
Satu bulan berlalu hari ini Freya memutuskan untuk datang ke kantor putranya, ia ingin tahu apakah Fira masih suka menemui Gabriel atau tidak.
Semua karyawan yang melihat kedatangan nyonya besar mereka langsung menunduk memberikan hormat, sementara Freya hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
"Selamat datang nyonya." Sapa seorang karyawan.
"Hmmmm." Balas Freya.
"Selamat datang nyonya." Kali ini Jesika yang menyapa Freya, tanpa menjawab Freya hanya mengangguk saja.
Setibanya di depan ruang kerja Gabriel Freya menatap sekretaris sang putra yang berdiri saat melihat kedatangan nya, Freya tersenyum tipis kepada sekretaris putranya itu.
"Apakah putra saya ada di ruangan nya?" Tanya Freya.
"Ada nyonya." Balas nya lembut, Freya pun mengangguk dan langsung membuka pintu ruang kerja Gabriel.
"Mami." Ucap Gabriel terkejut dengan kedatangan Freya.
"Hai sayang." Ucap Freya, Gio yang melihat itu menunduk dan memutuskan untuk keluar dari ruang kerja bos nya.
"Mami ngapain kesini?" Tanya Gabriel.
"Kenapa apakah mami tidak boleh datang ke kantor putra mami sendiri?" Bukannya menjawab Freya justru malah balik bertanya.
"No mam bukan itu maksudku." Balas Gabriel.
"Jadi?" Tanya Freya.
"Baiklah mami bebas keluar masuk perusahaan ku, tapi ada apa mami sampai datang kesini?" Tanya Gabriel.
"Tentu saja ada yang ingin mami bicarakan karena sudah dua Minggu lebih kamu tidak pulang ke rumah, kenapa apakah kamu tidak mau bertemu dengan mami kamu?" Ucap Freya.
"Tidak mam akhir-akhir ini pekerjaan aku begitu banyak jadi aku tidak bisa pulang kerumah." Ucap Gabriel.
"Jadi kamu tidur di kantor?" Tanya Freya memicingkan matanya.
"Tidak juga aku pulang ke apartemen mam." Jawab Gabriel, Freya pun mengangguk dan mempercayai perkataan putranya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu." Balas Freya.
"Jadi apa yang ingin mami bicarakan?" Tanya Gabriel.
"Seperti yang sudah mami katakan kepada kamu Gabriel, jika kamu masih belum juga mengakhiri hubungan kamu dengan Fira maka mami yang akan mencarikan pasangan hidup untuk kamu." Ucap Freya.
"Apa maksudnya?" Tanya Gabriel.
"Mami dan Daddy sudah berbicara tentang ini, dan kami mau kamu menikah dengan wanita pilihan mami. satu lagi mami tidak menerima penolakan dari kamu Gabriel." Ucap Freya, membuat Gabriel menganga.
"Mam gak bisa gitu dong." Ucap Gabriel tidak terima.
"Kenapa tidak bisa?" Balas Freya.
"Aku tidak mengenal wanita yang menjadi pilihan mami, lagian yang menjalankan pernikahan nanti aku bukan mami ataupun Daddy." Ucap Gabriel.
"Lalu, apakah kamu merasa wanita pilihan kamu itu tepat? Tidak Gabriel, mami tahu bagaimana Fira jadi jangan menganggap kalau mami bodoh." Ucap Freya, Gabriel menelan saliva nya.
"Mam aku juga tidak ada niat untuk serius dengan Fira." Ucap Gabriel.
"Bagus dong, tidak berniat untuk serius saja kamu rela melakukan apapun demi wanita itu. Bagaimana jika kamu serius sepertinya mami, Daddy dan adik kamu akan segera terlupakan." Ucap Freya.
"Gabriel mami tidak menerima penolakan, kamu itu putra mami satu-satunya nak mami ingin kamu bahagia bersama pasangan kamu, mami juga ingin kamu mendapatkan wanita yang bisa menghargai kamu bukan memanfaatkan kamu." Ucap Freya.
"Mami hanya ingin mengatakan itu, dan mami harap kamu menuruti semuanya sebelum kamu kehilangan apa yang kamu miliki saat ini." Ucap Freya.
"Kehilangan yang saat ini aku miliki?" Beo Gabriel.
"Ya, karena jika kamu menolaknya makan Daddy kamu tidak akan segan-segan menarik semua yang kamu miliki sekarang." Tegas Freya, wanita itu bangkit dan berjalan keluar dari ruang kerja putranya.
"Kenapa Daddy dan mami suka sekali mengancam." Geram Gabriel, ia tak habis pikir kenapa kedua orangtuanya jadi aneh seperti itu.
...
Di sebuah restoran Freya dan Fira duduk berhadapan, Freya menatap Fira dengan datar sementara Fira senyum-senyum sendiri saat tahu jika Freya mengajaknya untuk bertemu.
"Tante jadi apa yang tante ingin bicarakan sama aku?" Tanya Fira mencoba sesopan mungkin.
__ADS_1
"Berapa lama kamu menjalin hubungan dengan Gabriel?" Tanya Freya, Fira pun terlihat sedang berpikir untuk mengingat berapa lama ia berhubungan dengan kekasih nya itu.
"Kurang lebih satu tahun tante, tapi kenapa tante bertanya tentang itu?" Tanya Fira.
"Begini Fira jujur saja saya dan Daddy nya Gabriel tidak menyukai hubungan kalian." Ucap Freya to the points, membuat tubuh Fira mematung seketika.
"Ma-maksud tante?" Tanya Fira.
"Saya ingin kamu tinggalkan Gabriel sekarang juga." Ucap Freya, membuat Fira menganga mendengar nya.
"Kenapa begitu? Tante aku dan Gabriel saling mencintai." Ucap Fira.
"Kamu tidak mencintainya Fira kamu hanya memanfaatkan Gabriel dengan obsesi kamu, saya tahu apa saja yang sudah putra saya berikan kepada kamu selama kalian menjalin hubungan." Ucap Freya, membuat Fira terkejut bukan main.
"Tante aku_" Ucapan Fira terhenti saat Freya kembali bersuara.
"Kamu tenang saja Fira saya tidak akan meminta apa yang sudah Gabriel berikan kepada kamu, tapi saya harap kamu segera mengakhiri hubungan kamu dengan Gabriel. Karena jika tidak kamu tahu apa yang akan terjadi dengan karier kamu juga bisnis orang tua kamu." Tegas Freya, Fira terlihat bungkam dengan wajah kesal nya atas perkataan Freya.
"Kenapa tante tidak menyukai aku?" Tanya Fira saat Freya akan pergi.
"Karena saya tahu bukan kamu wanita yang telah untuk putra saya!" Ucap Freya, ia langsung pergi meninggalkan Fira yang masih diam disana.
Tanpa sadar air mata Fira menetes di pipi mulusnya, selama ini ia memang memacari Gabriel untuk memanfaatkan lelaki itu. Tapi siapa sangka jika ternyata rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya, Fira juga sadar sejak awal dirinya memang salah karena memanfaatkan lelaki sebaik Gabriel.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ