Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 76


__ADS_3

Satu minggu berlalu hari ini Freya memutuskan untuk pulang ke kediaman Dirgantara, dan saat sudah sampai di rumah mama menyambut Freya dan Darren di depan rumah.


"Freya mama kangen banget sama kamu." Ucap mama langsung memeluk Freya.


"Iya mah Freya juga kangen mama banget, gimana mama baik-baik saja kan, mama sehat kan?" Tanya Freya.


"Mama sehat dan baik-baik saja sayang." Ucap mama, ia melupakan Darren yang sedang menurunkan barang-barangnya di mobil.


"Freya saja terus sampai anaknya sendiri di lupakan." Sindir Darren, Freya dan mama pun menoleh menatap ke arah Darren.


"Aduh jagoan nya mama, jadi bagaimana apakah liburannya berjalan dengan lancar?" Ucap mama.


"Lancar lah." Jawab Darren dengan cepat.


"Wahh benarkah?" Tanya mama, Darren menghela nafasnya dan merangkul pinggang ramping Freya.


"Mah kami lelah dan ingin beristirahat dulu oke." Ucap Darren, tindakan Darren membuat mama tercengang apalagi melihat kalau Darren merangkul pinggang ramping Freya.


"Ah Darren mah mama masih kangen sama Freya." Ucap mama kesal.


"Mah Freya harus istirahat kasihan dia belum tidur semalaman." Ucap Darren lagi, mama yang mendengar itu pun tersenyum hatinya merasa bahagia dan berharap ini awal yang baik untuk Freya dan Darren.


"CK, baiklah kalau begitu." Ucap mama.


"Darren aku gak apa-apa lagian kalau mama mau mengobrol dulu juga gapapa kok." Ucap Freya.


"No, kamu harus istirahat sekarang ayok." Ucap Darren.


"Yasudah Frey tidak apa-apa kamu istirahat saja sayang, kita bisa mengobrol nanti setelah kamu beristirahat." Balas mama.

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu aku pergi ke kamar dulu ya mah." Ucap Freya, mama pun mengangguk ia menatap kepergian Darren dan Freya yang berjalan menjauh.


"Terimakasih tuhan atas kesempatan yang engkau berikan untuk putraku, aku begitu bahagia melihat Freya dan Darren baik-baik saja seperti sekarang ini." Gumam mama.


"Sayang kamu ganti dulu pakaian nya." Ucap Freya memanggil Darren, lelaki itu terlihat menyebalkan saat sudah sampai di kamar nya.


Darren langsung merebahkan diri di atas tempat tidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu, dan itu membuat Freya naik kesal.


"Aku ingin tidur sayang." Balas Darren dengan enteng nya.


"Gak ya gak ada tidur-tidur pakaian kamu belum di ganti Darren." Ucap Freya, ia berjalan mendekati Darren dan menarik tangan Darren.


"Sayang ayo." Ucap Freya, Darren melirik Freya dan ide jahil muncul di kepalanya.


"Tidak." Balas Darren, ia mencoba untuk mengerjai istrinya.


"Darren ayok aku gak bisa tidur kalau kamu tidak mengganti pakaian dulu." Ucap Freya lagi, Darren yang usil menarik tangan Freya hingga tubuh mungil Freya terjauh di atas tubuh nya.


"Tidur." Ucap Darren singkat.


"Menyebalkan sekali kamu ini." Gerutu freya, namun ia tidak bisa memaksa Darren lagi.


"Lepaskan aku." Ucap Freya, ia tidak nyaman dengan posisinya saat ini yang berada di atas tubuh Darren.


"Tidak akan." Balas Darren, Freya menghela nafasnya dan pasrah ia tak mau berdebat lagi dengan suaminya.


Dan di kediaman Alex terlihat Grace dan Meisya yang sedang duduk di ruang tamu, namun perhatian mereka teralihkan oleh Ellen yang baru saja memasuki rumah seorang diri karena Alex langsung pergi ke kantornya.


"Kamu sudah pulang Ellen?" Tanya Meisya, Ellen menoleh menatap tajam Meisya.

__ADS_1


"Gak usah banyak tanya kamu Mei, kamu kan yang kasih tahu Freya kalau aku akan menyusul mereka." Ucap Ellen.


"Oh jadi benar tujuan kamu untuk menyusul Freya dan Darren, aku kira benar-benar untuk berlibur dengan Daddy ku." Ucap Meisya.


"Cih, kamu ini bisa gak sih jangan ikut campur dalam urusan aku." Teriak Ellen, ia benar-benar marah saat tahu jika Freya dan Darren sudah pergi dari kota yang ia datangi.


"Loh gak ada yang ikut campur urusan kamu Ellen, itumah kamu nya saja yang selalu ingin mengganggu Freya mangkanya apes terus." Ucap Meisya.


"Kurang aj*r kamu ya." Ucap Ellen, Grace yang mendengar itu menatap rend*h Ellen.


"Duh kasian banget ya sudah capek-capek nyusulin eh target nya keburu pergi, kalau jadi aku sih malu sudah merengek-rengek tapi tidak sesuai ekspektasi." Cibir Grace.


"Heh kamu itu orang asing jadi tidak perlu ikut campur, jangan mentang-mentang kamu sahabat Freya kamu bisa seenaknya." Ucap Ellen.


"Loh tapikan yang aku bicarakan itu fakta, aku juga tahu kalau kamu mohon-mohon sama Darren agar Darren mau balik sama kamu tapi Darren menolak. Ellen harusnya kamu sadar jika kelakuan kamu ini diketahui om Alex, maka siap-siap saja kamu pergi dari rumah ini dan kehilangan semuanya satu lagi aku ini bukan orang asing. Kamu ingat baik-baik selain sahabat Freya aku juga keponakan tersayang nya tante Meira." Ucap Grace, Ellen tercengang mendengar perkataan Grace. Pantas saja wanita itu begitu berani di hadapan Alex dan Alex tidak pernah membantah perkataan Grace, ternyata dia keponakan Meira.


Meskipun bukan keponakan kandung setidaknya kakek Grace dan papa Meira itu memiliki hubungan darah, dan satu-satunya orang yang selalu di andalkan papa Meira untuk menjaga dan menemani Freya adalah Grace.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2