Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 81


__ADS_3

Tengah malam tepat pukul 01:00 Freya merasa tubuhnya gerah karena terus bercanda dengan Darren, Freya melepaskan pelukan Darren hingga membuat lelaki itu menatap nya.


"Kenapa sayang?" Tanya Darren.


"Mau mandi sayang aku gerah badan aku lengket." Ucap Freya.


"Ini sudah malam kamu yakin mau mandi jam segini?" Tanya Darren.


"Iya sayang sebentar ya aku mandi dulu, kamu mau ikut mandi juga gak?" Tanya Freya.


"Enggak sayang aku nunggu kamu disini saja." Ucap Darren, Freya pun mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi.


Karena merasa jenuh di dalam kamar Darren memutuskan untuk keluar sebentar sambil mengambil air minum, ia ingat jika istrinya selalu ingin minum.


Sementara itu di kamar Ellen dan Alex terlihat Ellen yang nampak begitu gelisah, ia tidak bisa tidur dan merasa jenuh. Sementara Alex lelaki itu sudah terlelap dalam tidurnya.


"Darren lagi ngapain ya." Gumam Ellen, ia pun turun dari tempat tidur dan memutuskan untuk keluar dari kamar dengan hati-hati.


Ellen berjalan menuju kamar Freya yang pintunya sedikit terbuka, Ellen mengintip dan tidak melihat siapapun disana.


"Gak ada siapa-siapa tapi sepertinya Freya lagi mandi, terus dimana Darren." Gumam nya lagi, ia melihat ke bawah mungkinkah Darren berada di lantai satu.


Tanpa banyak berpikir lagi Ellen pun berjalan ke lantai satu, disana ia melihat lampu dapur yang masih hidup.


Tidak hanya itu Ellen juga melihat Darren yang sedang mengisi air putih di botol, dengan cepat Ellen berjalan mendekati Darren dan tanpa tahu malunya Ellen memeluk Darren dari belakang.


"Sayang kamu sudah selesai mandinya?" Tanya Darren, ia tidak mengetahui jika yang memeluk nya saat ini adalah Ellen.


"Kamu ini bicara apa si honey aku tidak mandi." Ucap Ellen, mendengar suara itu Darren tahu jika yang memeluk nya saat ini adalah Ellen.


"Lepaskan saya kau g*la Ellen?" Ucap Darren, ia ingin sekali memberontak dan mendorong Ellen tapi Darren tidak sejahat itu.

__ADS_1


Dia tahu Ellen sedang mengandung, selain itu juga semua orang pasti akan menyalahkan Darren jika Ellen kenapa-napa.


"Tidak, aku sangat merindukanmu honey ayolah." Ucap Ellen.


"Ellen lepas atau saya akan memakai cara yang kasar." Tegas Darren.


"Silahkan saja kamu pakai cara kasar aku tidak peduli, aku ini sayang sama kamu Darren aku hanya ingin kamu tapi kenapa kamu seperti ini. Tidak bisakah kamu menerima aku kembali hmmm, aku tahu aku salah dan maaf karena aku sudah menyakiti hati kamu." Ucap Ellen.


"Sudah saya katakan jangan ganggu saya ataupun istri saya, lepaskan sekarang Ellena!" Tegas Darren, Ellen yang tahu Darren mulai kesal pun melonggarkan pelukannya.


"Darren kenapa kamu seperti ini, kamu tahu aku tidak bisa melihat kamu dengan wanita lain kan. Kenapa kamu jahat?" Tanya Ellen.


"Kita sudah tidak ada urusan apapun lagi, dan sudah saya tegaskan berkali-kali kepada kamu jangan ganggu saya dan istri saya. Jangan sampai sikap kamu yang seperti ini akan membuat kamu menyesal lagi Ellen." Ucap Darren.


"Apa yang salah dengan sikapku? Aku hanya ingin kamu Darren aku mencintaimu." Lirih Ellen.


"Kamu sudah menjadi istri dari ayah mertua saya, dan satu lagi saya tidak mencintai kamu!" Tegas Darren, ia pergi tanpa mendengarkan jawaban Ellen.


"Kamu darimana sayang, dan ini kenapa wajah nya terlihat begitu kesal?" Tanya Freya, tanpa menjawab Darren memeluk tubuh mungil Freya.


"Maafkan aku." Lirih Darren.


"Kenapa?" Tanya Freya.


"Sayang aku janji aku akan selalu bersama kamu, aku akan selalu mencintai kamu, dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." Ucap Darren, membuat Freya semakin bingung.


"Kamu kenapa hmmm, ada masalah apa?" Tanya Freya, Darren melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Freya.


Darren mendekatkan wajah keduanya hingga akhirnya mereka berc*uman, Freya dan Darren tidak sadar jika pintu kamar nya masih sedikit terbuka.


Dan diluar Ellen mengintip apa yang dilakukan oleh Darren dan Freya, ia menitihkan air matanya saat mendengar perkataan Darren kepada Freya.

__ADS_1


"Eu*nghh." Freya melenguh karena tangan Darren yang tak bisa diam.


Dengan pelan-pelan Darren mengangkat tubuh Freya dan merebahkannya di atas tempat tidur, Darren dan Freya yang terbawa suasana pun sedikit sadar.


Sebelum melepaskan semua pakaian Freya dan pakaian nya Darren menoleh ke arah pintu yang sedikit terbuka lalu menutup dan mengunci nya, bersyukur Darren tidak melihat Ellen di depan kamar nya.


Ellen berdiri mematung mendengar suara des*han Freya, bukan hanya Freya Darren juga ikut bersuara membuat hati Ellen semakin sakit.


"Jahat kamu Darren, kamu bahkan sudah menjadi milik Freya seutuhnya. Aku saja belum pernah merasakan apa yang dirasakan oleh Freya saat ini." Lirih Ellen, hatinya seakan hancur.


Ellen menghapus air matanya dan berlari menuju kamarnya bersama Alex, Ellen langsung naik ke atas tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2