
Di kediaman Meisya kini semua keluarga sudah berkumpul begitupun dengan Cindy sebagai tersangka, Cindy menunduk dia sendiri bingung kenapa Meisya mengumpulkan para keluarga disini.
Dari orang yang paling Cindy takuti yaitu Alex dan Ellen, juga kedua orang tua Leo sudah ada disana. Bahkan orang yang dibenci nya juga ada yaitu Kanaya dan Alice, ya Alice yang selalu berpihak dan membela Kanaya.
"Jadi ada apa Mei kamu meminta Daddy dan mama kesini?" Ucap Alex.
"Maaf dad kalau Meisya mengganggu waktu kalian semua, tapi Meisya mengumpulkan kalian semua untuk memberi tahu ini." Ucap Meisya meletakkan tes pack itu di atas meja keluarga.
"Apa itu?" Tanya semua orang.
"Tes pack? Apakah kakak hamil lagi?" Tanya Freya, membuat semuanya menatap Meisya.
"Kamu hamil lagi Mei?" Tanya Ellen, ia sangat terkejut dan jika memang Meisya hamil lagi tentu saja Ellen akan merasa senang begitu pikirnya.
"Enggak mam, itu bukan milikku." Ucap Meisya.
"Jika bukan punya kamu lalu punya siapa Mei?" Tanya mami Leo, Cindy sendiri terlihat heran ada apa sebenarnya.
"Aku menemukan itu di kamar mandi Cindy mi." Jawab Meisya.
"Apa?" Pekik para orang tua, mendengar perkataan Meisya membuat Cindy langsung panik wajahnya berubah menjadi pucat.
"Bagaimana bisa kamu menemukan itu di kamar Cindy Mei?" Ucap mami Leo.
"Mei tidak tahu mi, Mei juga heran kenapa bisa Cindy menyimpan tes pack ini. Jika ini milik temannya tidak mungkin, selama ini Cindy tidak pernah mengajak siapapun untuk menginap disini." Ucap Meisya.
"Cindy jelaskan!" Ucap papi Leo, sementara Alex dan keluarganya masih diam.
"Opa itu bohong, mami berbohong itu bukan milikku opa." Ucap Cindy mengelak.
"Apa katamu? Cindy mami tidak pernah mendidik kamu menjadi anak yang seperti ini, tapi kenapa sikapmu sangat mengecewakan dan melukai mami." Ucap Meisya.
"Mam harusnya aku yang bertanya kenapa mami tidak pernah percaya kepadaku, aku ini putri mami tapi mami selalu meragukan apapun yang aku lakukan." Ucap Cindy, ia berdiri dari duduk nya menatap nyalang kepada Meisya.
"Baik, jika kamu merasa itu bukan milikmu jelaskan milik siapa benda itu? Selain itu kita pergi ke dokter kandungan untuk memastikan apakah kamu benar hamil atau tidak!" Ucap Meisya yang kini sudah berdiri menatap tajam Cindy.
"Segitu gak percaya nya mami kepadaku?" Tanya Cindy, air matanya luruh membasahi pipinya.
"Bagaimana mami bisa percaya jika melihat pergaulan kamu Cindy, kamu terlalu bebas diluar sana seperti anak yang tidak memiliki keluarga." Teriak Meisya.
__ADS_1
"Ya, aku memang tidak memiliki keluarga aku sendirian. Kalian terlalu fokus dengan pekerjaan kalian, dan Adisty, Alice, Gabriel dan Gio adakah dari mereka yang bersedia menemani aku?" Ucap Cindy.
"Jangan menyalahkan orang lain," tegas Meisya.
"Jelas aku harus menyalahkan orang lain disini, karena semenjak kehadiran Kanaya semuanya berubah. Mereka lebih suka bersama dengan Kanaya daripada bersamaku, mereka menjauhi aku karena Kanaya." Ucap Cindy dengan lantang.
"Jangan menyalahkan Kanaya Cindy, kami semua seperti ini karena sikapmu. Kau tahu jika Gabriel sudah menikah lalu kenapa kamu masih berpihak kepada Safira, aku yakin kamu tahu jika bayi yang dikandung Safira bukan anak Gabriel.
Tapi kenapa kamu terus membela nya, bahkan beberapa kali kamu berusaha untuk melukai Kanaya? Jika sikapmu seperti itu bagaimana bisa kamu berada di pihakmu, kenapa kau menjadi begitu lic*k Cindy." Ucap Alice.
"Tutup mulutmu Alice, kau juga sama kau menjadi satu-satunya keluarga yang paling aku benc* karena selalu membelanya." Tunjuk Cindy kepada Alice, membuat Meisya semakin murka.
Pl***k, Meisya mendaratkan tangannya di pipi Cindy.
"Mami," lirih Cindy.
"Meisya!" Pekik semua orang.
"Kau selalu melewati batasan mu Cindy, katakan milik siapa tes pack itu Cindy?" Bentak Meisya.
"Sayang tenanglah." Ucap Leo berusaha menenangkan Meisya.
"Milikku kenapa? Kalian mau marah kepadaku silahkan, kalian mau membenci ku juga tidak masalah bagiku." Raung Cindy.
"Kenapa aunty mau marah atau mau memuk*l aku seperti mami? Puk*l aku aunty puk*l, kalian semua tidak ada yang sayang kepadaku." Ucap Cindy.
"Cindy kenapa kamu melakukan ini nak? Kamu tahu ini akan sangat merugikan dirimu sebagai wanita sayang." Ucap Ellen, ia mencoba lembut agar Cindy tidak semakin terluka.
"Ini semua karena aunty Freya menikahkan Gabriel dengan Kanaya." Ucap Cindy, air mata mengalir deras di pipinya.
"Apa maksudmu Cindy?" Tanya Freya.
"Aunty kenapa harus Kanaya, tidak bisakah aunty melihat aku yang selalu dekat dengan aunty? Jika ingin menantu yang baik aku juga bisa menjadi menantu dan istri yang baik untuk aunty dan Gabriel, kenapa susah-susah aunty mencari sosok Kanaya?" Ucap Cindy.
Gabriel, Kanaya, Adisty dan Alice juga semua orang yang ada disana tercengang mendengar perkataan Cindy, begitupun Darren dan Alex kedua lelaki itu terlihat bungkam saking terkejutnya.
"Cindy kamu dan Gabriel itu saudara sepupu nak, jangan aneh-aneh." Ucap mami Leo.
"Kenapa oma? Bukankah sudah banyak orang-orang yang menikah dengan sepupunya?" Ucap Cindy.
__ADS_1
"Kau benar-benar sudah g*la Cindy." Ucap Alice.
"Ya aku g*la Alice, aku gila karena jatuh cinta kepada Gabriel. Tapi aku bisa apa? Selama ini aku selalu bersikap baik kepada kalian berharap kalian akan menjodohkan aku dengan Gabriel, tapi nyatanya? Jauh-jauh aunty menemui orang tua Kanaya demi menjadi gadis misk*n itu menantu aunty." Ucap Cindy.
"Tutup mulutmu Cindy, Kanaya itu istriku dan asal kamu tahu aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu. Jangankan kepada kamu Cindy, kepada Safira pun aku tidak mencintainya sama sekali." Ucap Gabriel.
"Kau tidak mencintaiku karena sudah terlanjur hadir Kanaya dalam hidupmu Gabriel, jika saat ini kau belum menikah dengan nya apakah kau yakin tidak akan jatuh cinta kepadaku?" Ucap Cindy.
"Kak jaga sikapmu, bukankah seorang wanita harus memiliki harga diri? Lalu kenapa kau bersikap berlebihan seperti ini?" Ucap Adisty.
"Karena kakakmu Adisty." Ucap Cindy.
"Cukup, siapa ayah dari bayi yang kau kandung?" Ucap Alex.
"Kenapa ayah ingin tahu, bukankah selama ini ayah tak peduli kepadaku?" Ucap Cindy.
"Siapa bilang? Cindy ayah memang diam tapi ayah selalu memantau kalian dari kejauhan, soal ini anggap ayah kecolongan karena kamu memang sulit dan selalu berada jauh dari pengawasan ayah." Ucap Alex, Cindy diam menatap Alex dengan nanar.
"Ayah yakin bertanya siapa ayah bayi yang aku kandung?" Tanya Cindy.
"Tentu, katakan nak siapa ayah dari bayi itu? Bukankah seorang anak membutuhkan kehadiran ayahnya." Ucap Alex.
"Gio." Jawab Cindy membuat semua orang terkejut bukan main.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.