Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Dubai ll


__ADS_3

DUATIGA


Kemudian ia naik kembali keatas untuk menyelesaikan prnya.


***


Bima yang saat ini makan disuapi oleh mamanya, menatap kosong kedepan.


”Hei, jangan termenung. Seperti orang habis putus cinta saja.”


Bima tak menghiraukan ucapan mamanya.


”Dimana orang suruhan mama? Dia lama sekali.. aku sudah sangat penasaran disini”


”Sabar sebentar, dia sekarang sedang menuju kesini. Daripada kau mengerutu tidak jelas.. cepatlah makan!”


Mau tak mau, Bima membuka mulutnya.


”Kau tahu, orang suruhan mama bahkan tidak sempat makan siang karna mama telpon mendadak!”


Bima melirik,


”Bukan urursanku!”


”Ah!”


Nyonya Michel menyikut perut putranya.


”Auh, sakit ma.. orang baru juga siuman”


Bima mengaduh kesakitan. Bukannya berpura-pura.. itu rasa-rasanya benar sakit. Entah kenapa ia mempunyai mama yang tangguh seperti mamanya.


”Kau ini, tidak memikir kan orang lain..pantas saja Rani pergi meninggalkanmu!”


Telinganya sangat panas karna daritadi diomeli sama nyonya Michel. Bima juga baru sadar, dia tidak mual saat mamanya menyuapkan makanan kemulutnya.


”Mama, apakah aku mempunyai penyakit?”


Nyonya Michel mengerutkan keningnya.


”Maksud kamu apa sih?”


”Dua hari belakangan, aku mual-mual, pusing, makan yang masam-masam, dan itupun harus Rani yang menyiapkan atau yang menyuapkan. Juga tidak boleh mencium aroma masakan lain selain masakan Rani, apakah aku punya kelainan?”


Nyonya Michel menyimak. Kemudian berpikir.


Ia sekali lagi memukul anaknya.


”Ish kau ini, emang kau ini hamil? Sampai-sampai gelajamu mu itu menunjukkan kalo kau sedang hamil”


Ucap nyonya Michel sambil meletakkan piring yang sudah kosong ke nakas.


Bima terlonjak.


”Ha?”


Nyonya Michel kemudian menyadari sesuatu.


”Tapi tunggu!”


Bola matanya kemudian membesar.


”Jangan-jangan...”


***


”Rani, tapi kenapa kamu tidak pernah ngidam-ngidam?”


Rani tersenyum.


”Entah, aku juga tidak tahu.. tapi aku bersyukur karna tidak ngidam-ngidam.. karma mengidam itu sangat merepotkan!”


Bohong nya. Padahal ia tahu yang mengalami ngidam-ngidam adalah Bima.


Rose mengangguk setuju.


”Ia, bahkan dulu saat aku mengidam.. semua pelayan disini yang harus repot. Kau tahu dulu aku sangat sungkan pada mereka.. tapi untung lah mereka baik. Mereka semua sudah aku anggap keluarga.”


Mereka kemudian bercerita khasnya seorang wanita.


Flora. Ia yang saat ini sudah selesai membuat pr-nya kemudian keluar kamar untuk mencari keberadaan mama dan Tante Rani.


”Dimana meleka?”


Ia terus berjalan.


Sampai pada akhirnya ia melihat mama dan Tante Rani sedang tertawa bersama dibalkon.


”So, Apa pekerjaanmu disini?”


”Memberi gaji pada seluruh pelayan disini, merawat nyonya besar ketika keluarga besar masimo datang kesini. Terakhir memasak untuk makan siang dan malam tuan Demian jika ia ada disini”


Rani mengerti.


”Jadi, selama keluarga besar masimo tidak disini dan Demian tidak disini kau hanya memberikan gaji pada pelayan lainnya?”


Canda Rani.


Rose mengangguk, tanpa tersinggung karna itu memang kenyataannya.


”Eitss tapi jangan salah. Aku juga kadang kalo bosan akan membantu mereka juga. Memasak, mencuci piring, kau tahu? Aku juga mencuci baju.”

__ADS_1


Rani tertawa kencang.


”Wah kau hebat.”


”Itulah, aku beruntung. Semua keluarga masimo menganggap aku sebagai keluarga mereka. Bahkan putriku sudah mereka anggap cucu dan keponakan mereka sendiri”


Tidak salah lagi. Keluarga masimo adalah keluarga dermawan dan ramah.


”Itulah sebabnya juga aku menjadi teman Demian, dari dulu sampai sekarang ia selalu baik denganku. Kadang tak segan-segan ia menaruhkan nyawanya.”


Kini Rani bercerita.


”Ceritakan, bagaimana kalian bertemu dulu?”


”Kami berteman sejak duduk di bangku sd”


”Wow! Sampai sekarang masih awet”


Rani mengangguk,


”Kau tahu? Dulu Demian adalah cowo yang cupu.. anak-anak nakal selalu menganggu nya. Aku yang vibesnya tomboy sangat tidak suka melihat jika ada orang yang menggangu ketenangan orang lain.”


Rose masih menyimak.


”Aku Bingung, kenapa ia tidak melawan? Sampai-sampai aku geram sendiri dan melimbas semua tukang bully yang membully dirinya. Sejak hari itu, kami jadi teman dan bersahabat. Hingga beranjak dewasa Sampai sekarang”


”Enak sekali bisa berteman seperi itu, aku jadi iri”


Rani kemudian menoleh pada.


”Apakah kau mengenal Demian?”


Rose juga menoleh.


”Yes, aku kenal dia. Bahkan soal ia yang tidak normal aku juga tahu.. ”


”Hmm.. Apakah keluarganya tahu?”


”Belum, hanya aku dan mungkin kau saja yang tahu. Kalau saja mereka tahu, mereka akan memaksa menjodohkan tuan demian”


Mereka yang asik bercerita, sampai tidak sadar bahwa gadis yang berumur 6 tahun itu menyimak.


”Kalian celita apa sih?”


Sontak, keduanya terkejut mendengar suara imut itu.


”Tidak, kami hanya membicarakan tentang hal orang dewasa”


Walaupun flora tidak mengerti, ia menganguk.


”Ouh..”


Flora dengan semangat berdiri.


”Sudah dong!”


”Kalo begitu, ayo kita jalan-jalan!”


”Ayo!”


Rani dan flora menjawab dengan semangat, kemudian saling menatap dan tertawa bersama.


”Hahahahaha!”


DUAEMPAT


”Ini nyonya, semua bukti ada disini”..


Petro, orang suruhan nyonya Michel memberikan beskas dengan map coklat. Tidak lupa ia juga memberikan kaset.


”Semuanya lengkap kan? Ouh ya, dimana Viever?”


Petro tampak serius.


”Nona muda Viever melarikan diri, saat tahu kalo kita akan menginterogasi dirinya.”


Bima yang mendengar itu, terlihat Bingung.


”Viever, anak itu.. dia pikir kalo aku sudah tua aku tidak akan bisa menangkapnya”


Bima yang sudah sangat-sangat penasaran. Dengan cepat mengambil berkas itu.


”Apa ini?”


Ia bertanya.


”Itu adalah keterangan obat per4ngs4ng yang kau minum saat itu”


Bima membacanya, ternyata obat perangs4ng yang ia minum ada obat dengan dosis yang tinggi.


”Kau tahu siapa yang memberimu Obat itu?”


Bima mengeleng.


”Ck, kau tidak akan percaya. Bahwa yang memberikan obat itu adalah adik nakalmu, Viever”


Deg.


”Ma, bagaimana bisa mama menuduh anak gadis mama?”


”Kau itu b0d0h atau apa ha? Kenapa boleh aku yang tua begini bertindak lebih jauh dari pada kau? Ini! Lihatlah isi kaset ini, dah setelah itu kau akan percaya.”

__ADS_1


Bima kemudian melirik kearah petro.


”Apakah kau bawa laptop?”


”ah tentu tuan, silahkan!”


Petro dengan gercap mengeluarkan laptop nya dari tas dan menyerahkan pada Bima. Bima mulai memasukan kaset itu dan menonton rekaman cctv yang berada di masion utama Pratama.


Yang dimulai datangnya viever dengan senyum yang terkembang. Ia mulai membuat jus jeruk dan terakhir menambah semua bubuk yang ada didalam kantong kecil berwarna bening.


Bergumam sendiri, mengaduk minuman itu.. dan membawanya keruang tamu.


”So, sudah Mama bilang.. jangan benci pada adikmu setelah ini”


Ucap nyonya Michel santai, tapi setelah beberapa detik tidak ada lagi kata santai setelah ia melihat Bima yang saat ini tengah mengepalkan tangannya.


”Dimana anak nakal itu!?!?”


Nyonya Michel mulai menenangkan anaknya.


”Tidak usah emosi dulu, viever mempunyai alasan yang membuat ia melakukan itu. Ia tidak mau dirimu itu terus-menerus merasa terpuruk, ia ingin sahabat dekatnya itu menjadi kakak iparnya setelah tahu bahwa Rani itu menyukaimu. Dan juga, itu karna dia sayang padamu Bim..”


Bukannya mendengarkan apa yang mamanya katakan, Bima malah berteriak frustrasi.


”HAHHH!”


Ia memegang rambutnya kencang. Memijit keningnya yang terasa sangat pening.


”Apa yang telah aku lakukan selama ini? Menyiksa wanita yang tidak bersalah, membuatnya menderita karna keegoisanku!”


”Tapi itu tidak sepenuhnya salah viever, Rani dan viever sama-sama salah. Karna Rani malah diam saja dan tidak membela diri kalau bukan ia yang menjebak mu..dan itu karna ia memang mencintai mu”


Bima melirik mamanya.


”Petro! Cari semua tent-”


”No! Biarkan petro beristirahat setelah selama ini ia sibuk mencari informasi tentang kejadian ini. Kau kan ada sekretaris.. kenapa tidak menyuruhnya saja? Dan kau petro! Pulanglah.. ambil cuti dua Minggu untuk kau liburan”


Seakan tahu kalo Bima akan memerintah petro untuk mencari keberadaan Rani. Nyonya Michel lebih dulu menyela.


”Tapi mam-”


”I don't care, cari Rani dengan caramu sendiri.. ini kan salahmu sendiri kenapa tidak mencari kebenaran yang sebenarnya dari dulu!”


Nyonya Michel berlalu begitu saja, meninggalkan Bima yang termenung.


”Saya permisi tuan”


Petro juga pamit. Mengekori nyonya Michel dari belakang.


”VIEVER!! GADIS NAKAL!!”


tapi terdengar kembali langkah kaki, dan ternyata itu adalah nyonya Michel.


”Dan satu lagi, kemungkinan saat ini Rani tengah mengandung anakmu! Ehem! Nikmatilah penderitaan karna kecerobohan mu Bima anakku sayang!”


Ia berbalik kembali, dan melangkah keluar sampai punggung belakang nya menghilang.


”Astaga, kenapa mama ku tega sekali?”


Ia kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Edo.


”Edo! Cari informasi pria yang telah membawa Rani!”


”Baik tuan!”


”And, bersiaplah.. kita akan mencari 'istriku' ”


”Baik tuan!”


Clip.


Ia mematikan sambungan telepon.


”Maafkan aku, setelah aku menemukanmu.. kau bisa membalas semuanya padaku..”


Ucapnya menatap foto pernikahannya dengan Rani yang terpajang tepat didepannya. Entah sejak kapan foto itu terpajang.


Apakah nyonya Michel yang memang sengaja ingin membuatnya sadar?


Entahlah, kadang ia pusing dengan sikap mamanya yang begitu tegas dan tanguh.


***


Turki, malam.


Semilir angin yang tenang, menerpa wajah mulus Rani yang saat ini tengah bersantai diatas balkon.


Sambil mengelus perutnya yang masih rata, menikmati pemandangan atas langit yang sangat penuh dengan kelap-kelip bintang.


Tapi ada satu rasa yang membuat hatinya tak tenang. Yaitu merindukan, merindukan seseorang yang mungkin saat ini tengah menikmati kebahagiaannya tersendiri karna orang yang ia sebut jal4ng telah menghilang.


”Sayang mommy, bantulah mommy agar mommy tetap kuat dan berani tanpa kehadiran daddymu”


Tengah terlena dalam kesedihannya, sampai tidak sadar bahwa ada flora yang saat ini tengah mengendap-endap dibelakangnya.


Flora yang awalnya ingin mengejutkan Rani dengan serangan mendadak seketika menghentikan niatnya.


”Tante?”


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2