Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 176


__ADS_3

Di ruang kerja nya Leo tercengang mendapatkan kabar yang membuatnya terkejut bukan main, bagaimana tidak jika hari ini akan menjadi hari yang sangat menyebalkan saat ia harus mengetahui fakta jika beberapa klien membatalkan kerja sama mereka dan para pemegang saham menjual saham-saham mereka.


"Bo*oh bagaimana ini bisa terjadi?" Murka Leo kepada orang kepercayaannya.


"Ini sangat sulit untuk kami cegah tuan, para pemegang saham mengatakan jika harga yang ditawarkan si pembeli sangat besar." Ujarnya.


"Arrrggg, si*l kenapa semua ini terjadi!" Teriak Leo.


"Siapa orang yang membeli saham-saham mereka?" Tanya Leo.


"Saya dengar mereka menjual saham mereka kepada satu orang tuan, dan saya harus memberi tahu sesuatu lagi kepada anda tuan." Ucap nya.


"Apa?" Tanya Leo.


"Tuan Darren dan tuan Alex juga ikut menarik saham milik mereka," ucap orang kepercayaan Leo.


"Apa?" Teriak Leo, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia alami sekarang.


"Dan-" ucapan orang itu terhenti saat Leo menatapnya dengan tajam.


"Atas persetujuan dari non Meisya tuan Alex juga menarik saham nona tuan." Ucap orang kepercayaan Leo.


Duarrr! Bagai disambar petir disiang bolong tubuh Leo oleng dan duduk di atas sofa.


Meisya wanita yang selama ini selalu mendukungnya kini malah ikut menghancurkan dirinya, kenapa semua terjadi diluar ekspektasi Leo?


Leo yang sedang bergelut dengan pikirannya pun dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering menandakan panggilan masuk, yang ternyata sang mama yang menghubungi dirinya.


*Panggilan telepon*


Mama: Leo kamu dimana?


Leo: Aku di kantor ma ada apa?


Mama: Pulang sekarang Leo papi kamu marah-marah!


Leo: Ya ampun apalagi ini,


Mama: Kamu ini kenapa cepat pulang sekarang!


Panggilan telepon pun terputus dan mau tidak mau Leo harus pulang sekarang, lelaki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tidak butuh waktu lama Leo sampai dirumahnya.


"Mam," panggil Leo berjalan kedalam rumah terlihat berantakan.

__ADS_1


"Kamu bilang Meisya tidak akan menceraikan kamu Leo? Lalu ini apa?" Ucap sang papi melemparkan sebuah map coklat kepada Leo.


Leo membuka map itu dan matanya terbelalak saat melihat surat perceraian yang dikirim oleh orang suruhan Meisya, Leo terduduk menatap nanar surat itu.


"Sudah papi katakan jangan membuat masalah dengan keluarga Alex, kamu selalu menyepelekan semuanya Leo Nathan!" Teriak papi Leo.


"Gara-gara ini juga perusahaan papi disita oleh Alex karena sebagian besar perusahaan itu di danai oleh Alex, bo*oh kamu Leo!" Ucap papi Leo murka.


Niat hati dirinya ingin membuat Darren hancur malah dirinyalah yang lebih dulu hancur, ternyata ia salah mencari masalah dengan Darren dan keluarganya.


"Aku harus bertemu dengan Meisya," lirih Leo.


"Untuk apa? Kamu mau memohon-mohon kepada mei?" Tanya sang mami.


"Mi kita bisa bangkrut kalau seperti ini, mami tahu klien membatalkan kerja sama nya dengan perusahaan ku dan para pemegang saham juga sudah menjual sahamnya ke orang lain mi. Yang lebih parah daddy, Darren dan Meisya menarik saham mereka dari perusahaan ku." Ucap Leo membuat mami Leo tercengang.


"Karena kecerobohan dan keegoisan Cindy malah membuat semuanya berantakan, anak itu benar-benar sama seperti mendiang ibunya!" Kesal papi Leo.


"Pi bisa untuk tidak menyebut mendiang ibu Cindy? Dia sudah tenang disana Pi." Ucap Leo.


"Ya mendiang ibunya tenang disana sementara kita disini dibuat kesulitan, kamu juga kenapa tidak kamu hamili saja Meisya dan mendapatkan anak dari wanita itu!" Ucap papi Leo.


"Aku tidak mencintai Meisya Pi," lirih Leo.


...


"Daddy sudah menarik saham kamu di perusahaan Leo sya." Ucap Alex, membuat Meisya menatap sang daddy.


"Iya dad," balas Meisya.


"Kamu tidak marah kepada daddy yang bertindak seperti ini?" Tanya Alex lagi.


"Tentu tidak, aku tahu apa yang daddy lakukan untuk melindungi aku kan." Balas Meisya.


"Daddy senang jika kamu mengerti Mei, daddy akan berdoa untuk kebahagiaan kamu." Ucap daddy Alex.


"Melihat daddy, Freya, Alice, dan mama bahagia itu sudah lebih dari cukup untukku dad." Balas Meisya.


"Sya," panggil Ellen.


"Iya mah." Jawab Meisya.


"Di depan ada Leo sya." Ucap Ellen.

__ADS_1


"Untuk apa lagi lelaki itu kesini," kesal Alex.


"Entahlah dad, biar Meisya temui Leo dulu." Balas Meisya.


"Hati-hati sayang jika ada apa-apa teriak saja," ucap Alex.


"CK, di depan banyak bodyguard dad." Balas Meisya tertawa kecil.


"Sya," panggil Leo menatap Meisya yang berjalan mendekat.


"Ada apa kamu kesini mas?" Tanya Meisya datar.


"Kamu benar-benar ingin berpisah dengan aku sya?" Tanya Leo.


"Aku harap kamu tanda tangani surat itu mas!" Ucap Meisya.


"Aku tidak ingin berpisah dengan kamu sya aku mohon!" Ucap Leo memohon.


"Tapi aku ingin kita berpisah mas, lagipula tidak ada lagi alasan untuk aku bertahan dengan kamu." Ucap Meisya lagi.


"Sya ada Cindy sya, dia putri kita dan butuh kamu." Ucap Leo lagi.


"Cindy putrimu mas dan bukan putriku, aku harap kamu setuju dengan keputusan aku." Ucap Meisya.


"Cih, kamu pikir kamu siapa sya mau berpisah denganku? Kamu pikir akan ada laki-laki yang mau dengan kamu yang sudah tua seperti ini? Kamu itu harusnya sudah memiliki cucu ini malah mau bercerai!" H*na Leo.


"Aku ingin berpisah dengan kamu bukan karena aku ingin mencari laki-laki lain mas, aku bisa menghidupi diriku sendiri." Ucap Meisya.


"Tidak akan ada yang mau menikah dengan anak pung*t seperti kamu sya!" Ucap Leo lagi.


"Kamu sadar mas bukankah jika aku tidak berpisah dengan kamu posisi Cindy akan sama denganku hanya seorang anak angkat, kamu pikir anak kamu itu siapa? Dia hanya anak yang aku rawat karena kasihan!" Balas Meisya.


"Jangan mengh*na putriku Meisya!" Bentak Leo.


"Kamu sendiri mengh*naku mas! Kamu memang tidak pernah berubah, dan aku semakin yakin untuk berpisah dengan kamu!" Ucap Meisya berlari masuk kedalam rumah.


"Meisya aku tidak mau berpisah dengan kamu." Teriak Leo lagi.


"Kenapa lagi tuh di wong gendeng?" Tanya Alex.


"Gak tahu dia gak jelas dad, mei ke kamar dulu!" Ucap Meisya.


"Leo ini gak ada kapok-kapok nya." Ucap Ellen.

__ADS_1


"Sudah biarkan saya dia berteriak seperti orang g*la, sebaiknya kita tidur aku akan meminta para bodyguard untuk mengusir Leo!" Ucap Alex, Ellen pun mengangguk dan pergi ke kamar untuk beristirahat.


__ADS_2