
Malam hari Kanaya merasakan perutnya lapar, ia menatap Gabriel yang terlelap disampingnya.
"Gabriel," panggil Kanaya.
"Emmh, kenapa honey?" Tanya Gabriel.
"Gabriel aku lapar," jawab Kanaya.
Dengan cepat Gabriel membuka matanya dan duduk bersandar di tempat tidur, ia menatap Kanaya yang menatap nya dengan mata memelas.
"Kamu lapar? Kamu ingin makan apa honey?" Tanya nya lagi.
"Aku ingin makan soto ayam Gabriel." Lirih Kanaya.
"Soto ayam?" Beo Gabriel, lelaki itu mengalihkan pandangannya menatap jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul 00:30 yang artinya sekarang sudah jam setengah satu malam.
"Dimana aku harus mencari soto ayam di jam segini." Ucap Gabriel frustasi, Kanaya tersenyum tipis dan ikut duduk di samping Gabriel.
"Kamu tidak perlu keluar untuk membeli nya, karena aku ingin membuatnya sendiri." Ucap Kanaya.
"Apa? Enggak honey nanti kamu kelelahan, dokter bilang kamu harus istirahat total." Ucap Gabriel.
"Sayang ini sudah lebih dari seminggu aku bed rest, dan sekarang aku sudah baik-baik saja. Lagi pula aku tidak akan mengerjakan nya sendiri," ucap Kanaya, Gabriel memicingkan matanya menatap curiga kepada sang istri.
Dan disinilah Adisty, Laura, dan Alice berada di dapur kediaman Freya dengan bahan-bahan yang sudah siap di hadapan mereka.
Ya beberapa waktu yang lalu Kanaya mengatakan ia ingin memasak dibantu oleh Adisty, Laura, dan Alice, tentu saja hal itu membuat Gabriel terkejut namun demi kesenangan Kanaya dan calon anaknya Gabriel buru-buru keluar untuk membangunkan Adisty yang sedang bobok cantik dikamar nya.
Tidak hanya itu Gio juga ikut direpotkan karena harus menjemput Alice dan Laura, bahkan Gio mendapatkan omelan dari Laura dan Alice.
"Aduh nay harus banget ya kita yang masak, lo tau nay gue gak bisa masak. Mending lo suruh gue nyusun angka deh." Ucap Laura, ia benar-benar merasa lelah dan ngantuk.
"Sama nay mendingan kamu suruh aku joget parg*y deh nay, kalau gak minta aku untuk berpose gak apa-apa asal jangan masak." Ucap Alice, ia merasa takut jika harus berhadapan dengan dapur.
"Kak_" belum sempat Adisty menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Kanaya membungkam mulut sang adik ipar.
"Tidak usah khawatir keberadaan kalian disini hanya untuk membantu aku, bukan benar-benar memasak untukku." Ucap Kanaya.
"Sama aja gak si kita diem nya di dapur-dapur juga, gimana kalau pindah ke kamar aja nay." Ucap Laura, membuat Kanaya menyentil dahi Laura.
"Itu namanya molor Ra!" Ucap Kanaya.
"Awwh, nay sakit." Pekik Laura memegang kening nya.
"Haha, sabar kak lebih baik kita lakukan apa yang diinginkan oleh ibu hamil yang satu ini." Ucap Adisty.
"Merana sekali nasibku dist, sudah di kantor banyak kerjaan sekarang yang harusnya aku sedang mimpi indah bersama pangeran Diponegoro malah di suruh masak." Ucap Laura.
"Kamu gak ikhlas bantuin aku?" Ucap Kanaya.
__ADS_1
"Ikhlas nay ikhlas, ya ampun judes amat si lo." Ucap Laura, ia mulai membantu Kanaya mulai dari mencuci ayam dan menyiapkan bumbu yang lainnya.
"Ada apa si kok rame banget di dapur?" Tanya Freya yang mengejutkan Gabriel dan Gio.
Ya Gabriel dan Gio mengintip para wanita yang sejak tadi berdebat di dapur, keduanya menoleh menatap Freya.
"Mami ngapain?" Tanya Gabriel.
"Mami haus mau ambil minum, ini ada apa kok rame amat?" Ucap Freya lagi.
"Sini tante biar aku yang ambilkan, sebaiknya tante gak perlu ke dapur tan." Ucap Gio.
"Kenapa?" Tanya Freya lagi.
Gabriel pun menjelaskan apa yang diinginkan oleh Kanaya, dan tentu saja hal itu membuat Freya tertawa mendengar nya.
"Haha, ya ampun Gabriel calon anak kamu belum lahir saja sudah membuat resah para aunty nya." Ucap Freya.
"Ya gak beda lah tan sama papa nya." Ucap Gio.
"Ngomong apa kamu?" Ucap Gabriel.
"Gak aku gak ngomong apa-apa," balas Gio, Freya pun tersenyum manis.
"Yasudah mami balik ke kamar, Gio terimakasih air nya." Ucap Freya, Gio pun mengangguk dan tersenyum tipis.
"Kamu meragukan Kanaya?" Ucap Gabriel.
"Ya gak gitu Riel, tapi selama ini aku gak pernah lihat Kanaya ke dapur. Bagaimana jika masakannya gagal dan dia marah, kamu lupa semenjak hamil mood Kanaya berubah-ubah." Ucap Gio.
"Gak pernah si, aku gak pernah lihat Kanaya masak." Ucap Gabriel.
"Nah kan, siap-siap saja Riel cari restoran siap saji yang jual soto ayam buat jaga-jaga kalau masakannya gagal." Ucap Gio menepuk pundak Gabriel.
"Kak Laura ini kak Naya beneran bisa masak kan?" Tanya Adisty.
"Lah mana aku tahu dist," jawab Laura.
"H-hah, jangan bilang kalau Kanaya gak bisa masak." Ucap Alice.
"Aku gak tahu, tapi selama aku bersahabat dengan Kanaya memang gak pernah lihat dia berkutat di dapur." Ucap Laura.
"Matilah kita bertiga." Lirih Adisty.
"Haduh aku pasrah deh dist ya, aku ngantuk ini." Ucap Laura.
"Kalian kenapa?" Tanya Kanaya.
"Enggak, enggak kok kita gak apa-apa." Jawab Alice.
__ADS_1
"Bentar lagi mateng nih soto nya." Ucap Kanaya antusias.
"Iya semoga enak," lirih Alice.
Kini semua orang sudah duduk di meja makan menatap soto ayam buatan Kanaya dan pasukannya, dari tampilan nya terlihat menggugah selera.
"Mari makan," ucap Kanaya senang.
"Mari makan," balas Adisty yang mulai memasukan soto ayam kedalam mulutnya.
"Dist kenapa?" Tanya Laura.
"Enak kan?" Ucap Kanaya, Adisty diam matanya memerah.
"Disty enak?" Tanya Alice, dengan susah payah Adisty menelan makanan yang sudah berada di mulutnya.
"Kalian coba saja sendiri ini tidak mengecewakan." Jawab nya.
"Gila ini soto apa air laut asin banget ya tuhan." Batin Adisty.
Ia menatap Kanaya yang semangat menyantap soto buatan nya, sampai sepersekian detik Kanaya meneteskan air matanya dan membuat Gabriel panik.
"Honey kenapa?" Tanya Gabriel.
"Sayang ini soto ayam apa air laut kok asin banget." Ujar nya, buru-buru meminum air.
"Asin? Emang lo kasi garam nya segimana?" Tanya Laura.
"Ya setengah garam yang ada di tempatnya lah, gue kan pikir kita buatnya banyak Ra taunya malah kayak gini." Ucap Kanaya, Laura dan Alice menahan tawa nya.
"G*la pantes asin." Ceplos Adisty, yang mendapat tatapan tajam dari Gabriel.
"Gak enak kan huhu sayang aku gagal." Lirih Kanaya.
"Eh, enggak kok kak Naya gak gagal kan kita bisa nyoba lagi nanti." Ucap Adisty, membuat Alice dan Laura ternganga.
"Sudah tidak apa-apa sayang jangan sedih kasihan baby nya, sekarang kamu mau apa nanti aku belikan." Ucap Gabriel, Kanaya tersenyum menatap Gabriel sambil menghapus air matanya.
"Beneran?" Tanya Kanaya.
"Tentu," balas Gabriel.
"Aku mau jagung bakar sayang," ucap Kanaya.
"Baiklah aku akan minta Gio mencari jagung bakar nya." Ucap Gabriel.
"No, aku mau kita semua yang membeli nya ke puncak Bogor." Ucap Kanaya dengan senyuman bahagia nya.
"Apa!" Pekik semua orang yang ada disana.
__ADS_1