Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 117


__ADS_3

Alex, Freya dan yang lainnya pun duduk berbincang di ruang keluarga. Sampai akhirnya Freya merasakan sakit di perutnya, ia mencengkram erat tangan Darren dan Alex karena Freya duduk di apit oleh suami dan juga Daddy nya.


"Aduh." Pekik Freya.


"Loh Frey kamu kenapa?" Tanya Meisya.


"Kakak perut aku kak." Teriak Freya.


"Hey sayang kenapa berteriak hmmm, kenapa ada apa honey?" Ucap Darren.


"Sayang ya ampun perut aku sakit." Ucap Freya memekik.


"Hah?" Ucap semua orang terkejut.


"Frey tahan Frey kita kerumah sakit sekarang." Ucap Grace.


Leo hanya bisa terdiam melihat Darren yang begitu perhatian terhadap Freya, ia langsung menatap Meisya yang merasa khawatir dengan kondisi Freya yang terlihat kesakitan.


"Frey tahan sayang kita akan kerumah sakit ya." Ucap Meisya.


"Darren sepertinya Freya akan melahirkan." Ucap Alex, membuat wajah Darren terlihat merah padam.


"Sayang tahan ya kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Darren, tanpa menunggu lama Darren pun langsung menggendong tubuh Freya.


Dan saat Darren mengangkat tubuh Freya berjalan membawa istrinya keluar, Ellen berpapasan dengan Darren ada rasa iri di hati Ellen melihat Darren begitu siaga untuk istrinya.


"Mas Freya kenapa?" Tanya Ellen.


"Freya akan melahirkan sayang." Ucap Alex, ya hubungan Alex dan Ellen mulai membaik sejak Ellen tidak lagi mendengarkan perkataan ibunya yang menurut Alex justru akan merusak hubungan pernikahan nya dengan Ellen.


"Apa?" Elen pun memekik.

__ADS_1


Dan ya Ellen sudah melahirkan beberapa bulan yang lalu, bayi Ellen di urus oleh suster yang dipercaya oleh Alex.


...


Di rumah sakit terlihat tuan dan nyonya Dirgantara datang, orang tua Darren itu langsung memeluk Darren secara bergantian.


"Sayang bagaimana keadaan Freya nak?" Tanya mama Darren.


"Ma Freya masih di dalam." Ucap Darren.


"Kalau Freya di dalam kenapa kamu tidak menemani Freya?" Kesal papa.


"Pa Darren gak sanggup melihat Freya kesakitan." Jawab Darren, Alex dan yang lain hanya bisa diam saja.


"Lalu ada siapa di dalam?" Tanya mama.


"Ada Ellen dan Meisya yang menemani Freya." Jawab Darren.


"Mama kamu benar Darren, saat dulu Meira melahirkan Freya dia selalu memanggil nama Daddy. Dia berkata suatu saat nanti jika tuhan menghendaki Meira ingin menemani Freya melahirkan, namun jika semua itu tidak bisa ia lakukan maka Meira berharap suami Freya lah yang akan selalu menjadi garda terdepan untuk Freya dalam keadaan apapun." Ucap Alex, air matanya menetes mengingat perjuangan Meira melahirkan Freya putri tercinta mereka.


"Kak Darren mana kak." Lirih Freya, Ellen menitihkan air matanya melihat wajah pucat Freya.


"Tuhan maafkan kesalahan ku yang telah merebut kebahagiaan dua gadis cantik ini, tapi aku berjanji pada diriku sendiri aku yang akan memberikan kebahagiaan untuk Freya dan Meisya. Mbak Meira maafkan semua kesalahanku dimasa lalu, dan aku mohon kali ini ijinkan aku menjadi ibu sambung yang baik untuk kedua putrimu ini mbak. Dan untuk kamu tenanglah disana, aku akan menjaga suami beserta anak-anak mu." Batin Ellen, ia menundukkan kepalanya tanpa sadar mengecup kening Freya yang penuh dengan peluh membasahi wajahnya.


"Freya Darren pasti akan masuk untuk menemani kamu, dan sekarang kamu tenang dulu ya Frey banyak-banyak berdoa." Ucap Ellen, Freya mengalihkan pandangan nya menatap Ellen yang menggenggam tangan dan setia menemaninya.


"Mami." Lirih Freya tiba-tiba, membuat Meisya dan Ellen saling memandang.


"Freya, sadar Frey kamu harus banyak berdoa." Ucap Ellen.


"Hiks, mami sakit." Ucap Freya berusaha mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Sya ini gimana sya kenapa dokter belum juga datang." Ucap Ellen.


"Tenang mah pembukaan Freya belum memenuhi syarat." Ucap Meisya, ya wanita itu sudah cukup berdamai dengan segala situasi bahkan perlahan Meisya mulai menerima Ellen.


"Freya mama disini kamu tenang ya, mama yakin mami kamu juga pasti ada disini untuk menemani kamu." Ucap Ellen, Freya menatap dalam wajah Ellen yang terlihat tulus.


"Sakit mah." Lirih Freya, akhirnya Freya mau menyebut Ellen dengan sebutan mama.


"Hiks, kamu kuat sayang mama disini bersama dengan kamu." Lirih Ellen.


Meisya menatap Ellen yang ikut menangis, kini Meisya yakin jika Ellen benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2