Bulan Di Antara Bintang

Bulan Di Antara Bintang
91


__ADS_3

Malam ini adalah malam acara resepsi pernikahan antara Ustad Ikhsan dengan Bulan. Acara pernikahan yang di gelar secara tertutup dan privat itu hanya dihadiri oleh keluarga inti dan beberapa kerabat dekat kedua mempelai baik dari keluarga Ustad Ikhsan dan dari keluarga Bulan.


Acara resepsi pernikahan yang mengusung tema Green Garden Night dengan acara yang dilakukan secara out door di suatu Villa besar di kota Bandung.


Perbedaan usia yang cukup jauh antara Ustad Ikhsan dengan Bulan tidak membuat sebuah perjalanan cinta yang hanya dipasrahkan lewat doa, akhirnya terjawab sudah dengan pengucapan ijab kabul di malam ini yang membuat anugerah cinta dan takdir jodoh menjadi status halal.


Banyak orang tidak menyangka, bisakah cinta hadir tanpa adanya komunikasi yang intens? Atau bagaimana membangun cinta dan rasa kasih sayang hanya lewat doa tanpa ada pertemuan? Jawabannya sangat singkat, disaat seseorang sudah yakin bahwa satu nama itu adalah takdir jodohnya dan nama itu selalu disebut dalam setiap doa disepertiga malam maka biarkan selebihnya kita pasrahkan kepada Allah SWT, bagaimana Allah SWT menggerakkan hati seseorang yang kita sebut namanya dengan cara Allah SWT.


Perjalanan cinta yang cukup menarik namun itu semua nyata adanya.


Ayumi mengedarkan pandangannya ke seluruh taman yang indah ini. Taman sederhana di samping Villa yang disulap menjadi tempat resepsi dengan model dinner ini suasananya terlihat sangat romantis dan lebih akrab.


Afnan dan Ayumi sudah duduk berhadapan dalam satu meja. Pesanan makanan dan minuman sudah datang.


"Ayumi suka dengan menu makanannya?" tanya Afnan pelan sambil menatap wajah bahagia Ayumi yang menatap beberapa makanan kesukaannya ada di depan matanya.


Ayumi membalas tatapan Afnan dengan penuh kebahagiaan dan kepuasan lalu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan sangat manis.


"Ayumi sangat suka Kak, ini semua makanan kesukaan Ayumi, bagaimana Kakak tahu?" tanya Ayumi pelan kepada Afnan yang tersenyum lebar.


Sebelum mencari tempat ini dan memesan beberapa makanan serta minuman untuk acara makan malamnya bersama Ayumi, dengan sengaja Afnan bertanya Kahfi, adik bungsunya yang menurut Afnan memiliki perasaan spesial terhadap Ayumi, calon istrinya.


Awalnya Kahfi tidak menanggapi pertanyaan Afnan, Abang kandungnya itu, namun lama-kelamaan Kahfi terhanyut pada pembicaraan yang malah membuka jawaban tersirat bahwa Kahfi memiliki rasa sayang yang lebih dari seorang Kakak kepada Adiknya kepada Ayumi.


Kahfi akhirnya menjawab beberapa pertanyaan Afnan tentang apa saja yang menjadi kesukaan Ayumi dan ketidaksukaan Ayumi dalam hal apa saja, baik makanan, minuman, hobinya, kegiatannya, aktivitas lainnya dan lain sebagainya. Semua itu bisa dijawab oleh Kahfi dengan lancar tanpa jeda dan tanpa berpikir sedikitpun.

__ADS_1


Afnan tidak peduli pada apapun yang akan mengganggu hubungannya, yang terpenting saat ini hanya Afnanlah yang berhasil mendapatkan Ayumi secara raga walaupun belum SAH dan halal.


"Kamu bahagia Ayumi?" tanya Afnan tersenyum lebar kepada Ayumi.


Melihat senyum dan binar bahagia dari wajah dan kedua mata Ayumi sudah membuat hati Afnan berdesir tidak karuan.


Lagi-lagi Ayumi menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum manis.


"Ayumi bahagia dan sangat bahagia, karena ada Kak Afnan yang selalu ada untuk Ayumi," ucal Ayumi pelan kepada Afnan dan menatap lembut kedua mata Afnan.


"Apa kamu bahagia bersamaku Ay?" tanya Afnan lebih khusus kepada Ayumi yang sedang meneguk minumannya.


Gelas minuman itu diletakkan di meja, tatapan Ayumi kini berbeda seolah Ayumi bertanya apa yang terjadi sebenarnya.


"Kenapa Kak Afnan bertanya seperti itu pada Ayumi, bukankah Kak Afnan sudah melamar Ayumi dan kita sudah bertunangan? Cincin ini dan kedua orang tua Kak Afnan menjadi saksi pertunangan kita berdua," ucap Ayumi menjelaskan secara detil.


"Pertunangan dan lamaran itu tidak menjadi jaminan, pasangan kita mencintai kita dengan tulus, mungkin hanya untuk pelampiasan," ucap Afnan pelan dan masih dengan tenang, namun hati dan pikirannya mulai terbakar api cemburu yang sangat dahsyat berkobar.


Ayumi menatap tajam kedua mata Afnan. Selera makannya tiba-tiba saja hilang, Ayumi sudah bahagia karena dijemput, diberikan surprise, disenangkan dengan bebrpa makanan kesukaan dengan suasana yang sangat romantis dan hangat, namun kini Afnan menyentil pembicaraan yang menurut Ayumi tidak ada artinya dan tidak perlu dibahas.


"Ayumi menunggu Kak Afnan sudah lama, perasaan Ayumi juga sudah tumbuh sejak kecil, apa itu tidak cukup meyakinkan Kak Afnan untuk percaya bahwa Ayumi mencintai Kak Afnan?" tanya Ayumi dengan sangat tegas.


Afnan menatap wajah Ayumi dan menatap tajam ke arah matanya, mencari sesuatu kebenaran disana, namun apa yang dikatakan Ayumi adalah suatu fakta dan kebenaran, Ayumi memang mencintai Afnan sepenuhnya bahkan Ayumi mencoba mempertahankan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada Afnan dari gangguan manapun juga termasuk Kahfi, aduk Afnan yang berusaha mencuri perhatian Ayumi selama ini.


Afnan terdiam seolah pikiran dan hatinya tidak bisa menerima begitu saja. Rasa cemburunya sudah menutup kedua matanya, hatinya dan pikirannya untuk berpikir positif, yang ada hanya prasangka buruk dan keburukan, pikiran negatif yang selalu muncul.

__ADS_1


Ayumi menghela nalas dalam dan menghembuskan pelan napas itu dari indera penciumannya.


"Kalau Kak Afnan tidak pernah bisa percaya dan yakin kepada Ayumi, silahkan batalkan semuanya. Percuma Ayumi menjaga rasa cinta dan sayang Ayumi hanya untuk Kak Afnan. Ayumi hanya menunda waktu, bukan berbelit-belit mencari kesalahan atau menolak keinginan Kak Afnan," ucap Ayumi tegas dengan rasa sedikit kesal.


Ayumi berdiri dari duduknya dan akan meninggalkan kursi tersebut. Rasanya sangat sakit dan kecewa saat dituduh untuk sesuatu hal yang tidak Ayumi lakukan oleh orang yang selama ini Ayumi cintai, itu menyakitkan bahkan sangat menyakitkan.


Afnan tersadar dengan apa yang dilakukan oleh Ayumi, lalu menghadangnya.


"Cukup Ayumi, duduklah, maafkan Kakak yang sudah terbakar rasa cemburu tak berarah, yang tidak bisa mempercayai Ayumi sebagai calon istri Kakak yang baik dan sholehah. Kakak percaya dan yakin dengan apa yang sudah kita jalani hingga saat ini. Kakak ingin mengucapkan terima kasih, Ayumi sudah menjaga hati dan rasa cinta itu hanya kepada Kakak. Kakak berjanji akan selalu menyayangi Ayumi dan menghilangkan sikap cemburu yang berlebihan ini kepada Ayumi. Maafkan Kakak, Ay," ucap Afnan pelan dengan penuh rasa penyesalan yang teramat sangat.


Ayumi menatap wajah Afnan yang memang terlihat menyesali perbuatannya tadi.


"Istighfar Kak, jangan sesuatu yang buruk menggerogoti iman Kakak, terlebih kata cemburu itu hal yang paling sering digunakan untuk memicu sebuah masalah dan pertengkaran dalam suatu hubungan," ucap Ayumi pelan menjelaskan.


Afnan menganggukkan kepalanya pelan tanda paham dan setuju dengan pendapat Ayumi. Sikap Ayumi yang bijak dan dewasa dari umurnya ini, yang terkadang membuat Afnan makin hari makin mencintai Ayumi. Rasa sayang dan cinta yang makin tumbuh dan terpupuk dengan baik, terlbeih sudah lama tidak bertemu rasa rindu juga menjadi alasan kecemburuan itu hadir tanpa diminta.


"Iya Ayumi, maafkan Kakak, kita sama-sama saling mengingatkan agar hubungan kita tetap terjaga dan terjalin baik, walaupun kita terpisah jarak, waktu dan berada ditempat yang berbeda," ucap Afnan dengan wajah sendu dan nadanya sangat memohon.


Afnan terlalu mencintai Ayumi, rasa takutnya adalah saat Afnan kehilangan cjnta, sayang dan raga Ayumi.


"Ayumi paham Kak Afnan, mintalah ridho Allah, jangan cintai Ayumi sampai Kak Afnan lupa mencintai Allah SWT dan rasul-nya," ucap Ayumi pelan sambil menasehati dan mengingatkan kepada Afnan.


Afnan tersenyum lebar dan mengusap kepala Ayumi pelan.


"Iya Bu Ustadzah," jawab Afnan sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Ayumi hanya mendengus pelan saat Afnan mulai menggodanya, yang membuat Afnan. tersenyum gemas melihat gadis pujaannya itu.


Suasana malam itu mulai mencair, ungkapan dari hati ke hati sudah disalurkan dengan baik. Intinya Keyakinan, Kepercayaan, Ketulusan, keikhlasan dan Kesabaran adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kelima point penting itu saling keterkaitan dan bisa membuat suatu hubungan menjadi lebih baik dan awet langgeng selamanya.


__ADS_2