Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 82


__ADS_3

Keesokan harinya semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan, karena hari ini hari libur mereka memutuskan untuk berlibur ke kota Band*ng.


Alex melihat anggota keluarga kurang dua orang, ia tak melihat Freya dan Darren disana hingga menanyakan nya kepada Meisya.


"Mei Freya dan Darren mana ya kok belum kelihatan?" Tanya Alex.


"Kurang tahu aku dad mungkin Freya dan Darren belum bangun." Jawab Meisya.


"Tapi dia tahu kan kalau hari ini kita akan pergi berlibur?" Ucap Alex lagi.


"Sepertinya mereka belum tahu dad, kalau sudah mungkin Freya akan bangun sejak tadi." Ucap Meisya lagi.


"Gak apa-apa lah om kan kita bisa bersiap lebih dulu sambil menunggu Freya dan Darren bangun, toh ini juga masih terlalu pagi." Ucap Grace.


"Kalian ini bagaimana justru karena masih pagi kita menghindari kemacetan jalanan kota, kalau siang sedikit saja pasti ramai dan macet." Ucap mama Ellen.


"Loh kita kan mau berlibur dan akan menginap juga jadi santai saja, kasihan Freya dan Darren siapa tahu mereka tidak bisa tidur semalam." Ucap Meisya.


"Tidak bisa tidur apanya mereka masuk ke kamar lebih dulu dari pada kita, memang dasar Freya nya saja yang tidak bisa merubah diri." Ucap mama Ellen, dan tak lama kemudian terlihat Freya dan Darren datang.


"Selamat pagi maaf kami telat." Ucap Freya.


"Iya tidak apa-apa sayang ayok kita sarapan." Ucap Alex, Freya dan Darren pun ikut duduk bergabung dengan yang lain.


"Kamu ini bagaimana si Frey harusnya kamu bisa merubah diri dong, kamu sudah memiliki suami harusnya kamu bisa bangun lebih dulu dari suami kamu." Ucap mama Ellen.


"Iya maaf tante lagian kan aku juga gak telat-telat amat " Ucap Freya.


"Ya meskipun begitu tetap saja kamu membuat kami semua menunggu." Ucap mama Ellen, ia sengaja ingin menjelekkan Freya di hadapan Darren.


"Ah, maaf jika saya dan Freya membuat kalian menunggu. Freya sudah bangun sejak subuh kok hanya saja saya yang menahan Freya untuk keluar dari kamar, bukankah wajar jika seorang istri menuruti keinginan suaminya." Ucap Darren, membuat mama Ellen diam ia tak pernah jika lagi-lagi Darren membela Freya.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa kok lagian gak usah dengerin omongan mama, kalian bisa melakukan apapun yang kalian mau." Ucap Alex.


"Terimakasih, saya melakukan itu karena saya masih merasa ngantuk dan Ingin selalu memeluk istri saya." Balas Darren lagi.


"Yang udah bucin mah beda pagi-pagi mainnya peluk-pelukkan." Goda Grace.


"Haha, sabar Grace." Balas Meisya, di tengah-tengah sarapan mereka melakukan perbincangan.


"Oiya Frey Daddy dan Meisya berencana untuk mengajak kamu dan Darren berlibur ke Band*ng, kami harap kamu mau ikut bersama kami. Toh juga kan kita sudah lama tidak berlibur bersama." Ucap Alex.


"Aku si ikut saja dad tapi bagaimana Darren juga, kalau Darren mau ikut sudah pasti Freya juga akan ikut." Ucap Freya.


"Jadi bagaimana Darren apakah kamu bisa ikut bersama kami?" Tanya Alex, Darren terlihat diam sejenak untuk berpikir.


"Gue harap si Darren mau deh biar sekalian juga bikin si rubah betina gondok, kapan lagi bikin hati Ellen hanc*r melebur." Batin Grace, ia juga menatap Darren menunggu jawaban dari suami sahabat sekaligus saudara nya itu.


"Baiklah saya akan ikut bersama dengan kalian, lagian juga kasihan Freya jika tidak ikut dengan keluarganya." Ucap Darren, disini Darren terlihat bijak dia mengesampingkan dulu rasa tak suka nya kepada Alex dan Ellen.


"Tentu saja tidak apa-apa sayang." Balas Darren, Freya pun tersenyum manis kepada Darren.


"Ini apa-apaan sih kenapa lagi-lagi mereka menebar kemesraan di hadapan aku, mama juga kenapa pakai memojokkan Freya sudah tahu Darren selalu membela Freya." Batin Ellen kesal.


Setelah selesai sarapan semua orang pun memutuskan untuk pergi ke kamar nya masing-masing, mereka akan bersiap-siap untuk pergi berlibur.


Di dalam kamar nya Freya menatap Darren yang duduk sambil memainkan ponselnya, sementara wanita itu merapikan barang-barang nya.


"Kamu kenapa menyetujui permintaan Daddy, bukankah kamu tidak menyukai Ellen dan Daddy ku?" Tanya Freya, Darren tersenyum manis dan berjalan mendekati Freya.


Lelaki itu berjongkok di hadapan Freya yang sedang duduk di lantai, Darren menangkup wajah cantik Freya.


"Sayang aku tidak bukan tidak menyukai Daddy kamu, aku hanya tidak menyukai sikap Daddy kamu. Dan itu bukan berarti aku melarang kamu untuk menghabiskan waktu bersama dengan Daddy dan keluarga kamu, aku sudah bilang kamu prioritas aku sekarang. Kamu kesayangan aku Frey, aku gak mau kamu kehilangan satupun momen bersama keluarga kamu. Dan soal Ellen aku memang tidak menyukainya, aku membencinya dan aku jujur sayang." Ucap Darren, lagi-lagi perkataan Darren membuat Ellen yang selalu menguping di depan pintu kamar Freya tersakiti.

__ADS_1


"Sebegitu benci nya kamu sama aku ren." Lirih Ellen, karena merasa kecewa Ellen memilih untuk turun kebawah dan menunggu yang lainnya di ruang keluarga.


"Kak gue seneng banget karena Ellen nanti akan lihat sebucin apa Darren kepada Freya, gue gak sabar bikin dia sadar kalau Darren sudah bukan Darren yang dulu lagi." Ucap Grace.


"Benar sekali Grace, aku juga berharap dia taubat saja." Balas Meisya, Grace pun mengangguk menyetujui perkataan Meisya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2