
Bunda Icha terus menangisi kepergian Ayumi. Begitu juga dengan Bulan yang menangis di pelukan Ustad Ikhsan, suaminya. Rara juga sedih karena sahabatnya itu tak sedikt pun memberikan kabar itu untuk dirinya. Kahfi sudah jelas orang yang paling terluka di kondisi ini.
"Sebenarnya ada apa dengan Ayumi? Bulan kamu tahu, kenapa Ayumi? Lalu dimana Afnan sebenarnya? Ada apa sebenarnya ini?" tanya Bunda Icha mengusap sisa air mata yang terus mengucur di pipinya.
"Bulan tidak tahu, Bunda. Bulan selama ini memang dekat dengan Ayumi, tapi tidak semua rahasia Ayumi, Bulan ketahui. Ayumi itu sangat tertutup," ucap Bulan berbohong.
Bunda Icha tak tahu harus bagaimana lagi.Mencari Ayumi tapi kemana?
***
Satu tahun kemudian ...
Ayumi pergi ke negara lain dan menghilangkan jejak dari smeua orang yang ia cintai dan ia sayangi.
Di Kota inilah Ayumi sekarang tinggal. Ia sengaja menjauh dari semua orang dan mencari kehidupannya sendiri serta meninggalkan semua cita -cita dan harapannya. Ayumi harus rela menghapus cinta pertamanya dan mebuang jauh impiannya. Lebih baik ia juga meninggalkan Afnan karena hatinya sama sekali tak bisa menerima. Ayumi tidak mau menyakiti perasaan Afna dan menyakiti perasaannya sendiri.
__ADS_1
"Ayumi ... Pulang bareng yuk?" ajak Fika teman barunya yang sama -sama bekerja sebagai penerima tamu hotel bintang lima di Singapura.
"Boleh. Bentar ya, mau absen dulu buat pulang," ucap Ayumi tersenyum manis.
Sudah satu tahun ini, Ayumi memilih bekerja menjadi penerima hotel bintang lima. Kebetulan seklai ia di tolong seorang wanita tua cantik saat berada di bandara saat itu. WAnita tua itu meminta tolong Ayumi untuk mengurus dirinya di sebuah rumah yang besar. Baru satu bulan bekerja, nenek tua itu sudah di panggil yang maha kuasa.
"Fika. Ayo," ajak Ayumi cepat.
Tubuhnya lelah setelah seharian bekerja dari pagi jam enam hingga sore hari jam lima baru bisa mengehla napas panjang. Kedua kakinya rasanya ingin lepas, karena terlalu banyak berdiri.
"Habis terima telepon. Besok ada satu keluarga dari Indonesia mau booking kamar sekitar tiga kamar dan untuk waktu yang lama. KAyaknya mereka mau liburan atau honeymoon gitu," ucap Fika berjalan menuju rumah kost mereka.
"Wah ... Bakal sibuk dong, kita besok," ucap Ayumi sedikit melemah. Hari ini rasanya sudah lelah, di tambah besok adalah weekend dan tentunya juga akan lebih lelah lagi.
"Hu um ... Beli makan yuk. Tapi makan di tempat aja, biar sampai kamar bisa langsung tidur," ucap Fika.
__ADS_1
"Oke," jawab Ayumi pada Fika.
Ayumi dan Fika sama -sama bbekerja di rumah nenek tua itu. Ayumi yang baru saja datang dan dijadikan asisten pribadi. Sedangkan Fika adalah asisten rumah tangga biasa.
Setelah kematian nenek tua itu, keduanya seperti di hempas begitu saja dengan uang pesangon yang kecil. Akhirnya keduanya menyambung hidup denagn mencari pekerjaan.
Kebetulan, ada sebuah hotel di pusat kota yang sedang mencari karyawan baru dan di haruskan yang masih sigle dan muda sebegai peenrima tamu. Untung tak bisa ditolak, keduanya di terima bekerja, dan kini sudah satu tahun menetap disana.
Ayumi perlahan bisa melupakan masa lalunya, walaupun ada beberapa waktu dimana AYumi memimpikan Kahfi.
"Ay ... Kenapa gak kamu terima cintanya Reza? Dia manager hotel lho. Hidup kamu pasti berubah," tanay Fika pada Ayumi.
"Gak Fik. Ayumi masih senang sendiri dan ingin bekerja dulu," ucap Ayumi lirih.
Sejujrnya AYumi masih belum bisa melupakan Kahfi.
__ADS_1