
Siang ini sepulang sekolah, Moneta, ANgel dan Festy datang ke ruko yang sedang mencari pekerja wanita sebagai jasa rental pacar.
Mobil Moneta sudah parkir di depan ruko tersebut dan melihat dulu seperti apa suasananya.
"Turun kalian, malah duduk manis. Mneding masuk sana, terus tanya -tanya. Monny tunggu di sini," ucap Monny menyuruh dua sahabatnya untuk turun dan masuk ke dalam ruko tersebut untuk menanyakan pekerjaan yang masih di butuhkan itu.
"Dih ... Kamu ikut turun juga Monny. Biar kamu tahu," ucap Festy pada Monny.
"Iya, Monny turun," ucap Monny pasrah.
Rasanya masih setengah hati untuk bekerja dan kabur dari rumah. Tentu tidak akan semudah yang di bayangkan Monny. Langkah kaki Monny memelan saat sudah berada di depan pintu kaca besar ruko itu.
"Selamat siang. Permisi mau tanya, lowongan kerja yang ada di dpean masih ada? Teman saya mau daftar," ucap Festy yang masuk lebih dulu dan di ikuti oleh Angel dan Monny.
Kedua mata Monny mengedar di gedung yang mungil itu. Mirip seperti agency karena banyak foto yang terpajang di sana. Mungkin itu salah satu cara promosi mereka untuk memberitahukan gadis mana yang mau di sewa pelanggannya untuk menjadi pacar sewaan.
"Siang ... Siapa yang mau kerja di sini?" tanya wanita muda itu pada Festy.
Festy langsung menarik Monny dan memegang bahu Monny.
__ADS_1
"Ini Kak orangnya. Namanya ...." ucapan Festy langsung di sela.
"Kenalkan nama saya Molly," ucap Monny sambil tresenyum dan menginjak kaki temannya untuk diam seribu bahasa.
"Molly? Benar? Masih sekolah?" tanya wanita muda itu berbasa -basi.
"Bisa di lihat kan? Masih pakai seragam. Tolong jangan sebar identitas Molly," ucap Molly pelan.
Kebetulan Molly dan kedua sahabatnya memang sengaja menggunakan jaket untuk menutup bet dan lokasi sekolah mereka.
"Itu pasti Molly. Kita profesional. Tidak mengumbar informasi, kecuali atas permintaan pelanggan yang ingin tahu, itu pun butuh persetujuan," ucap wanita muda itu lembut dan ramah.
"Isi formulir ini dan silahkan masuk ke dalam untuk foto. Lalu menunggu telepon saya, jika ada yang mau pakai jasa kamu," ucap wanita muda itu menjelaskan.
"Ohh gitu ... Terus? Gimana saya bisa mendapatkan uang?" tanya Monny bingung.
"Pekerjaan ini freelance Kak. Jadi akan mendapatkan uang bila ada yang memakai jasa Kakak. Jika tidak ada ya, tidak ada pemasukan," ucap wanita muda itu menjelaskan.
"Ohh gitu. Oke deh. Saya harus foto dimana?" tanya Monny pada wanita muda itu.
__ADS_1
"Silahkan masuk Kak. Di dalam," titah wanita muda itupada Monny.
Monny dan kedua sahabatnya masuk. Lalu melakukan foto untuk promosi. Monny mengganti pakaian dan berdandan.
***
"Mon ... Jadi cari kos gak?" tanya Angel saat makan siang di salah satu food court mall ternama.
"Jadi dong. Tapi, Monny masih bingung nih. Mau kabur apa enggak. Soalnya kerjaan ini kan freelance bukan yang dapat gaji tiap bulan," ucap Monny masih bingung sambil mengiris dagiing steak di hot plate.
"Saran Angel, mending ketemu dulu tuh sama jodohnya, baru mutusin gak mau. Kalau ganteng, kan sayang juga, di anggurin," ucap Angel terkekh sendiri.
"Kamu mau? Emang enak punya suami hasil perjodohan? Gak enak tahu," ucap Monny ketus.
"Bukannya daddy dan mommy kamu juga hasil perjodohan. Nyatanya kamu keluar? Ehh, maksud Festy, kamu lahir. Itu tandanya, orang tua kamu bahagia, Mon," ucap Festy menjelaskan.
"Argghh ... Gak tahulah. Pusing," ucap Monny kesal.
Festy dan Angel saling melirik dan mengendikan bahu mereka. Lebih baik diam dari pada menuai kemarahan Monny nantinya.
__ADS_1