Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 54


__ADS_3

Keesokan harinya Darren terbangun dan melihat sekelilingnya, ia tak melihat keberadaan Freya.


Darren berjalan ke kamar mandi hal pertama yang ia lakukan adalah membersihkan tubuhnya, setelah selesai Darren turun ke bawah untuk sarapan lelaki itu hanya memakai celana training dengan kaos lengan pendek yang membuat dirinya terlihat begitu menawan.


"Morning sayang." Ucap mama.


"Morning boy." Tambah papa.


"Morning ma pa." Balas Darren, lagi-lagi ia tidak melihat keberadaan Freya.


Ingin bertanya kepada mama namun ia merasa malu, jika tidak bertanya ia juga merasa penasaran lalu apa yang harus ia lakukan.


"Oiya tadi pagi-pagi sekali Freya sudah pergi katanya harus mengurus perusahaan cabang, sebenarnya Freya ingin memberi tahu kamu semalam. Tapi kata Freya ia ketiduran dan tadi dia tidak tega membangunkan kamu karena terlihat nyenyak sekali tidurnya." Ucap mama, nah kan tanpa bertanya saja mama berbicara kemana perginya Freya.


"Hmmm." Balas Darren.


"Sayang kamu gak ada niatan untuk menyusul Freya gitu, kasihan kan dia disana sendirian gak ada yang jagain. Lagian kan kalian juga bisa sekalian honeymoon biar mama dan papa cepat punya cucu." Ucap mama, membuat Darren tersedak.


Uhhukk-uhhukk... Melihat putranya tersedak mama pun memberikan segelas air kepada Darren.


"Mah anaknya lagi makan kok di ajak ngomong." Ucap papa.


"Ya kan mama cuma nanya pah, siapa tahu Darren mau menyusul istrinya ke sana." Ucap mamah.


"Ya kan kalau mau nyusul juga nanti anak nya pergi sendiri, kayak yang gak tahu saja kelakuan anak kamu." Ucap papa, mama pun senyum-senyum sendiri ia berharap Darren bisa bersikap dan memperlakukan Freya dengan baik.


"Darren pekerjaan kamu pasti sudah santai kan, karena semalam kamu lembur iya kan." Ucap mama.


"Mah Darren gak bisa meninggalkan pekerjaan Darren, kalau mau mama saja yang menyusul Freya." Ucap Darren, mama mencebikan bibirnya mendengar perkataan Darren.


"Kamu ini bagaimana, ya kalau mama yang menyusul Freya gak bisa sambil honeymoon dong Darren." Ucap mama kesal.

__ADS_1


"Ya mama tinggal ajak papa saja gampang kan." Balas Darren cuek, mama mengelus dada nya melihat sikap putra semata wayangnya.


Dan di tempat lain terlihat Alex yang sedang menerima telepon dari seseorang, hal itu membuat Ellen merasa ingin tahu siapa yang sudah menghubungi Alex.


****Panggilan Telepon*


Alex***: Jadi bagaimana apakah Freya bisa pergi ke sana?


???: Iya pak, Bu Freya mau pergi dikarenakan Bu Meisya yang juga sedang memiliki urusan penting.


Alex: Baik kalau begitu kamu pantau terus putri saya, jangan sampai ada orang yang berniat jahat kepada Freya.


???: Baik pak, kalau begitu saya tutup dulu telepon nya.


Alex pun mematikan panggilan telepon nya, ia menatap lurus ke depan karena saat ini Alex sedang berada di ruang kerja nya.


"Bagaimana pun kamu mencoba untuk menjauhi Daddy, Daddy tidak peduli Frey kamu tetap putri Daddy dan apapun akan Daddy lakukan untuk terus melindungi kamu." Gumam Alex, lelaki itu membuka laci meja kerja nya dan mengambil foto Freya, Meisya dan Meira.


"Sedang pergi kemana sebenarnya Freya dan Meisya, Alex jika kedua anak kamu menjadi penghambat dalam jalanku maka aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak ingin kehadiran Meisya dan Freya membuat kamu lupa jika aku juga sedang mengandung anakmu." Gumam Ellen.


"Ellen apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya mama, membuat Ellen terkejut.


"Mah ya ampun mengagetkan aku saja." Ucap Ellen mengelus dada nya.


"Lagian kamu ngapain disini Ellen apa yang sedang kamu lakukan?" Ucap mama.


"Mah kita bicara di kamar mamah saja, jika kita berada disini Alex akan melihat kita." Ucap Ellen, mama pun mengangguk dan pergi ke kamar nya.


"Katakan kepada mama kenapa kamu mengintip Alex seperti itu?" Ucap mama.


"Mah aku merasa cemburu dengan perhatian Alex kepada kedua putrinya, dia selalu mengutamakan Freya dan Meisya sampai dia lupa jika aku juga sedang mengandung anak nya." Ucap Ellen.

__ADS_1


"Emang keterlaluan si Alex ngapain dia memikirkan anak-anak nya yang sudah dewasa, yang harusnya dia perhatikan itu bayi dalam kandungan kamu." Geram mama.


"Dan mama tahu sekarang Alex sampai memantau keadaan Freya, sebegitu sayang nya Alex kepada Freya mah jika terus seperti ini posisi aku akan tergantikan oleh Freya." Ucap Ellen.


"Ini tidak bisa di biarkan Ellen, Freya sudah memiliki Darren untuk apa lagi Alex begitu perhatian terhadap Freya. Kenapa tidak biarkan saja suaminya yang memperhatikan Freya." Ucap mama.


"Mah, mama ini apa-apaan sih aku juga tidak rela jika Darren memberikan perhatian lebih kepada Freya." Ucap Ellen.


"Kamu ini kenapa Darren kan suaminya Freya, sah-sah saja jika Darren memberikan perhatian lebih." Ucap mama.


"Cih, begini nih kalau punya mamah setengah baik setengah sadis." Ucap Ellen, mama mencebikan bibirnya ia kesal mendengar perkataan Ellen untuk dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2