Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 46


__ADS_3

Satu minggu berlalu hari ini Freya menjalani kehidupan nya seperti biasa, ia sudah tidak lagi memikirkan apa yang terjadi dalam hidupnya.


Freya sibuk di kantor nya ia menolak siapapun yang datang ingin menemui dirinya kecuali Grace, ya Grace adalah sahabat sekaligus rekan kerja Freya di kantor.


"Freya lo mau sampai kapan seperti ini hmmm, kakak dan Daddy lo sudah berapa kali datang ke kantor dan lo nolak untuk bertemu dengan mereka." Ucap Grace.


"Gue gak mau bertemu orang-orang yang hanya akan membuang waktu gue." Ucap Freya.


"Freya lo boleh kecewa sama Daddy tapi lo gak bisa bersikap sama kepada Meisya, bagaimanapun dia kakak lo dia peduli dan khawatir sama lo Frey." Ucap Grace, Freya menyandarkan tubuhnya dan menatap Grace.


"Gue selalu menemui Meisya tapi gak di kantor Grace, gue menemui Meisya di apartemen. Mungkin Meisya sengaja datang ke kantor agar tidak terlalu melukai Daddy, agar Daddy berpikir gue bersikap sama kepada Meisya ataupun Daddy." Balas Freya.


"Lalu bagaimana dengan hubungan lo dan Darren? lo gak boleh lari dari masalah Frey gak boleh lemah, kalau emang lo gak mau sama Darren kan bisa untuk mengakhiri semuanya. Tapi jika lo ingin memberikan kesempatan atas hubungan ini maka perbaiki semuanya dari sekarang." Ucap Grace, Freya terdiam ia sendiri bingung harus bagaimana.


"Gue gak tau sejauh ini gue belum kepikiran harus apa dan bagaimana." Ucap Freya.


"Gue denger mama nya Darren sayang banget sama lo, bahkan dia tidak membiarkan Darren pulang sebelum lo pulang." Ucap Grace.


"Iya gue tahu." Balas Freya.


"Lo tahu tapi masih bisa bersikap santai?" Ucap Grace terkejut dengan sikap Freya.


"Ya emangnya gue harus apa?" Ucap Freya.


"Ya kenapa gak lo manfaatin aja keadaan ini, mama Darren sayang tulus sama lo kan." Ucap Grace.


"Gue gak mau manfaatin orang yang udah tulus sama gue." Balas Freya simpel.


"Gak gitu maksudnya, lo manfaatkan keadaan Frey dan buktiin ke Ellen kalau mama Darren sangat menyayangi seorang Freya. Gue yakin si Ellen bakal kepanasan apalagi dulu kan hubungan Darren dan Ellen gak di restui orang tua Darren." Ucap Grace.


"Caranya gimana?" Tanya Freya.

__ADS_1


"Nanti kalau Darren bujuk lo untuk balik ke rumah lagi, di iya in aja tapi dengan syarat Darren gak boleh bersikap seenaknya sama lo." Ucap Grace.


"Semoga lo setuju sama rencana gue ya Frey, gue gak mau sahabat gue jadi janda muda. Gue gak mau pernikahan lo hancur hanya karena masalah masa lalu dan dendam Darren yang gak jelas, gue mau liat sahabat bahagia gue yakin kok kalau Darren udah jatuh cinta sama lo dia akan jaga lo semampu dia gue yakin itu." Batin Grace.


"Apa-apaan, gak gue gak setuju itu sama aja lo mau bikin gue dan Darren baik kan gue gak mau." Ucap Freya.


"Ya ampun Frey ayolah, lebih bagus lo hamil anak nya Darren itu akan membuat Ellen semakin kepanasan." Ucap Grace.


"G*la rencana lo ini benar-benar gila ya Grace, ini sama aja lo mau bikin Darren jatuh cinta sama gue." Ucap Freya.


"Nah itu emang itu rencana gue Frey, bagus kan ide gue." Balas Grace masih dengan percaya diri nya.


"Bagus pale lo botak." Ucap Freya, Grace mencebikan bibirnya ternyata membod*hi Freya tidak semudah itu pemirsa.


Dan di tempat lain terlihat Darren sedikit murung lelaki itu lebih pendiam dari biasanya, ia merasa hidupnya benar-benar berantakan. Apakah ini balasan dari kelakuan nya yang berniat menyakiti Freya.


"Lo kenapa?" Tanya David yang tiba-tiba muncul.


"Lo gak usah bohong ren, lo pasti lagi mikirin Freya kan sekarang." Ucap David.


"Gak, mana ada gue mikirin cewek bar-bar itu." Ucap Darren.


"Ye, dia bar-bar juga karena kelakuan lo yang keterlaluan. lo tuh jadi suami harusnya bisa jadi tempat dia bersandar, ini malah jadi musuh dalam selimut." Ucap David.


"Lo tuh ya nikah belum tapi udah kaya orang yang sangat berpengalaman dalam sebuah pernikahan, dari pada lo banyak ngoceh mending pergi dan cari cewek sana." Ucap Darren.


"Cih, gak ah gue takut salah dapet pasangan. Bukannya dapet yang baik nanti gue malah dapet yang kaya Ellen kan bahaya." Ucap David, Darren menatap David dengan tatapan malas nya.


"Serah deh." Balas Darren.


"Ngomong-ngomong Lo kapan balik ke rumah?" Tanya David lagi.

__ADS_1


"Gimana mau balik kalau mama dan papa gak nerima kepulangan gue tanpa Freya." Ucap Darren, David tertawa akhirnya Darren mendapatkan pelajaran dari apa yang ia lakukan.


"CK, ini belum seberapa tapi lo udah murung kaya gini. Gimana kalau nanti lo beneran jatuh cinta sama Freya dan dia gak mau nerima lo, gue yakin bakal lebih berat lagi." Kekeh David, Darren diam saja tidak menggubris perkataan David.


"Lo mau kemana?" Tanya David saat Darren bangun dari kursi nya secara tiba-tiba.


"Bukan urusan lo." Balas Darren.


"Haha, bilang aja lo mau cari Freya ya kan." Balas David, Darren menendang kaki David.


"Sekali lagi lo ngomong gitu gue potong gaji Lo selama tiga bulan." Ancam Darren, membuat David terpaksa harus bungkam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2