Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 62


__ADS_3

Satu minggu berlalu hari ini Freya sudah di ijinkan untuk pulang Darren, Grace, Meisya, Alex dan Ellen berada disana untuk menjemput Freya.


"Sayang kamu mau langsung ke rumah Darren atau pulang ke rumah dulu nak, keadaan kamu belum pulih sepenuhnya." Ucap Alex.


"Freya akan pulang ke rumah ku, ada mama yang akan menjaga Freya di rumah." Ucap Darren, karena Freya masih harus memakai kursi roda.


"Di rumah kami juga ada Ellen dan mertua saya yang bisa menjaga Freya, ada Meisya juga di rumah." Ucap Alex.


"Dad Freya ini istri saya dan saya yang akan menjaga Freya, saya juga akan meminta mama menyiapkan beberapa pelayan untuk melayani Freya." Tegas Darren, Meisya dan Grace menelan ludah mereka melihat percakapan Alex dan Darren.


"Kenapa Darren sepertinya kamu sangat tidak ingin Freya pulang bersama kami." Kali ini Ellen yang bersuara.


"Karena Freya istri saya dan sudah menjadi tugas saya untuk menjaga Freya, jika kalian tidak percaya kepada mama dan pelayan di rumah saya maka saya sendiri yang akan menjaga Freya." Ucap Darren, Ellen, Meisya dan Grace tercengang mendengar perkataan Darren.


"Haha, kamu terlalu berlebihan silahkan saja jika mama dan para pelayan di rumah kamu bisa menjaga Freya itu jauh lebih baik." Balas Ellen.


"Kak ini kenapa mereka malah rebutan mau jaga Freya si." Bisik Grace.


"Mana aku tahu, Ellen juga ngapain ikut-ikutan si kalau Darren tersinggung bagaimana." Balas Meisya.


"Darren maaf bukan apa-apa tapi Freya ini putri saya, setelah kejadian ini saya ingin Freya merasa aman." Ucap Alex.


"Daddy pikir saya tidak ingin Freya merasa aman? Justru karena kejadian ini saya yang akan memantau istri saya sendiri, maka dari itu Freya akan di jaga langsung oleh mama saya." Ucap Darren, Freya memegang kepalanya ini sangat memusingkan.


"Frey ini Darren belum ungkapin perasaan nya kan, kok malah kayak gini Frey." Bisik Grace.


"Grace bawa gue pergi dari sini, gue bisa g*la lama-lama disini." Balas Freya.


"Gak bisa gue gak mau kena amukan pawang lo." Balas Grace.


"Siapa pawang gue." Ucap Freya.

__ADS_1


"Lah itu Darren, dia serem amat berani adu argumen sama Daddy lo." Ucap Grace.


"Aduh kalian bisa gak si gak usah adu argumen aku pusing mendengar nya." Keluh Freya.


"Maaf sayang Daddy gak berniat membuat kamu pusing." Ucap Alex.


"Dad sudah ya Freya akan pulang bersama Darren dan ke rumah Darren, lagian Freya kan istri nya Darren Daddy gak perlu khawatir Freya akan baik-baik saja kok." Ucap Freya, Alex pun hanya bisa mengangguk mendengar perkataan Freya.


"Cih, lupa dia kalau dulu pernah menghancurkan perasaan putrinya." Batin Darren.


"Kamu ini benar-benar tidak bisa menghargai Daddy kamu ya Frey, dia sudah berusaha untuk menjaga kamu tapi kamu malah seperti ini." Ucap Ellen.


"Gak menghargai apa sih, Freya benar dia memang harus ikut dengan suaminya seperti kamu yang selalu menempel kepada Daddy." Balas Meisya, perkataan Meisya selalu pedas kepada Ellen apalagi setelah dia mendengar percakapan Ellen dengan ibunya.


"Apa sih kamu." Balas Ellen.


"Sudah Darren kamu ajak Freya pergi, aku titip adikku ya kalau ada apa-apa kabari kakak ya Frey." Ucap Meisya, Freya mengangguk lalu pergi bersama dengan Darren.


...


"Jahat kamu ren, kamu bilang Freya gak kenapa-napa ini apa dia sampai pakai kursi roda seperti ini." Ucap mama, wanita itu memeluk lembut Freya.


"Mah Freya gak kenapa-napa Freya bisa jalan kok, hanya saja untuk mempercepat proses penyembuhan kaki Freya yang sempat cedera jadi gak boleh banyak gerak alhasil harus pakai kursi roda dulu." Ucap Freya.


"Mama sedih menantu cantik mama sakit sekarang." Ucap mama, Freya tertawa kecil mendengar perkataan mama


"Freya akan segera sembuh kan sekarang sudah di rumah, sudah bertemu mamah penyemangat nya Freya." Ucap Freya, tanpa sadar mama Darren menitihkan air mata nya ia mengecup kening dan kedua pipi Freya.


"Harus dong kan nanti mama yang akan menjaga dan merawat Freya." Ucap mama.


"Drama apalagi ini tuhan." Ucap Darren karena merasa di abaikan.

__ADS_1


"Diam kamu ren kamu gak di ajak!" Ucap mama sedikit sinis.


"Ya ampun mah ingat ini anak nya mama loh, bisa-bisanya mengabaikan anak sendiri." Protes Darren.


"Ssttt, Freya harus istirahat kamu ajak dia ke kamar ya." Ucap mama, Darren menghela nafasnya melihat kelakuan mama yang benar-benar begitu menyayangi Freya.


"Mama saya kamu apakan Frey sampai dia tidak peduli lagi kepada putranya." Keluh Darren kepada Freya.


"H-hah, gak di apa-apain kok." Ucap Freya, saat akan menaiki anak tangga Darren menggendong tubuh Freya dan meminta pelayan membawakan kursi roda Freya.


Mama yang melihat itu dari kejauhan merasa terharu, apakah kejadian yang menimpa Freya akan membuat Darren melupakan dendam nya dan mulai mencintai Freya.


"Padahal saya bisa jalan sendiri." Ucap Freya.


"Jalan-jalan, kalau kamu jalan nanti makin lama sembuhnya ingat apa kata dokter." Ucap Darren, Freya diam hatinya merasa teriris andai mereka menikah karena saling mencintai.


Freya pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini karena memiliki suami seperti Darren, namun sayang awal pernikahan mereka di hiasi dengan dendam dan kebencian.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2