Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 37


__ADS_3

Tiga hari berlalu hari ini Freya akan pergi ke kantor seperti biasanya, ia berjalan menuruni anak tangga dan melihat mama mertuanya yang sedang menata meja makan.


"Mah." Panggil Freya.


"Hai sayang." Balas mama.


"Mamah sibuk banget mau aku bantuin gak?" Tanya Freya.


"Gak perlu nak mama sudah biasa seperti ini kok, oiya kamu mau pergi ke kantor ya?" Ucap mama.


"Hehe iya ma hari ini ada meeting jadi aku harus pergi ke kantor gak apa-apa kan." Ucap Freya, sikap manis dan ramah Freya membuat mama nyaman.


"Tentu saja tidak apa-apa." Balas mama, tak lama kemudian Darren muncul dan berjalan tanpa menoleh ke arah mama dan Freya.


"Loh Darren kamu mau kemana pagi-pagi seperti ini?" Tanya mama menyapa putranya.


"Aku harus ke kantor ma ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Balas Darren.


"Kamu gak sarapan dulu?" Tanya mama lagi.


"Aku sarapan di kantor saja nanti." Ucap Darren.


"Oh yasudah kalau begitu, tapi apa kamu gak mau antar Freya dia juga akan pergi ke kantor nya." Ucap mama, Darren menghentikan langkah nya lalu menoleh.


"Aku buru-buru lagian Freya bisa bawa mobil sendiri." Ucap Darren, mama tercengang melihat sikap dingin Darren yang mulai trang-trangan.


"Darren kenapa sih menyebalkan sekali." Kesal mama.


"Udah mah gak apa-apa ini masih pagi jangan rusak mood mama dengan sesuatu yang tidak penting." Ucap Freya, membuat Darren menoleh menatap Freya.


"Apa kata kamu?" Tanya Darren.

__ADS_1


"Kenapa? Aku gak bilang apa-apa." Ucap Freya, ia duduk di meja makan dengan manis tanpa mempedulikan tatapan tajam Darren kepadanya.


Merasa di abaikan oleh Freya Darren pun pergi keluar dan melajukan mobilnya, sementara Freya sarapan bersama dengan mama dan papa Darren.


"Mah Freya sudah selesai, Freya jalan dulu ya mah pah." Ucap Freya.


"Iya sayang kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa kabari mama." Ucap mama.


"Iya mah." Balas Freya dengan tersenyum manis, papah merasa kagum dengan Freya yang masih terlihat ceria dengan sikap Darren yang tidak jelas menurut papa.


...


Malam hari tepat pukul 09:00 saat pulang dari kantor Darren tidak melihat keberadaan Freya, bahkan mobil wanita itu pun belum terlihat di garasi.


"Jam berapa ini kenapa Freya belum juga pulang." Batin Darren, lelaki itu memutuskan untuk langsung membersihkan tubuhnya dan setelah selesai Darren memilih duduk di sofa kamar dengan memainkan ponselnya.


Tepat pukul 10:30 malam pintu kamarnya terbuka dan nampak lah sosok wanita cantik yang masuk kedalam kamar nya, Darren menatap Freya yang baru saja pulang.


"Dari mana saja kamu kenapa jam segini baru pulang?" Tanya Darren.


"Kamu baru beberapa hari tinggal disini sudah membuat masalah Freya, apakah kamu tidak memiliki rasa malu?" Ucap Darren, wahh lelaki ini benar-benar berniat melukai perasaan Freya habis-habisan dengan perkataan nya.


"Saya tidak pernah meminta untuk tinggal disini, kamu yang menjemput saya dan mengajak saya kesini jadi kamu tanggung saja konsekuensinya." Balas Freya, sebenarnya ia pulang tidak lama dari Darren. Hanya saja ia sengaja berdiam diri di dapur untuk membuat Darren kesal, dan berpikir jika Freya baru saja pulang.


"Jaga sikap kamu Freya saya ini suami kamu." Ucap Darren.


"Saya tahu Darren, tapi apakah kamu pernah menganggap jika saya ini istri kamu? Enggak kan, beberapa hari saya tinggal disini kamu selalu melakukan semuanya sesuka kamu." Ucap Freya.


"Ini rumah saya dan sudah menjadi hak saya untuk melakukan apa yang saya inginkan." Ucap Darren, Freya tertawa kecil mendengar perkataan Darren.


"Ohh baiklah, dan saya akan menjadi orang pertama yang akan menentang semua yang kamu lakukan bukankah itu adil." Ucap Freya, ia masuk kedalam kamar mandi begitu saja.

__ADS_1


"Freya tunggu hei Freya." Teriak Darren,


"Memangnya kamu pikir kamu bisa menindas aku hmmm, aku tahu kamu punya tujuan lain Darren." Ucap Freya di dalam kamar mandi.


"Tunggu ini kenapa malah dia yang bikin aku kesal, apakah dia sudah merasakan bahwa saya akan membuat dia terluka dengan perilaku saya." Ucap Darren, ia kembali duduk di sofa dan menunggu Freya keluar dari kamar mandi.


Tiga puluh menit kemudian Freya pun keluar dari kamar mandi, dan Darren menatap Freya yang santai tanpa mempedulikan kehadiran nya.


"Freya saya belum selesai bicara." Ucap Darren.


"Saya capek dan saya mau tidur, jika masih ada yang ingin kamu lakukan tidak apa-apa." Ucap Freya, lihatlah gadis itu malah mempermainkan Darren.


"Saya belum menyuruh kamu untuk tidur." Ucap Darren, ia memegang tangan Freya.


"Saya tidak perlu di suruh hanya untuk tidur Darren jadi lepaskan tangan saya." Ucap Freya, ia menepis tangan Darren dan berbaring dengan santai di atas tempat tidur.


Dan Darren mengepalkan tangannya melihat sikap Freya, ia merasa Freya sengaja membuat dirinya kesal.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2