Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 25


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari sudah terlihat gelap dan Freya baru saja keluar dari kantor nya, gadis cantik itu menunduk dan tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya dari belakang.


"Emmmhh." Pekik nya, Freya mencoba untuk memberontak namun sesuatu yang ia hirup membuat kepalanya pusing.


Kunci mobil Freya terjatuh dari tangan nya yang lunglai kebawah, matanya tertutup dan tubuh nya mulai melemas bekapan itu membuat Freya kehilangan kesadaran nya.


"Buka pintu mobil." Ucap seorang lelaki yang menggendong tubuh mungil Freya.


"Woy." Panggil seorang lelaki yang melihat seseorang menggendong tubuh mungil Freya yang tidak sadarkan diri.


"Cepat jalan." Ucap lelaki itu, mobil pun melaju kencang membelah jalanan kota.


Lelaki yang tadi membuka topeng yang menutupi wajahnya, ia menatap wajah cantik Freya.


"Bisa-bisanya Darren benar-benar menjalankan dendam nya kepada gadis ini, dan bo*oh nya gue nurut atas rencana yang dia buat." Ucap David mengatai dirinya sendiri.


Tidak menunggu waktu lama mereka pun sampai di sebuah villa milik Darren, disana terlihat mobil mewah Darren sudah terparkir dengan rapi.


"Mau di kamar mana?" Tanya David kepada Darren yang sedang duduk santai.


"Kamar utama." Jawab Darren, David mengangguk dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar utama.


"Darren Lo yakin cara ini akan berhasil membuat Alex meminta Lo menikahi putrinya?" Ucap David.


"Hmmm, gak ada orang tua yang ingin anak nya ternoda, jika Alex berpikir gue sama Freya sudah melakukan nya itu hal yang bagus. Karena jika tidak di nikahkan putrinya akan memiliki anak tanpa suami." Ucap Darren, David mengingat Ellen yang hamil di luar nikah.


"Dan Lo mau Freya berfikir jika ini karma atas perbuatan Daddy nya dan Ellen?" Ucap David, Darren mengangguk David tertawa ia tak percaya jika ot*k licik Darren benar-benar sadis.


Tanpa menunggu lama Darren meminta pelayan di villa nya untuk melepaskan jas dan kemeja Freya namun tidak dengan rok nya, Darren bersyukur karena Freya memakai ribbed crop.


Sementara Darren melepaskan kemeja kerja nya hingga kini dirinya telanjang dada, Darren menutupi tubuhnya dan tubuh Freya dengan selimut sementara itu David memotret keduanya.


Dalam foto semuanya terlihat seperti nyata, dan keduanya terlihat seperti sudah melakukan sesuatu karena posisi Freya yang menghadap ke tubuh Darren dan tangan Darren yang memeluk Freya.


...

__ADS_1


Keesokan harinya Freya terbangun dan menatap ruangan tersebut, ia mengerutkan keningnya karena tidak tahu dimana dirinya sekarang.


"Aku dimana." Gumam nya, Freya terbelalak dan langsung melihat dirinya memeriksa pakaiannya yang ternyata Freya hanya mengenakan ribbed crop lalu dimana jas dan kemeja yang kemarin ia pakai.


"Arggghh, apa yang sebenarnya terjadi." Geram Freya, dan ponsel nya terus berdering menandakan panggilan masuk.


"Daddy, untuk apa Daddy dan Meisya terus menelpon." Gumam nya, Freya turun dari tempat tidur dan mengambil kemeja nya yang tergeletak di sofa.


Setelah itu ia menjawab panggilan dari Daddy nya.


*Panggilan telepon*


*Freya: h**allo dad_ (belum sempat selesai bicara sang Daddy langsung memotong perkataan Freya*.)


Daddy: Dimana kamu pulang sekarang, apakah Daddy mengajarkan kamu untuk menjadi wanita mur*han? Apakah mami dan Daddy pernah mengajarkan kamu untuk menjadi wanita yang mudah di sentuh oleh lelaki lain.


Freya: Lelaki? Lelaki apa yang Daddy maksud?


Daddy: Jangan bohong Freya Daddy tahu kamu tidak pulang karena bermalam dengan seorang lelaki.


Freya: What? Daddy aku tidak bermalam dengan siapapun.


Daddy: Freya Daddy tidak ingin mendengar alasan apapun, ajak lelaki itu ke rumah dan kamu pulang sekarang!


Freya: Daddy lelaki siapa Freya tidak paham apa yang Daddy maks_


"Kau sudah bangun honey." Suara lelaki terdengar membuat Freya menoleh, ia menatap Darren yang hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya.


"Apa katamu?" Ucap Freya, Darren yang tahu jika Alex sedang menghubungi putrinya pun langsung mendekati Freya.


"Kenapa hmmm, bukankah semalam kau sangat menyukainya." Ucap Darren memainkan sebelah alis nya.


Daddy: Freya tidak ada alasan dan bantahan apapun, Daddy mau kamu pulang sekarang ajak lelaki yang saat ini sedang bersama kamu!


Alex pun mematikan panggilan telepon nya, dan Freya menatap tajam Darren yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Siapa kau?" Ucap Freya.


"Kau lupa?" Ucap Darren.


"Berhenti untuk berpura-pura polos di hadapanku, aku tahu kau yang sengaja menjebak ku kan. Aku tidak melakukan apapun denganmu tapi kenapa kamu mengatakan itu saat Daddy ku menelpon." Ucap Freya.


"Apakah aku harus mengatakan alasannya." Ucap Darren bersikap sok manis.


"Tentu saja kamu merugikan ku, kau membuat waktu ku terbuang sia-sia." Ucap Freya.


"Itu semua aku lakukan karena ingin kau melahirkan anak untukku." Ucap Darren, membuat Freya refleks men*mpar pipi mulus Darren.


"Jaga mulutmu, kita tidak saling mengenal dan jaga sikapmu terhadapku." Ucap Freya, ia memakai kemeja dan jas nya kembali.


"Kau mau kemana?" Ucap Darren.


"Bukan urusanmu." Ucap Freya, Darren tersenyum sinis dan berkata.


"Jika kau tidak mengajakku untuk bertemu dengan Daddy mu, maka aku akan menyebarkan foto kita saat sedang tidur." ucap Darren, Freya menghentikan langkahnya dan mengepal.


"Lakukan." Ucap Freya.


"Kau yakin? Bagaimana jika foto yang ini." Freya terbelalak, dan dengan terpaksa ia membiarkan Darren untuk ikut ke rumah nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2