa belok." Batin Grace lagi.
Sudahlah pikiran Grace sudah berlayar kemana-mana, memang tidak baik untuk kesehatan jantung dan kewarasan jika David terus menerus mengeluarkan jurus jitu dalam menaklukkan hati wanita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1