
Di rumah sakit dokter menjelaskan jika Ellen tidak apa-apa, bersyukur kandungan nya kuat hanya saja saat ini Ellen harus istirahat total untuk beberapa waktu.
"Alex bagaimana keadaan Ellen? Kenapa semua ini bisa terjadi, kenapa kamu tidak menjaga Ellen dengan baik." Ucap mama Ellen marah.
"Ma maaf ini semua diluar kendali saya." Ucap Alex.
"Kamu terlalu memanjakan putri kamu sampai tidak mempedulikan keselamatan istri dan anak kamu, mama tidak mau tahu kamu harus menghukum Freya." Ucap mama Ellen.
"Ma aku tahu Freya salah tapi saya yakin dia tidak mungkin bertindak seperti itu, jika Ellen tidak memancing emosi nya." Ucap Alex.
"Kamu ini bagaimana jelas-jelas putri kamu sudah membuat Ellen seperti ini masih saja di bela." Ucap mama Ellen.
"Ma saya tahu bagaimana Freya, dia putri saya dan saya tahu bagaimana karakter nya." Ucap Alex.
"Sayang setelah apa yang dia lakukan kamu masih membela dia?" Ucap Ellen.
"Ellen ayolah, kita tidak bisa menyalahkan Freya dan kita semua tahu bagaimana kondisinya. Melihat kamu saja membuat dia selalu teringat kejadian menyedihkan yang di alami mami nya, jadi saya harap kamu mengerti kenapa Freya seperti ini." Ucap Alex.
"Gak ini gak biasa di biarkan, mama akan melaporkan anak kamu Alex." Ucap mama.
"Ma silahkan mama lakukan apapun yang mama mau, tapi Freya putriku dan apapun akan saya lakukan untuk melindungi Freya." Ucap Alex.
"Mas cukup, kamu lupa bahwa Freya hampir saja membuat aku kehilangan bayi ku." Kesal Ellen.
"Ellen anak kita tidak apa-apa itu sudah cukup, kedepannya bagaimana kamu menjaga sikap untuk tidak memancing emosi kedua putriku." Ucap Alex, lelaki itu keluar dari kamar rawat Ellen.
"Lihat suami kamu dia masih terus membela Freya, bukankah Freya yang memiliki wajah begitu mirip dengan Meira mendiang istrinya." Ucap mama Ellen.
"Iya." Jawab nya.
"Dari yang mama lihat ada penyesalan yang besar di diri Alex Ellen, mungkin saja dia menyesal karena membuat Meira meninggal dan membuat Freya terluka." Ucap mama Ellen.
"Maksud mama Alex akan selalu melindungi Freya karena Freya begitu mirip dengan Meira?" Ucap Ellen, mama pun mengangguk mengiyakan perkataan putrinya.
"Bagaimana keadaan Ellen?" Tanya Meisya.
__ADS_1
"Ellen dan bayi nya baik-baik saja sayang." Balas Alex, ia tidak melihat kehadiran Freya.
"Dimana Freya dan bagaimana keadaan nya?" Tanya Alex, Meisya menghela nafasnya dan menatap Alex.
"Freya begitu terluka melihat Daddy membela Ellen, dad selama ini Ellen yang selalu mencari masalah dengan Freya. Keadaan Freya tidak baik-baik saja apalagi jika melihat Daddy begitu memanjakan Ellen, apa yang dikatakan oleh Freya benar Daddy melupakan kami dan lebih mengutamakan Ellen." Ucap Meisya, Alex mengusap wajah nya kasar ia berada di posisi yang serba salah sekarang.
"Maafkan Daddy nak, tapi Daddy merasa Ellen lebih membutuhkan Daddy karena dia sedang mengandung." Ucap Alex.
"Aku dan Freya juga butuh Daddy, kami butuh Daddy sebagai sandaran kami saat ini." Ucap Meisya, Alex diam ia memeluk Meisya ada rasa sakit di hatinya karena ia sudah melukai hati kedua putri nya.
Di tempat lain ada Darren yang sedang berusaha membujuk Freya untuk pulang, namun Freya tidak mendengarkan bujukan Darren.
Freya berpikir Darren dan Daddy nya sama saja, kedua lelaki itu hanya ingin melukai perasaannya.
"Pulang sendiri dan jangan pernah temui saya lagi." Ucap Freya.
"Frey mama selalu nunggu kamu untuk pulang, jadi saya mohon demi mama kamu pulang ya." Ucap Darren, Freya menoleh menatap tajam Darren.
"Gue bilang gue gak mau lo dengar gak si? Dan lo gak usah pura-pura baik sama gue, gue tahu sebenarnya lo males buat ajak gue pulang kan." Ucap Freya.
"Tapi gue gak mau Darren, sebaiknya lo pergi sekarang!" Tegas Freya, ia pun tak diam di rumah.
Freya keluar dan melajukan mobilnya lagi, Darren menghela nafasnya ia tak menyangka jika Freya sangat sulit di bujuk.
"Apa lagi yang harus gue lakuin buat bujuk itu anak si, gue tahu gue salah karena memiliki niat ga baik. Tapi gak kaya gini juga nambah-nambah kerjaan gue aja." Gumam nya, ia pun masuk kedalam mobilnya dan pergi dari rumah Alex.
Sesampainya di rumah Darren di hadang oleh mama, ia tahu mama akan menanyakan lagi keberadaan menantu kesayangan nya.
"Mana?" Tanya mama.
"Darren gak bisa ajak Freya pulang ma." Jawab nya.
"Apa-apaan ini, kamu yang membuat Freya pergi dari rumah dan sekarang kamu gak bisa bawa Freya kembali ke rumah?" Omel mama.
"Ma Freya yang menolak untuk pulang." Ucap Darren.
__ADS_1
"Ya itu karena kamu yang keterlaluan, lagian kamu juga apa untungnya si Darren nyakitin Freya kayak gitu untuk apa? Untuk wanita g*la itu kamu rela menyakiti istri kamu sendiri." Ucap mama, Darren menghela nafasnya berhadapan dengan emak-emak memang rumit.
"Ma Darren capek dan ingin istirahat jadi biarin Darren masuk ya ma." Ucap Darren.
"Gak, kamu gak boleh pulang sebelum kamu berhasil bawa Freya kembali ke rumah." Ucap mama.
"Mama kenapa sih kaya sayang banget sama Freya, memangnya apa yang sudah Freya lakukan untuk mama." Kesal Darren.
"Banyak, selama menikah dengan kamu Freya yang paling mengerti mama. Disaat kamu dan papa kamu sibuk hanya Freya yang mau menemani mama, dengar ya Darren bisa saja mama akan lebih menyayangi Freya dari pada kamu." Ucap mama, Darren tercengang mendengar perkataan mama nya.
"Ma." Lirih Darren.
"Pokoknya kamu gak boleh istirahat sebelum Freya kembali, itu pelajaran untuk kamu." Ucap mama, ia pergi kedalam rumah sementara Darren berdiri kesal dan mengacak-acak rambut nya.
"Freya Freya dan Freya, kenapa papa dan mama begitu menyayangi Freya." Kesal nya, ia benar-benar emosi hari ini.
Daripada tambah emosi Darren memutuskan untuk pergi ke apartemen miliknya, ia akan istirahat di sana saja jika mama tidak mengijinkan dirinya istirahat di rumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ