Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 75


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali saat Freya dan Darren sudah berada di sebuah hotel di Kal*mantan, lelaki itu memeluk tubuh Freya yang masih terlelap.


"Cantik banget sih." Gemas Darren, saking gemas nya Darren sampai mengigit hidung mungil Freya.


"Ashh." Desis Freya, ia membuka matanya dan mengusap hidungnya yang terasa sakit.


"Kamu ngapain sih." Tanya Freya, Darren tersenyum tanpa dosa membuat Freya mendengus kesal.


Dan saat ini tubuh Freya di tutupi dengan selimut tebal, bukan tanpa sebab itu semua akibat perbuatan Darren semalam.


Bukan hanya itu saja Darren juga membuat stempel kepemilikan disana, Freya yang masih merasa ngantuk menutup kembali tubuh nya sampai kepala dengan selimut.


"Sayang ini sudah terlalu siang." Ucap Darren, Freya tak menggubris perkataan Darren. Siapa suruh Darren membuat dirinya lelah semalaman, tidak tahukah Darren perjalanan menuju Kal*mantan saja sudah membuat Freya lelah, ini lagi di tambah harus melayani suaminya.


"Sayang." Panggil Darren.


"Sayang bisa diam dulu tidak aku mengantuk." Ucap Freya.


"Kamu gak mau sarapan?" Tanya Darren.


"Tidak." Balas Freya, Darren tercengang ia langsung memeluk Freya lagi.


"Sarapan atau kita akan berolahraga lagi?" Tanya Darren.


"Terus saja kau lakukan itu sampai tulang-tulang di tubuhku tak mampu untuk bangun." Ucap Freya dari dalam selimut nya.


"CK, baiklah aku akan memesan makanan nya kesini dan kita tidak perlu pergi keluar." Ucap Darren, Freya mengangguk saja di dalam sana.

__ADS_1


Karena merasa sesak Freya pun mengeluarkan kepalanya ia melihat kamar yang terlihat sepi dan hanya ada dirinya disana, Freya mencari keberadaan Darren kemana lelaki itu pergi.


"Lihatlah dia bahkan bisa pergi disaat istrinya masih terbaring lelah." Gumam Freya, karena penasaran Freya pun bangun dan duduk bersandar di tempat tidur.


"Sudahlah sebaiknya aku mandi dulu saja." Gumam nya lagi, Freya berjalan menuju kamar mandi. Tiga puluh menit berlalu akhirnya Freya pun keluar dengan penampilan yang sudah rapi.


"Bagaimana dengan Daddy dan Ellen apakah mereka sudah sampai?" Batin nya, namun tiba-tiba saja Darren memeluk tubuh Freya dari belakang.


"Kamu kenapa hmmm?" Tanya Darren, ia meletakkan kepalanya di bahu Freya.


"Tidak apa-apa hanya saja aku teringat kepada Daddy, bagaimana reaksi Ellen saat tidak menemui kita disana." Ucap Freya, Darren tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.


"Kamu ini bagaimana sayang bukankah kamu tidak menyukai Ellen, tapi kamu masih saja memikirkan dia." Ucap Darren, Freya menghela nafasnya benar juga apa kata Darren untuk apa dia memikirkan Ellen.


Sementara di kota lain terlihat Ellen yang berjalan di sebuah hotel bersama dengan Alex, ia berjalan menyusuri lorong hotel untuk pergi ke sebuah restoran.


"Entahlah aku hanya tahu jika mereka menginap di hotel ini." Balas Alex.


"Oh begitu, ini waktunya untuk sarapan bukankah seharusnya mereka juga berada di restoran yang sama dengan kita mas." Ucap Ellen, Alex menghela nafasnya lalu melirik Ellen sekilas.


"Harusnya begitu sayang, kita lihat saja apakah akan bertemu dengan mereka atau tidak." Ucap Alex, kini ke-dua sudah duduk di sebuah restoran.


"Kamu mau makan apa Ellen?" Tanya Alex.


"Aku ingin sandwich dan jus jeruk saja." Jawab Ellen, sesekali ia mengedarkan pandangannya ke setiap arah berharap akan bertemu dengan Freya juga Darren.


"Dimana mereka kenapa belum muncul juga, atau jangan-jangan mereka masih berada di kamar nya. Tapi apakah mungkin Darren belum bangun di jam segini." Batin Ellen, Alex yang tak mau ambil pusing dengan sikap Ellen pun memutuskan untuk membuka ponselnya.

__ADS_1


Dan di sebuah rumah besar terlihat mama dan papa Darren yang sedang duduk santai di ruang keluarga, sepasang suami istri itu terlihat sedang menonton televisi.


"Pah bagaimana menurut papa apakah Darren dan Freya bisa memperbaiki hubungan mereka." Ucap mama.


"Feeling papa mengatakan mereka akan baik-baik saja ma, mama gak perlu khawatir papa yakin Darren bisa mengambil hati Freya." Ucap papa Darren.


"Mama tahu pa, tapi apakah mereka tidak bertengkar dulu sebelum memulai semuanya? Mama takut jika mereka akan bertengkar seperti saat Freya mengetahui kebenaran bahwa Darren mantan kekasih Ellen." Ucap mama.


"Enggak lah ma kita percaya saja bahwa mereka akan baik-baik saja, dan mereka akan kembali dengan kabar gembira." Ucap papa.


"Semoga saja ya pa, mama tidak mau kalau sampai Freya dan Darren berpisah amit-amit deh." Ucap mama, papa pun tertawa kecil mendengar perkataan mama.


"Mama ini ada-ada saja, gak mungkin mereka berpisah mah Darren juga pasti gak mau kehilangan wanita seperti Freya." Ucap papa, mama pun mengangguk semoga saja apa yang dikatakan oleh suaminya itu benar.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2