
"Eum, nay aku pulang ya udah malem juga." Ucap Laura yang sejak tadi menemani Kanaya.
"Ra ngin-" ucapan Kanaya terhenti saat Darren masuk kedalam kamar putra dan menantu nya.
"Boy," panggil Darren.
Laura terkesima melihat ketampanan Darren yang masih sama seperti dulu, Darren dan Gabriel bahkan terlihat seperti pinang dibelah dua.
"Dad aku akan menjadi seorang Daddy." Ucap Gabriel memeluk Darren.
"Syukurlah nak Daddy senang mendengar nya, jaga istrimu jangan biarkan dia kelelahan." Ucap Darren, Gabriel pun mengangguk mengiyakan perkataan sang Daddy.
"Sayang kamu mau hadiah apa untuk kehamilan kamu ini nak?" Tanya Darren, tanpa di duga-duga Alex dan Ellen juga berkunjung kerumah Darren dan Freya.
"Benar sayang kamu juga mau hadiah apa dari ayah dan Daddy untuk kehamilan kamu?" Ucap Alex.
"Eum sebaiknya kita bicara di ruang keluarga saja gimana? Kanaya gak enak masa Kanaya duduk ayah dan Daddy berdiri." Ucap Kanaya, akhirnya merekapun setuju dan berjalan menuju ruang keluarga.
"Jadi gimana sayang kamu mau apa dari buna?" Ucap Ellen.
"Ayok kak bilang saja kakak minta apa nanti dijamin langsung ada." Ucap Adisty, gadis cantik itu tak henti-hentinya menggandeng tangan Laura dan Alice. Bukan apa-apa Adisty hanya tidak ingin Laura merasa terabaikan berada di tengah-tengah keluarga nya.
"Tunggu dong yang paling syantik ketinggalan nih." Ucap Grace yang akhirnya muncul juga bersama dengan David dan Gio.
"Aaaa aunty syantik," pekik Adisty.
"Hallo my baby girl." Ucap Grace yang langsung memeluk Adisty, tak lupa menciumi wajah cantik Adisty.
"Hai uncle," sapa Adisty kepada David.
"Hallo baby girl," ucap David tak jauh beda dengan Grace ia juga memeluk Adisty.
"Kenapa jadi ramai seperti ini?" Ucap Gabriel.
"Tentu saja ramai kami ingin merayakan kebahagiaan itu bersama." Ucap Grace.
Tidak ada Meisya disana karena sudah dikasi tahu pun Meisya enggan untuk datang, bukan apa-apa ia masih meragukan Cindy dan takut jika Cindy akan memberi tahu Safira jika saat ini Kanaya juga sedang mengandung. Yang lebih Meisya takutkan lagi adalah takut jika Cindy akan mencelakai Kanaya, sungguh Meisya tidak ingin itu terjadi kepada Kanaya.
"Jadi Kanaya kamu ingin hadiah apa?" Tanya Alex.
"Kanaya tidak ingin apa-apa ayah sungguh, melihat kalian berkumpul seperti ini saja sudah membuat Kanaya senang." Ujar nya.
"Alhamdulillah nay kamu mendapatkan keluarga yang luar biasa baik dan menyayangi kamu, aku senang semoga dengan ini kamu merasakan kebahagiaan yang besar." Batin Laura.
"Belum pulang?" Tanya Gio kepada Laura.
__ADS_1
"E-eh belum, tadi baru mau pulang tapi sepertinya Kanaya sedang sibuk bersama keluarga nya jadi belum sempat ijin." Ucap Laura.
Alice dan Adisty menatap Laura yang berbincang dengan Gio, kedua wanita itu saling pandang dan tersenyum tipis.
"Kakak minta helikopter atau gak pulau aja gimana?" Ucap Adisty.
"Pulau? Boleh juga jika Kanaya menginginkan nya." Ucap Alex, mata Laura dan Kanaya terbelalak mendengar nya.
"Tidak yah, sungguh Kanaya tidak menginginkan itu." Ucap Kanaya.
"Tidak apa-apa sayang ayah akan tetap memberikan nya untuk kamu sebagai hadiah kehamilan kamu, dan ayah tidak menerima penolakan untuk itu." Ucap Alex.
"Ayah," lirih Kanaya.
"Sudah sayang tidak apa-apa." Ucap Gabriel, sejujurnya ia juga merasa tidak enak namun Gabriel tahu Alex tidak suka dengan penolakan.
"Baiklah terimakasih banyak ayah." Ucap Kanaya.
"Lalu dari Daddy kamu ingin apa sayang?" Tanya Darren.
"Dad seperti nya Daddy gak usah kasi apa-apa." Ucap Kanaya.
"Helikopter aja dad," ceplos Adisty Darren tertawa dan mengangguk.
"No problem sayang." Ucap Darren, Kanaya hanya bisa diam saja atas permintaan aneh dari keluarga Gabriel.
"Uncle sepertinya tidak perlu." Ucap Kanaya dan Gabriel.
"Terima saja sayang jangan nolak rejeki pamali." Ucap Grace.
"Ini," ucap David langsung menyerahkan sebuah kunci mobil.
"Wooww kontan guys." Ucap Alice dan Adisty girang.
Laura tersenyum melihat keharmonisan keluarga Gabriel, sesekali Gio menatap Laura yang sedang tersenyum manis.
"Kontan dong biar keren," ucap David, mereka semua pun tertawa bahagia.
"Tunggu-tunggu ini Meisya kirim pesan." Ucap Grace, semua orang diam mereka tahu alasan Meisya tidak datang.
*Pesan chat*
Meisya: Grace tolong katakan maafku kepada Kanaya karena tidak bisa datang, tapi untuk hadiah aku tidak akan melupakan itu. Aku sudah mengirimkan hadiah untuk keponakan tercinta dan tersayangku❤️.
Begitulah isi pesan dari Meisya, dan benar saja tidak lama kemudian mbak datang membawa sebuah kado.
__ADS_1
"Permisi tuan dan nyonya ini ada paket dari nyonya Meisya untuk non Kanaya." Ucap mbak.
"Aunty Mei kenapa harus repot-repot, aku tidak menginginkan ini." Lirih Kanaya.
"Ini tuan," ucap mbak menyerahkan itu kepada Gabriel.
"Dibuka sayang," ucap Freya.
Dengan hati-hati Freya pun membuka kado itu dan terkejut saat melihat isinya, sebuah perhiasan berlian lengkap dengan kalung, gelang, cincin dan anting nya.
"Terimakasih aunty," lirih Kanaya ia menitihkan air matanya.
Kanaya tidak pernah menyangka akan berada di tengah-tengah keluarga seperti ini, ia benar-benar bahagia luar biasa saat ini.
...
"Ra nginep aja gimana ini sudah malam." Ucap Kanaya.
"Ia sayang sebaiknya kamu menginap saja, gak baik anak perawan pulang malam-malam seperti ini." Ucap Freya.
"Aku gak enak tante sebaiknya aku pulang saja." Ucap Laura lagi.
"Ayah tidak mengijinkan kamu pulang Laura, apa kata tante dan Kanaya benar kamu bisa menginap dan tidur bersama Adisty atau Alice." Ucap Alex.
Tanpa sengaja Laura menatap Gio dan lelaki itu mengangguk yang membuat Laura terkejut, Gio sendiri langsung salah tingkah atas tindakannya sendiri.
"Eum, baiklah kalau begitu tante." Lirih Laura.
"Kak ayok ke kamarku saja kakak pasti lelah kan sudah menemani kak Naya seharian." Ucap Adisty, Laura pun mengangguk dan mengikuti langkah kaki Adisty.
"Laura," panggil Gio.
"I-iya pak ada apa?" Tanya Laura.
"Eum, selamat beristirahat dan besok jangan sampai terlambat ke kantor." Ucap Gio, membuat Adisty dan Alice yang mengintip dibalik pintu menganga.
"Ucapan macam apa itu." Cibir Alice.
"Haha ngadi-ngadi emang kak Gio," kekeh Adisty.
"Ba-baik pak kalau begitu saya kedalam dulu." Ucap Laura, Gio pun mengangguk sementara Adisty dan Alice buru-buru melompat ke atas tempat tidur agar Laura tidak curiga.
"Kita tidur bertiga gak apa-apa kan kak?" Tanya Adisty.
"Eh, iya gak apa-apa kok." Jawab nya.
__ADS_1
"Sini kak ganti pakai baju tidur punyaku aja gak apa-apa ya masih baru kok belum aku pakai." Ucap Adisty, Laura mengangguk dan tersenyum manis.
Ditengah-tengah kebahagiaan Kanaya berada di keluarga yang begitu baik, Laura juga ikut merasakan kehangatan dan perhatian mereka.