
Setelah selesai mengemasi barang-barang nya Freya dan Darren pun kembali turun ke lantai satu, Ellen menatap Darren yang membawa koper milik Freya.
"Frey." Panggil Meisya, yang saat itu baru saja masuk kedalam rumah.
"Kak." Balas Freya.
"Darren, loh Frey kamu mau kemana?" Ucap Meisya lagi.
"Saya akan mengajak Freya tinggal bersama saya." Ucap Darren, Meisya diam dan menatap adiknya.
"Frey." Ucap Meisya, ia ingin mendengar penjelasan dari adiknya.
"Kak Daddy benar aku harus tinggal dimana suami aku berada." Ucap Freya, Meisya menatap Darren.
"Jaga adik saya dengan baik dan jika sekali saja saya melihat Freya menangis karena kamu, maka saya tidak akan segan-segan untuk menjemput Freya." Ucap Meisya.
"Kamu tenang saja Freya aman bersama dengan saya, karena saya suaminya." Ucap Darren.
"Kak aku jalan dulu ya kakak baik-baik di rumah, jaga daddy dan kabari aku jika ada sesuatu." Ucap Freya, Meisya pun mengangguk dan memeluk Freya.
"Kalau ada apa-apa kamu harus cerita sama kakak ya Frey, kakak gak mau kamu kenapa-kenapa." Ucap Meisya, Freya pun mengangguk.
Setelah berpamitan kepada Meisya, Freya dan Darren pun pergi dari kediaman Alex. Sepanjang perjalanan menuju rumah Darren Freya hanya diam tanpa bicara hingga akhirnya mereka sampai di kediaman Dirgantara.
"Turun." Ucap Darren, sikap dingin Darren mulai terlihat.
Freya turun dari mobil dan menatap Darren yang berjalan masuk kedalam rumah tanpa menunggu dirinya, Freya tidak ingin terlihat menyedihkan dan ia pun memutuskan untuk mengangkat koper milik nya sendiri.
"Loh Darren kok sendiri Freya mana?" Tanya mama.
"Freya diluar." Balas Darren.
"Apa? Kamu ga war*s ya meninggalkan Freya sendirian." Ucap mama.
__ADS_1
"Dia punya tangan dan kaki biarkan saja dia berjalan membawa barang-barang nya sendiri." Ucap Darren.
"Darren kamu itu suaminya Freya sudah seharusnya kamu membantu dia." Ucap mama lagi.
"Mah biarin aja kenapa sih, aku ini sedang mengajarkan dia untuk mandiri. Sudah aku mau ke kamar dulu." Balas Darren, mama hanya menghela nafasnya mendengar perkataan Darren.
"Anak ini benar-benar keterlaluan." Kesal mama, ia pun buru-buru berjalan keluar dari rumah dan benar saja mama melihat Freya yang mengangkat koper nya sendiri.
"Freya sayang ya ampun sini nak mama bantu kamu." Ucap mama.
"Eh ma gak perlu Freya bisa sendiri ko." Balas Freya.
"Enggak sayang ini berat dan jangan sungkan-sungkan sama mama ya, mulai sekarang mama ini mama nya kamu." Ucap mama dengan tulus.
"Emmm, iya makasih ma." Balas Freya, mama pun mengangguk dan tersenyum manis.
Mama mengantarkan Freya ke kamar Darren, saat masuk kedalam kamar Freya tidak melihat sosok Darren sama sekali.
"Mulai sekarang kamu tinggal di kamar ini bersama dengan Darren, dan ini nanti mama akan minta mbak untuk bantu kamu merapikan semuanya." Ucap mama.
"Darren kamu ini apa-apaan sih jangan keterlaluan." Ucap mama.
"Mah itu semua agar Freya terbiasa dengan kehidupan nya, sekarang itu dia sudah menjadi seorang istri dan bukan princess lagi." Ucap Darren, perkataan Darren cukup melukai hati Freya.
"Darren." Ucap mama, kali ini mama benar-benar kesal dengan sikap semena-mena Darren terhadap Freya.
"Mah sudah aku gak apa-apa kok, aku bisa merapikan ini sendiri." Balas Freya.
"Tapi sayang." Ucap mama merasa tidak tega.
"Mah gak apa-apa." Balas Freya lagi.
"Mama bantu kamu ya nak." Pinta mama, Darren menatap mama sangat terlihat jelas jika mama begitu menyayangi Freya.
__ADS_1
"Enggak mah gak perlu." Ucap Freya, mama menatap kesal putranya.
"Baiklah kalau begitu, dan kamu Darren kamu ikut mama sekarang!" Ucap mama, ia menarik tangan Darren dan mengajak mya untuk keluar.
"Ada apa sih ma?" Tanya Darren.
"Kamu ini benar-benar tidak punya perasaan ya Darren, dengan kamu menikahi Freya dan bersikap seperti itu sudah melukai perasaan nya Darren. Dan mama yakin jika Freya belum mengetahui kenyataan bahwa kamu adalah mantan kekasih Ellen, akan sesakit apa Freya nanti Darren?" Ucap mama.
"Ma itu semua tidak akan terjadi mama tenang saja." Balas Darren.
"Tenang kata kamu? Dengar ya Darren mama tidak ingin melihat Freya terluka, mama sangat menyukai dan menyayangi Freya dan mama tidak mau kehilangan dia!" Tegas mama, ia meninggalkan Darren yang mematung setelah mendengar perkataan mama nya.
"Ada apa dengan mama, kenapa dia begitu menyayangi Freya." Gumam nya.
Sementara itu di kamar Darren terlihat Freya sedang merapikan baju-baju nya, dengan bingung dan kecewa ia melakukan pekerjaan itu.
Namun Freya berpikir ia harus lebih keras dari Darren, ia tidak mau Darren bersikap seenaknya.
"Dia pikir dia siapa, lihat saja Darren kamu akan menyesal karena sudah melakukan ini kepada saya." Gumam Freya, ia tidak akan membiarkan Darren menang dari dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ