Bulan Di Antara Bintang

Bulan Di Antara Bintang
152


__ADS_3

Setelah kepergian Pasakalis, suaminya ke kantor. Anya kembali masuk ke dalam rumah dan duduk menemani putri semata wayangnya untuk saraapn pagi. Sesuai janji Anya kepada Paskalis, suaminya untuk merayu Monny menerima perjodohan yang telah mereka persiapkan waktunya.


Monny diam membisu. Ini adalah suatu bentu pemberontakannya. Diam dan pergisecepatnay. lebih baik berangkat ke sekolah sekarang juga, setidaknya bertemu dan berkumpul dengan genk 'Gemoy' lebih asyik di bandingkan Monny stres memikirkan perjodohan seperti keinginan kedua orang tua dan Opa Omanya.


"Monny ... Mommy mau bicara sebentar," ucap Anya yangbaru saja akan membuka pembicaraan.


"Monny mau berangkat sekarang Momm. Ada PR yang Monny belum kerjakan. Oke Mom? Bye Mommy," ucap Monny bergegas berdiri lalu mencium pipi Anya, Mommy Monny lalu segera berlari ke arah luar untuk naik ke mobil pribadinya.


Ya, Monny sudah boleh membawa mobil. Mobil itu adalah mobil milik Daddynya. Usia Monny belum genap tujuh belas tahun, tapi Daddy Paskalis sudah membiasakan Monny untuk membawa mobil sendiri dan berjanji akan membelikan sebuah mobil baru untuk Monny sebagai hadiah ulang tahun.


"Monny!! Mommy belum selesai bicara. Arghh ... Gadis itu sellau begitu," ucap Anya kesal pada dirinya sendiri.


***

__ADS_1


Monny menyetir mobilnya sambil mendengarkan musik dj remix yang sedang hit dan viral. Denagn menggunakan kaca mata hitam, kepalanya terus mengangguk -angguk mengikuti alunan musik. Tubuhnya ikut bergoyang ke kanan dan ke kiri sambil jari telunjuknya di naikkan ke atas seperti sedang party di Kafe.


"Mbok yo sing full senyum sayang ...." Monny terus berdendang sepanjang jalan sambil melupakan kejadian pagi tadi yang membuatnya kesal. Masa remajanya itu harus di nikmati dengan bahagia bukan di akhiri denagn menikah muda.


Mobill Monny sudah masuk halaman sekolah. Bukan hanya Monny saja yang sekoalh membawa mobil, tapi hampir seluruh murid menggunakan alat transportasi pribadi ke sekolah. Tentu ini di jadikan ajang pamer barang mewah mereka untuk memperlihatkan tingginya kasta mereka dari harta kekayaan yang mereka miliki.


"Monny!!" teriak Angel dan Festy dengan suara cemprengnya. Kedua sahabatnya itu sudah menunggu kedatangan Monny dan mereka bergegas berlari menghampiri Monny yang baru saja keluar dari mobil mewahnya sambil melepaskan kaca mata hitam yang masih menutupi kedua mata indahnya. Rambut panjangnya tergerai indah dan lurus berada di punggung Monny.


Klik ... Bunyi itu tentu tidak asing di telinga bukan? Pintu mobil sudah terkunci dengan sempurna.


"Yuk ... Tapi, tumben sih? Pagi -pagi ngajak sarapan di Kantin?" tanya Festy bingung. Karena Monny itu selalu sarapan dari rumah jadi tidak mungkin sepagi ini sudah mencari makanan untuk sarapan.


"Tadi Monny takut kesiangan, jadi gak ikut sarapan pagi di rumah, buru -buru ke Sekolah deh," ucap Monny langsung merangkul kedua sahabatnya dan berjalan menuju kantin sekolahnya.

__ADS_1


Monny memesan bubur ayam super lengkap dan teh manis hangat. Tahu sendiri, menu makanan di Kantin, walaupun berada di sekolah elite tetap saja, makanan yang di jual adalah makanan sehat.


"Cariin Monny kerjaan dong? Ada gak?" tanya Monny tiba -tiba sambil menyuapkan bubur ke dalam mulutnya yang mungil.


Sementara kedua sahabatnya, Angel dan Festy hanya bisa melongo menatap Monny dengan sikap bingung.


"Kerjaan? Daddy kamu itu tajir melintir, Monny. Buat apa kerja, kalau semua yang kamu inginkan itu terpenuhi dengan baik," ucap Festy mengingatkan.


Di antara ketiganya, Monny adalah anak bos besar yang paling kaya di kotanya.


"Monny mau di jodohkan," ucap Monny tiba -tiba.


"Apa?!! Di jodohkan?!!" teriak kedua sahabat itu serempak bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2