Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 27


__ADS_3

"Daddy tidak menerima penolakan lagi Freya." Ucap Alex, kini Alex dan kedua putrinya berada di dalam ruang kerja Alex.


"Dad aku di jebak daddy harus percaya sama aku." Ucap Freya.


"Frey tapi jika kamu di jebak bagaimana bisa dia menjebak kamu? Bukankah selama ini tidak ada yang berani menyentuh keluarga Gustove." Ucap Meisya.


"Kak ayolah semuanya sudah berubah, lo tahu semenjak mami gak ada semuanya tidak sama lagi dan lo denger kan marga yang tersemat di nama dia." Ucap Freya.


"Hmmm, bukan berasal dari keluarga biasa saya." Ucap Meisya.


"Hanya orang-orang tertentu yang berani menyentuh keluarga Gustove." Balas Alex.


"Dad aku gak mau menikah." Lirih Freya.


"Kamu harus menikah Freya, pikirkan bagaimana jika foto itu tersebar luas bagaimana pemikiran lelaki di luar sana tentang kamu." Ucap Alex.


"Dad itu tidak akan terjadi." Ucap Freya.


"Tidak akan terjadi katamu? Dia saja berani mengirim itu kepada daddy bagaimana jika masyarakat tahu tentang foto itu. Kita bisa membasmi satu orang tapi kita tidak bisa meringkus seluruh orang yang menggunakan sosial media." Ucap Alex, Meisya dan Freya terdiam apa yang dikatakan oleh Alex benar.


Ini jaman modern semua orang menggunakan sosial media bagaimana jika ada yang memposting foto itu, selain malu perusahaan yang saat ini di kelola oleh Freya juga mungkin akan kena dampak nya. Tidak itu tidak boleh terjadi, perusahaan milik mami harus tetap aman, hanya itulah yang ada di pikiran Freya saat ini.


Sementara itu di kediaman keluarga Dirgantara terlihat mama Darren yang sangat heboh mencari keberadaan suaminya sambil memegang ponsel, ia begitu terkejut dengan pesan yang baru saja di terima nya.


"Pa, papa." Teriak mama memanggil suaminya.


"Papa sini pa lama banget." Kesal mama.


"Ada apa si ma teriak-teriak?" Tanya papa.


"Lihat pa ini Darren kan pa ini Darren tidur sama wanita pa, pa apa yang sudah dilakukan oleh putra kita pa." Ucap mama menangis.


"Ma wajah nya tidak terlihat jelas belum tentu kalau itu Darren." Ucap papa.


"Pa kalau ini bukan Darren lalu siapa? Jelas-jelas putra kita hanya Darren." Ucap mama, papa pun terdiam apa yang dikatakan oleh istrinya benar sekali. Jika di kirim ke keluarga Dirgantara itu sudah pasti ada sangkut paut dengan putranya.


"Kurang asem itu anak, di tinggal Ellen jadi g*la kah dia? Hubungi Darren sekarang dan minta dia untuk pulang." Ucap papa, mama pun mengangguk dan langsung menghubungi Darren.


Sore hari Darren pulang untuk menemui kedua orang tuanya yang selalu meminta dirinya untuk segera pulang, tanpa banyak bicara Darren pun duduk di sofa menatap kedua orang tuanya yang sudah duduk tenang disana.

__ADS_1


"Ada apa papa dan mama meminta aku untuk segera pulang?" Tanya darren, mama meletakan ponselnya di meja lalu menatap Darren.


"Jelaskan apa maksud dari foto itu?" Ucap mama, Darren meraih ponsel mama dan tercengang melihat foto dirinya dan Freya yang juga di kirim ke mama nya oleh David.


"Jelaskan, apa aku dan mama mu pernah mengajarkan kamu untuk memandang rend*h wanita Darren?" Ucap papa.


'Bo*oh David benar-benar bo*oh kenapa dia juga mengirim nya kepada mama." Batin Darren dengan kesal.


"Darren kenapa kamu diam tolong jelaskan kepada mama dan papa." Ucap mama, Darren pun memijit pelipis nya yang terasa sakit.


"Ma ini tidak seperti apa yang mama dan papa lihat." Ucap Darren.


"Lalu bagaimana yang sebenar nya." Ucap papa.


Darren terdiam dan sedikit berfikir sepertinya menjelekan Freya di hadapan kedua orang tuanya akan membantu untuk Darren membalaskan dendam nya menyakiti Freya, bukankah jika Freya terluka Alex juga sebagai orang tua akan terluka.


"Aku dan dia mab*k ma pa, dan tanpa sadar kami melakukan nya." Ucap Darren, papa bangun dari duduk nya dan melayangkan tamp*ran kepada Darren.


Plaaakkkk....


"Ashhh." Desis Darren.


"Papa dan mama tidak pernah membatasi pergerakan dan pergaulan kamu Darren, tapi kenapa kamu bisa lepas kendali. Papa dan mama tidak pernah menerima foto seperti itu saat kamu masih bersama dengan Ellen, apakah di tinggalkan oleh Ellen membuat kewarasan kamu hilang." Ucap papa.


Mendengar nada be*ci yang keluar dari mulut papa nya membuat Darren sedikit berpikir, berpikir apakah Freya bisa tahan akan kebe*cian kedua orang tuanya.


"Pa kami melakukan nya tanpa sadar." Ucap Darren.


"Darren gadis mana yang sudah kamu nodai nak? Bagaimanapun kalian melakukan nya kamu harus tetap bertanggung jawab." Ucap mama.


"Aku tidak mau menikahinya ma." Ucap Darren.


"Jangan jadi baj*ngan Darren, kau sudah melakukan kesalahan bagaimana jika gadis itu hamil. Ajak dia kemari untuk bertemu mama dan papa." Ucap papa Darren, Darren terdiam dan menatap kepergian papa nya.


Dan tidak lama kemudian mama nya juga ikut pergi meninggalkan Darren, melihat kepergian mama nya Darren langsung merogoh saku celana nya untuk menghubungi David ia ingin David menemuinya.


Di sinilah Darren dan David berada di sebuah ruangan vvip restoran, Darren menatap David yang tersenyum tanpa dosa.


"Bagaimana kerja ku bagus bukan." Ucap David.

__ADS_1


Darren ingin sekali melempar cangkir yang berada di hadapan nya e wajah David, lelaki itu benar-benar membuat Darren sangat emosi.


"Bo*oh kenapa kau mengirim nya ke mama dan papa juga." Umpat Darren.


"Loh bukankah itu hal yang bagus? Freya tidak akan curiga jika dia di jebak karena kau juga kena dampak nya." Ucap David.


"David setidaknya kau berbicara dulu padaku, kau tahu ini pertama kalinya aku merasakan pukulan papa." Ucap Darren.


"Kau menerima nya? Hahaha akhirnya kan merasakan itu." Ucap David tertawa puas.


"Kau sengaja melakukan nya?" Ucap Darren, melihat wajah serius Darren David pun menghentikan tawa nya.


"Ck, sorry tidak begitu." Ucap David.


"Cih." Cibir Darren, David pun tersenyum tipis dan menikmati makanan nya sementara Darren ia tak bernafsu untuk makan dan hanya menikmati kopi miliknya saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2