
"Kak." Lirih Adisty masih dengan rasa terkejutnya menatap Gabriel yang saat ini duduk di bibir ranjang.
"Kenapa?" Tanya Gabriel santai.
"Kau g*la?" Ucap Adisty.
"Aku waras." Balas Gabriel masih menikmati wajah terkejut adiknya.
"Kenapa kakak memberikan uang begitu banyak padaku?" Tanya Adisty.
"Itu karena kamu menolak untuk membeli mobil dan apartemen." Jawab Gabriel.
"Tapi apakah harus sebanyak ini?" Tanya sang adik lagi.
"Itu sesuai dengan harga mobil yang aku tawarkan." Ucap Gabriel, padahal nominal itu ditambah dengan harga kalung yang diinginkan oleh Fira.
"Kakak sudah seperti sugar daddy untukku." Ucap Adisty tertawa.
"Kali ini kau yang g*la." Ucap Gabriel.
"Haha, aku tidak perlu bekerja jika seperti ini karena ada kakak yang akan membuat rekeningku membengkak." Ujarnya lagi.
"Lagian tidak ada yang menyuruh kamu untuk bekerja." Ucap Gabriel lagi.
"Jika seperti ini terus aku akan sulit untuk menikah." Ucap Adisty menutupi wajahnya dengan bantal.
"Kenapa begitu?" Tanya Gabriel.
"Karena aku akan mencari lelaki seperti kakak itu pasti akan sulit sekali." Ujarnya melemparkan bantal yang menutupi wajahnya ke atas, hal itu membuat Gabriel tertawa gemas dengan kelakuan adiknya.
"Haha, tidak akan ada yang seperti aku." Ucap Gabriel membanggakan dirinya.
"Kalau begitu aku tidak akan menikah kalau tidak menemukan lelaki seperti kakak." Ucap Adisty tertawa.
__ADS_1
"Haha, kenapa tidak mencari yang seperti daddy saja." Goda Gabriel.
"Oh yang seperti kakak saja sulit bagaimana yang seperti daddy." Ucap Adisty, Gabriel tertawa kecil dan menatap adiknya.
"Ck, kalau begitu aku tidak akan membiarkan adikku di dekati dengan mudahnya, kau itu adikku satu-satunya jika aku, daddy dan mami saja begitu menyayangi kamu maka kau harus mendapatkan lelaki yang bisa menyayangi kamu dengan tulus." Ucap Gabriel, Adisy mengangguk senang mendengar perkataan sang kakak ia benar-benar merasa seperti seorang princess.
...
Di kediaman Meisya dan Leo terlihat jika Cindy sedang duduk santai di sofa ruang keluarga, Meisya ini sudah lelah memnta putrinya untuk bergabung dengan saudara nya yang lain. Cindy itu tidak seperti Alicia, Adisty, Gabriel dan Gio entah menurun dari siapa sikap cueknya itu.
"Cindy apa kau tidak bosan hanya berdiam diri di rumah hmmm, mami saja yang melihat kamu merasa bosan Cindy." Ucap Meisya.
"Mami harusnya bersyukur karena aku lebiih suka di rumah daripada bermain keluar seperti Alice." Ucap Cindy.
"Memangnya kenapa jika Alice suka jalan keluar toh dia pergi juga bersama dengan Gabriel atau Adisty." Ucap Meisya.
"Ya terserah mami lah ya." Ucap Cindy.
"Kamu ini kenapa, apakah kamu betengkar dengan Alice?" Tanya Meisya.
"Mereka dekat dengan Alice karena Alice yang selalu mau menemani saudaranya kapanpun mereka butuh, sementara kamu baru sekali Adisty meminta antar kepada kamu untuk pergi ke toko buku tapi kamu sudah menolak nya dengan alasan panas, malas dan sedang tidak mood untuk pergi kalau begitu bagaimana mereka akan dekat dengan kamu." Ucap Meisya mencoba memberikan pengertian kepada putrinya.
"Mami selalu saja membela Alice." Kesal Cindy.
"Mami berbicara fakta sayang, bahkan kamu saja tidak pernah berkunjung ke rumah grandpa ataupun aunty Freya. Hilangkan kebiasaan buruk kamu ini Cindy jika tidak maka tidak akan ada yang mau berteman dengan kamu." Ucap meisya berlalu pergi menuju kamar nya.
Kali ini Gabriel dan Alice berkumpul di rumah Gio, Grace yang melihat anak-anak berkumpul pun langsung menanyakan soal Cindy dan Adisty kepada anak-anak itu.
"Cindy gak ikut main lice?" Tanya Grace.
"Enggak kak gak tau kenapa." Ucap Alice.
"Oh gitu, Adisty gak kamu ajak Riel?" Kali ini bertanya kepada Gabriel.
__ADS_1
"Adisty sedang sibuk dengan nov*l nya aunty." Uacap Gabriel, Grace tertawa karena Gabriel sampai hafal kebiasaan adiknya.
"Waaah hati-hati si Adisty jadi korban ceo muda di dunia nov*el." Ucap Alice.
"Udah terkontaminasi lice contohnya si Gabriel ajak Disty keluar aja nolak tu bocah." Ucap Gio.
"Haha iya juga ya." Ucap Alice.
"Tapi ada bagusnya si." Ucap Gabriel.
"Kenapa?" Tanya Gio dan Alice.
"Mengurangi tugas buat ngawasin Adisty dia cewek harus ekstra ngawasin nya." Ucap Gabriel.
"Nah, haha pantes lo adem-adem aja si Adisty ngurung di rumah." Ucap Gio, Gabriel hanya tersenyum saja mendengar perkataan Gio.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.