
Afnan mengajak Ayumi untuk makan malam disekitar lesehan Malioboro. Tempat yang cukup ramai dengan menu makanan yang beragam.
"Kita lesehan, kamu gak keberatan kan?" tanya Afnan saat memarkirkan motor besarnya.
"Ayumi suka tempat ini Kak." ucap Ayumi dengan kedua mata berbinar bahagia.
Ayumi termasuk gadis yang jarang bermain apalagi keluar rumah sendiri. Ayumi selalu pergi dengan Ayah ataupun Bundanya.
"Beneran Ayumi suka tempat ini? Bukan cuma pengen nyenengin Kakak aja kan?" tanya Afnan menggoda Ayumi.
Ayumi hanya mengerucutkan bibirnya tanda pura-pura kesal.
"Kak Afnan dari dulu sukanya godain Ayumi." ucap Ayumi singkat sambil terkekeh lalu memukul pelan lengan Afnan yang tidak berasa sakit sama sekali.
Afnan hanya tersenyum simpul lalu berjalan mendahului Ayumi yang masih merapikan pakaiannya.
"Tunggu dong Kak. Main tinggal aja." teriak Ayumi sambil setengah berlari kecil mengejar Afnan.
Langkah kaki Ayumi terlalu kecil dibandingkan langkah Afnan yang lebar, hingga Ayumi berhasil berjalan di sisi Afnan.
"Makanya jangan banyak bicara. Kalau di kelas jangan kebanyakan ngobrol." ucap Afnan pelan setengah berbisik.
Ayumi menatap tajam ke arah Afnan lalu menjawab.
"Enak aja. Ayumi cuma ngobrol sama Rara. Rara itu baik Kak." ucap Ayumi pelan.
"Kita tidak tahu. Orang bisa saja berubah setelah mengenal." ucap Afnan pelan dan tampak tenang membicarakan Rara adik dari Zura. Wanita yang selama ini menginginkan Afnan.
"Iya betul Kak. Ayumi jarang dekat dengan siapapun. Bunda selalu bilang untuk tidak terlalu percaya dengan orang, karena ujung-ujungnya pasti menyakitkan." ucap Ayumi pelan saat mengingat perkataan almarhum Bundanya.
"Sstt .. Jangan kamu ingat itu. Nanti kamu akan sedih Ayumi." ucap Afnan pelan lalu menggandeng tangan Ayumi menuju tempat untuk makan malam.
Ayumi menatap tangannya yang sudah disentuh dan dieratkan oleh Afnan. Ayumi hanya mengikuti kemana ia akan di ajak oleh Afnan tanpa banyak bertanya.
"Ayumi mau ayam bakar bacem? Suka kan?" tanya Afnan pelan, pandangannya masih terus menatap ke arah jalan.
"Suka Kak." jawab Ayumi singkat sambil menoleh ke arah Afnan.
"Ayuk masuk. Kita duduk di ujung sana. Kakak pesan makanannya dulu." ucap Afnan pelan menitah dan menunjukkan arah tempat duduk yang akan mereka tempati kepada Ayumi.
__ADS_1
Afnan berjalan ke arah meja pemesanan sedangkan Ayumi berjalan ke tempat duduk yang dipilih Afnan tadi.
Setelah memesan makanan Afnan berjalan menuju meja dimana Ayumi duduk dan menunggunya.
"Maaf ya agak lama. Antri." ucap Afnan singkat sambil menatap Ayumi yang fokus pada ponselnya.
Ayumi mendengar ucapan Afnan hanya saja tidak membalas menatap Afnan. Menjawabnya juga hanya dengan anggukan kepala pelan.
Afnan hanya manggut-manggut tanda mengerti. Gadisnya itu sedang fokus bermain ponsel sepertinya sedang membalas chat dari teman-temannya tampak sesekali tersenyum sendiri membaca chat dari ponselnya.
Tidak lama kemudian pesanan makanan keduanya datang ke meja mereka.
"Ponselnya simpan dulu nanti dilanjutkan kalau sudah selesai makan. Sekarang makan dulu Ayumi." ucap Afnan pelan dan menyodorkan dua piring kepada Ayumi, satu piring berisi nasi dan satu piring lagi beri ayam bakar bacem lengkap dengan lalapannya.
" Iya Kak." jawab Ayumi singkat dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas kecil yang Ayumi bawa.
"Gadis pintar. Nurut sama Kakak ya." ucap Afnan pelan dan mulai memakan makanannya.
Ayumi hanya menatap Afnan dan tersenyum manis lalu menarik piring tersebut dan mulai memakannya.
"Ini enak banget Kak. Rasa bacemnya sangat terasa ditambah sambal terasi nya mantap pedesnya." ucap Ayumi berkomentar saat makan hingga sedikit tersedak.
"Makan dulu baru bicara. Jangan biasakan bicara dalam keadaan mulut penuh makanan." tegas Afnan kepada Ayumi lalu memberikan satu botol air mineral kepada Ayumi.
"Kamu haus?" tanya Afnan yang takjub dengan cara minum Ayumi.
"Ayumi memang suka air mineral." ucap Ayumi dengan santai.
"Oh gitu. Lanjutkan makannya. Setelah ini kita lanjutkan jalan-jalannya. Mau?" tanya Afnan sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi rapinya.
"Dengan senang hati Kak." jawab Ayumi tersenyum lalu terkekeh.
Mereka berdua saling bercerita dan menghabiskan makan malamnya dengan nikmat. Malam ini adalah malam mereka.
"Kita mau kemana lagi Kak." tanya Ayumi yang sudah duduk diatas motor dan melingkarkan kedua tangannya ke perut Afnan tanpa ragu.
"Ikuti Kakak aja ya. Pegangan." ucap Afnan menitah dan langsung melajukan motor besarnya dengan cepat.
Motor berhenti di sekitar alun-alun kota Yogyakarta. Tempat yang enak untuk sekedar duduk bersantai-santai.
__ADS_1
"Ini tempat Kak." tanya Ayumi pelan saat turun dari motor besar milik Afnan.
"Ini alun-alun Ayumi. Kita duduk ditengah sana yuk." ucap Afnan pelan lalu menggandeng gadisnya itu ke arah tengah alun-alun.
Ayumi berjalan pelan mengikuti Afnan. Sampai ditengah mereka berdua duduk diatas rumput kering dengan keramaian di sekelilingnya.
Angin malam yang semakin dingin membuat Ayumi merasa kedinginan dan memegang perutnya yang sedikit keram.
"Kamu kenapa Ayumi?" tanya Afnan sedikit panik melihat Ayumi seperti kesakitan memegang perutnya.
"Keram Kak, perutku." ucap Ayumi pelan yang masih memegangi perutnya dengan kedua tangannya.
Afnan melepas jaket kulitnya dan memakaikannya kepada Ayumi agar tidak kedinginan.
"Kita pulang saja. Daripada seperti ini." ucap Afnan pelan kepada Ayumi.
"Ayumi minta minyak kayu putih nanti berangsur membaik Kak." ucap Ayumi pelan.
Afnan beranjak berdiri dan berjalan menuju warung terdekat untuk membeli minyak kayu putih.
"Ini minyak kayu putihnya. Pakailah cepat. Kakak tidak ingin melihat kamu kesakitan seperti ini." ucap Afnan pelan.
Ayumi menerima minyak kayu putih itu lalu menggosokkan ke area perutnya secara merata.
"Terima kasih Kak. Sudah agak mendingan. Keramnya sudah hilang. Ayumi memang tidak bisa terkena hawa dingin atau angin malam berlebihan. Pasti perut Ayumi keram seperti ini." ucap Ayumi pelan kepada Afnan yang masih terlihat panik.
"Maaf Ayumi, Kakak tidak tahu tentang ini. Mungkin lain kali Kakak akan lebih menjaga kamu dengan baik." ucap Afnan pelan.
"Iya Kak. Itu apa Kak." tanya Ayumi menunjuk satu gerobak di pinggir trotoar.
"Itu wedang ronde. Kamu mau? Bisa untuk menghangatkan badan. Coba Ya. Kakak belikan." ucap Afnan pelan menawarkan kepada Ayumi.
"Iya Kak. Ayumi mau coba." ucap Ayumi pelan.
Afnan memanggil penjual wedang ronde itu dan memesan di mangkok wedang ronde.
"Ini cobain wedang rondenya Ayumi." ucap Afnan sambil menyodorkan satu mangkuk wedang ronde kepada Ayumi.
Ayumi menerima mangkuk wedang ronde itu dan mulai menyeruput air jahe itu dengan sendok.
__ADS_1
"Gimana? Enak kan?" tanya Afnan pelan.
"Enak Kak. Di perut langsung terasa hangat." ucap Ayumi singkat.