Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Bunga Mawar


__ADS_3

"Lo apaan sih Ska"


Reano kesal dengan sahabatnya. Bisa bisanya Reano disuruh untuk menjauhi Flora. Ya nggak bisalah!


"Dengerin Ren! gue tau yang sebenernya"


"nggak mau gue. gue nggak percaya sama Lo"Reano terap kekeuh.


"Gue sahabat lo Ren! Dengerin lah!"


"Gue nggak percaya! Flora nggak mungkin kaya gitu"


Aska memukul meja keras. Ia kesal dengan sifat sahabatnya yang keras kepala. "Flora ngelakuin itu cuma buat bnatuin Nata balas dendamnya Reano"


"nggak percaya gue. Flora itu baik"


"oke kalau nggak percaya! kalau itu emang bener, jangan nyesel"ucap Azka kemudian meninggalkan Reano.


"Si Azka kenapa sih? Aneh tuh orang"ucap Reano.


...****...


"Flo flo flo"


Flora menoleh mendapati Reano yang mengejarnya. Tadinya ia ingin kekantin. Saat Reano sampai di sampingnya, ia langsung bertanya alasan cowok itu memanggilnya.


"mau kekantin bareng"jawab Reano yang mendapat anggukan dari Flora.


Mereka duduk berdua di kursi kantin paling ujung. Reano yang memesan makanan. Tadinya, ia menolak. Tapi karna Reano terus memaksa, akhirnya ia menyetujuinya.


Reano datang dengan dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh dengan nampan. "silakan"ucap Reano saat makanan sudah di depannya. Ia melihat Flora yang tampak senang menatap makanan di depannya.

__ADS_1


"Belum sarapan ya?"Tanya Reano.


Flora menggeleng. "Tadi gue kan berangkatnya telat"


Reano manggut-manggut. Matanya masih memperhatikan Flora yang dengan tenang menikmati makanannya. nggak mungkin lah cewek secantik Flora punya niat jahat ucap Reano dalam hati.


"kok nggak malan Ren?"Tanya Flora.


"iya ini mau makan"


Disisi lain, ada seorang gadis tengah mengawasi mereka dengan senyum jahatnya. Siapa lagi kalau bukan Natasya. Gadis itu puas dengan rencananya. Ia yakin kalau semua yang ia rencanakan akan berhasil.


"Lo akan hancur Ren"ucapnya yakin.


"siapa yang hancur?"


Suara seseorang membuat Natasya kaget. Ia menoleh mendapati Azka yang menatapnya tajam. Natasya membulatkan matanya. Ia sudah tertangkap basah.


Azka mendekat kearah Natsya yang membuat gadis itu semakin takut. "Lo ngerencanain apa?"Tanya Azka.


"nggak ada kok ska"jawab Natasya kikuk.


"jawab gue Nat"


"nggak ada kok Ska"


"jawab"


"emang nggak kok ska"


"jawab gue atau lo nggak akan ketemu gue lagi"

__ADS_1


Natasya membulatkan matanya. "Iya Ska. ada"jawaban Natasya membuat Azka tersenyum tipis.


...****...


"Lo tau nggak Flo, kalau bunga mawar ini di tanam sama nenek gue sendiri"


Reano mengajak Flora ke kebun bunga mawar neneknya. Flora sangat senang melihat buanga-bunga yang indah itu.


Sejak tadi, Reano memandang Flora yang tersenyum manis.


"cantik banget bunganya"ucap Flora masih menatap bunga mawar.


Reano memperhatikan Flora. Lekukan wajah indah dengan senyuman manis sekaligus bulu mata lentik. Sempurna. Flora terlihat sempurna diamta Reano.


"Iya cantik"jawan Reano.


"boleh petik?"Tanya Flora.


Reano mengangguk. "tapi hati-hati. ada durinya"


Flora mengangguk. "iya. bunga mawar itu cantik tapi berduri"ucapnya.


Seketika Reano memikirkan sesuatu. Cantik tapi berduri kata itu terngiang ngiang di telinga Reano. Ia menatap Flora. Sejenak mengingat perkataan Azka. Apakah bunga mawar itu kayak kamu Flo? batin Reano.


...*****...


**Ada apa ya, Natasya sama Azka? kenapa takut kalau nggak ketemu azka lagi???


Se you next chapter!!!!


baca terus ceritanya sampai akhir**!!!!

__ADS_1


__ADS_2