
"Sya selamat ya atas pernikahan kamu dengan Leo, aku akan selalu ada untuk kamu sya cerita kalau ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan. Jangan pernah merasa kalau kamu sendiri, kamu gak sendirian sya ada aku dan Freya yang sayang sama kamu." Ucap Grace, Meisya menunduk dalam dan kembali menitihkan air matanya.
"Makasih Grace." Lirih Meisya.
"Aku harap pernikahan kamu akan berakhir seperti pernikahan Freya dan Darren ya sya, aku harap Leo bisa benar-benar mencintai kamu, selain itu aku juga akan mendoakan agar hubungan om Alex dan Freya kembali membaik ya om. Kamu harus semangat sya ingat kamu bukan wanita yang lemah." Ucap Grace.
"Makasih Grace makasih banyak." Ucap Meisya, mereka pun berpelukan.
"Sayang happy wedding day nak, maafkan Daddy yang selalu egois memaksakan kehendak Daddy. Maaf kalau akhirnya kamu juga menjadi korban sama seperti Freya, mulai hari ini ijinkan Daddy menjadi orang tua terbaik untuk kamu dan Freya ya sya." Ucap Alex, kini mata lelaki itu berkaca-kaca.
"Dad makasih, tapi Meisya mohon perbaiki hubungan Daddy dengan Freya. Meisya tahu Freya terluka saat ini, Meisya dan Freya gak bisa berjauhan seperti ini dad. Kita saling menyayangi kenapa Daddy tega memisahkan aku dengan adikku." Ucap Meisya.
"Ssstt, Meisya Daddy janji jika nanti Darren bisa Daddy temui Daddy akan memperbaiki semuanya." Ucap Alex, Meisya pun mengangguk senang mendengar perkataan Alex.
"Cih, lihat itu seharusnya Freya yang menikah dengan lelaki itu dan kamu menikah dengan Darren Ellen." Ucap mama Ellen, yang hadir di acara pernikahan Meisya dan Leo.
"Mam stop bahas Darren disini, mam Ellen sadar semua ini terjadi karena kesalahan Ellen dan keserakahan Ellen. Seandainya Ellen bisa menjaga hati dan kepercayaan Darren, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Freya, Meisya, dan Meira itu korban atas kesalahan Ellen." Ucap Ellen, membuat mama nya terperangah.
"Apa kata kamu Ellen? Kamu gak salah justru mereka lah yang salah, mereka yang merebut Darren dari kamu." Ucap mama Ellen, ia tak terima Ellen menyalahkan dirinya sendiri.
"No mam, aku yang salah sebelum Freya menikah dan mengenal Darren Ellen lebih dulu Menikah dengan mas Alex. Ellen mengandung anak mas Alex saat Meira istri pertama mas Alex masih hidup, bagaimana bisa mama mengatakan Freya yang merebut Darren sementara Freya saja pulang ke indo setelah Meira meninggal." Ucap Ellen.
"Tidak menyangka akhirnya anda menyadari kesalahan anda nyonya Gustove." Ucap seorang lelaki yang tiba-tiba muncul.
"D-david." Ucap Ellen terkejut.
"Kenapa tidak dari dulu anda menyadari itu hmmm, seandainya anda sadar lebih dulu mungkin tidak akan merusak hubungan antara ayah dengan putrinya." Ucap David lagi.
"Jangan sembarangan kamu anak saya tidak salah." Ucap mama Ellen yang terus membela putrinya.
"Waaah, nyonya setiap orang tua memang akan membela putrinya dalam keadaan apapun, tapi tidak pada saat putrinya melakukan kesalahan. Jika putri anda saja sudah menyadari kesalahannya, kenapa anda bersikeras menolak kenyataan yang jelas-jelas ada di hadapan anda." Ucap David.
"David cukup." Ucap Ellen.
"Loh kenapa? Bukankah apa yang saya katakan itu benar nyonya Gustove." Ucap David.
__ADS_1
Grace yang saat itu berada di dekat Meisya pun menoleh dan mendapati David yang sedang berbincang dengan Ellen dan mama nya, karena penasaran Grace pun memutuskan untuk mendekati David.
"Pak David." Panggil Grace.
"Grace kamu disini?" Tanya David polos.
"Tentu saja, Meisya sepupu saya dan sudah pasti saya ada disini untuk menghadiri acara pernikahan Meisya." Balas Grace.
"Oh begitu." Balas David.
"Bapak sendiri ngapain disini?" Tanya Grace yang mulai penasaran.
"Oh ini saya diminta oleh nona Freya untuk melihat keadaan disini, sekalian memberikan hadiah pernikahan untuk nona Meisya." Balas David.
"Hadiah pernikahan? Freya nya ikut pulang gak?" Tanya Grace.
Meisya dan Leo menoleh mendengar nama Freya di sebut-sebut, begitupun dengan Alex dan Ellen yang langsung menatap ke arah Grace dan David.
"Ada apa ini?" Tanya Meisya.
"Benar nona, sebelumnya nona Freya dan tuan muda Darren meminta maaf karena tidak dapat hadir di acara pernikahan nona Meisya dan tuan Leo. Maka dari itu nona dan tuan muda meminta saya untuk memberikan hadiah pernikahan ini kepada kalian berdua." Ucap David menyerahkan sebuah kunci.
"Pak David." Lirih Meisya.
"Nona bisa melihat hadiah nya diluar." Balas David.
Tanpa menunggu lama Meisya dan semua orang pun berjalan keluar dari ruangan itu, Meisya tercengang melihat mobil sport mewah sudah terparkir didepan hadapannya.
"Sya really? Ini kan mobil yang kamu mau sya." Ucap Grace, ya itu adalah mobil limited edition yang Meisya inginkan.
Air matanya luruh dan Meisya terisak ternyata Freya tidak berubah, adiknya itu masih sama seperti dulu selalu mengetahui apa yang Meisya inginkan.
Itu artinya bukan Freya yang berubah melainkan keadaan yang tidak lagi sama, Meisya mendekati mobil itu dan terisak dalam.
__ADS_1
"Frey aku kira kamu dan suami kamu yang jahat, aku kira Darren yang membuat kamu berubah ternyata aku salah. Bukan kalian yang jahat melainkan keadaan yang memisahkan kita Frey." Lirih Meisya
"Lihatlah Frey kamu bahkan mengirimkan hadiah mewah untuk kakak kamu, apakah sebahagia itu kamu mendengar kabar pernikahan kami? Apakah suami kamu sekarang lebih mampu membahagiakan kamu dibandingkan dengan aku? Sekaya itukah suami kamu Frey sampai kalian tidak segan-segan merogoh kocek yang tidak sedikit demi memberikan hadiah pernikahan untuk aku dan Meisya." Batin Leo.
Grace tersenyum akhirnya ia bisa melihat Meisya tersenyum meskipun air mata terus mengalir di pipinya, Grace mendekati Meisya dan memeluk Meisya.
"Freya dan Darren peduli sama kamu sya, Freya sayang sama kamu. Posisi kamu tidak tergantikan di hatinya, kamu tetap kakak terbaik untuk Freya. Udah ya, kita happy happy dulu sekarang jangan sedih-sedih lagi." Ucap Grace.
"Emmm, iya Grace." Ucap Meisya.
"Kamu dengar kalian itu dua orang yang paling penting dalam hidup aku, kamu jangan berpikir buruk tentang Freya dan Darren. Begitupun sebaliknya aku akan selalu mengingatkan Freya jika kamu adalah kakak terbaik untuk Freya." Ucap Grace.
David menatap dalam Grace yang sedang berbicara dengan Meisya, ternyata selain Meisya dan Freya ada Grace juga seorang wanita penyayang dan tulus.
Meskipun kadang Grace suka cerewet dan menyebalkan, tapi tidak menutup kemungkinan jika Grace juga wanita baik.
"Makasih Grace, makasih banyak kamu selalu bisa menjadi penengah antara aku dan Freya." Ucap Meisya, kedua wanita itupun berpelukan hangat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ