Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 32


__ADS_3

Tiga hari berlalu dan hari ini Freya di larang untuk pergi ke kantor oleh Alex, bukan apa-apa Alex hanya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Freya menjelang hari pernikahan nya nanti.


Dan saat Freya berjalan menuju gazebo belakang sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba saja Ellen menarik tangan Freya hingga Freya menghentikan langkah nya.


"Apa-apaan sih." Ucap Freya kesal, ya jika yang berhubungan dengan Ellen memang selalu membuat Freya emosi.


"Frey aku mau bicara sama kamu." Ucap Ellen.


"Gue sibuk!" Balas Freya.


"Aku gak peduli, aku hanya ingin bicara sama kamu." Balas Ellen.


"Lo tuh kenapa si Ellen kayaknya hidup lo gak pernah tenang, lo kenapa suka banget ganggu gue." Ucap Freya.


"Ya, ya karena kita memang harus bicara Frey." Balas Ellen.


"Oke apa yang mau lo omongin?" Ucap Freya.


Dan kejadian itulah yang membuat Freya sekarang berada di kantor milik Darren, ia duduk di sofa dan menatap Darren.


"Lo ada hubungan apa sama Ellen?" Ucap Freya, ia tidak bisa sopan karena memang ia tak menginginkan Darren.


"Ellen siapa Ellen?" Tanya Darren pura-pura tidak tahu.


"Lo gak usah bohong, kalau kalian tidak saling mengenal gak mungkin Ellen bilang gue harus batalin pernikahan ini. Lo jujur sama gue apa hubungan lo sama wanita itu?" Ucap Freya.


"No baby saya tidak ada hubungan apapun dengan dia, bahkan saya tidak tahu dia siapa." Ucap Darren, dalam hatinya ia mengumpat kepada Ellen yang berani-beraninya ikut campur urusan Darren.


"Darren dengar setelah pernikahan ini terjadi dan apapun tujuan lo gue gak peduli, kalau pun lo menikahi gue karena tujuan tertentu gue gak peduli sukur-sukur lo bikin gue bisa susul mami!" Ucap Freya, ia merasa akan ada yang akan terjadi setelah pernikahan nya dan Darren dilaksanakan.


"Cukup berpikir dan berbicara yang tidak-tidak Frey, saya tidak seburuk itu asal kamu tahu." Ucap Darren, ia menatap wajah cantik Freya ia berpikir apakah setelah ini dirinya akan menjadi orang paling jahat?

__ADS_1


Sore hari nya Darren meminta David untuk mengajak Ellen bertemu dengan nya, ia akan memberikan pelajaran kepada wanita j*l*ng itu.


"Darren." Lirih Ellen, kini mereka berada di suatu tempat yang terlihat sepi.


"Gue tunggu di luar kalau udah selesai bilang, biar nanti gue balikin lagi ini cewek ke kandang nya." Ucap David.


"Hmmm." Balas Darren.


"Babyh." Panggil Ellen, wanita itu berjalan mendekati Darren Ellen berniat untuk memeluk Darren.


"Jangan mendekat dan tetap di tempat." Ucap Darren.


"Darren why? Biasanya kamu paling suka jika aku memeluk kamu kan." Ucap Ellen.


"Ya, tapi itu dulu dan tidak untuk sekarang." Ucap Darren, Ellen menatap Darren dengan sendu.


"Kenapa?" Tanya Ellen.


"Cih, ternyata selain menjadi wanita tidak baik kamu juga menjadi wanita yang tidak tahu d*r*." Ucap Darren, membuat Ellen tercengang mendengar perkataan Darren.


"Apa maksud kamu Darren?" Tanya Ellen.


"Harusnya saya yang bertanya, apa maksud kamu meminta Freya untuk membatalkan pernikahan nya dengan saya? Apakah kamu belum puas menghanc*rkan hidup saya?" Ucap Darren.


"Nggak Darren bukan itu, aku hanya tidak ingin kamu bersama wanita yang tidak tepat." Ucap Ellen.


"Lalu wanita seperti apa yang tepat untuk saya? Apakah kamu pikir wanita seperti kamu yang tepat untuk saya?" Ucap Darren, Ellen terdiam ia tahu saat ini dirinya tidak termasuk dalam kriteria wanita yang diinginkan oleh Darren.


"Darren." Lirih Ellen.


"Cukup Ellen, jika sekali lagi saya tahu kamu melakukan itu kepada Freya akan saya pastikan kamu akan kehilangan semuanya." Ucap Darren.

__ADS_1


"Darren dengar aku dulu." Ucap Ellen.


"Jika kamu berusaha untuk membatalkan pernikahan saya dan Freya, maka akan saya pastikan kamu akan kehilangan Alex mungkin bukan hanya Alex kamu juga akan kehilangan anak yang ada dalam kandungan kamu. Satu lagi kamu juga tidak akan bisa bertemu lagi dengan kedua orang tua kamu." Ucap Darren, Ellen tercengang mendengar semua perkataan Darren. Kenapa Darren yang dulu sangat lembut kepadanya menjadi seperti ini.


"Ja-jangan aku mohon jangan." Lirih Ellen.


"Saya tidak pernah main-main dengan perkataan saya Ellen, jadi jika kamu ingin bermain-main maka persiapkan dulu diri kamu untuk konsekuensinya." Ucap Darren, Ellen menunduk ia benar-benar akan kehilangan Darren lelaki yang dulu selalu memanjakan dirinya.


"Maaf." Lirih Ellen, ia menitihkan air mata nya di hadapan Darren.


Namun hal itu sama sekali tidak membuat Darren bergeming, justru Darren berjalan pergi meninggalkan Ellen yang menangis dengan menundukkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2