Bulan Di Antara Bintang

Bulan Di Antara Bintang
81


__ADS_3

Pagi ini suasana riuh dari para siswa dan siswi Sekolah Lanjutan Atas Al Azhar membuat seisi sekolah menjadi gempar karena hasil ujian kompetensi kemarin sudah keluar.


Sembilan orang siswa yang namanya tertera di dalam papan pengumuman itu mendadak menjadi buah bibir seantero sekolah dan pondok pesantren. Nama Ayumi dan Bulan adalah dua siswa yang menduduki peringkat teratas dalam perolehan nilai ujian.


Ayumi dan Bulan berlari kecil menuju papan pengumuman itu, walaupun sudah banyak siswa yang memberikan selamat atas keberhasilan mereka berdua yang lolos dalam program pertukaran pelajar.


"Lihat Ay, nama kamu ada diurutan paling atas. Hebat kamu Ay," ucap Bulan dengan suara lantang.


"Kamu juga hebat masuk urutan kedua Bulan, kita bisa berangkat bersama ke Mesir," teriak Ayumi dengan senang.


Melihat namanya tercantum di papan pengumuman itu adalah sesuatu hal yang membanggakan bagi Ayumi. Rasa bahagia yang terbayarkan dari semua kesedihan dan jerih payah usaha Ayumi belajar dengan keras.


Teras depan papan pengumuman itu penuh sesak dengan siswa siswi yang hendak membaca langsung nama siswa yang menjadi perwakilan dari sekolah untuk program pertukaran pelajar ke negara Mesir.


Hampir sama dengan tahun sebelumnya, pertukaran pelajar ini dilakukan satu tahun sekali dengan mengirimkan sembilan orang siswa sekaligus santri yang masing-masing angkatan terwakili oleh tiga orang.


Program pertukaran pelajar ini dilakukan untuk studi banding cara belajar, materi yang diberikan dan beberapa informasi pendidikan lainnya. Dimana diakhir program pertukaran pelajar ini, setiap siswa diwajibkan membuat laporan hasil studi banding dengan memberikan satu makalah yang inovatif.


Makalah yang inovatif ini bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa siswi yang memiliki niat, minta dan bakat yang masih perlu digali.


"Pemberangkatan diundur setelah semesteran dan untuk tahun ini program pertukaran pelajar ini lebih lama menjadi tiga bulan," ucap Bulan memberikan informasi kepada Ayumi.


"Kamu itu selalu update tentang informasi sekolah, kalian kapan sih bertemunya?" tanya Ayumi pelan kepada Bulan yang terkekeh.


"Bertemu gimana? Berarti kamu tidak membaca pengumuman dibawahnya Ay, tadi kan ada Informasinya," ucap Bulan menjelaskan pelan.


"Selamat Bulan, akhirnya kamu berhasil berangkat untuk program ini," suara menggelegar dan terdengar berat berasal dari arah belakang kursi yang sedang diduduki oleh Ayumi dan Bulan.

__ADS_1


Ayumi menoleh ke arah belakang kursi taman, bersamaan dengan Bulan yang juga menatap ke arah sosok pria yang dikenal baik dalam hidupnya.


"Ustad Ikhsan?" ucap Ayumi dengan suara pelan dan terkejut melihat Ustad Ikhsan datang ke taman belakang.


Bulan tersenyum lebar dan terlihat tampak manis.


"Terimakasih Ustad Ikhsan, Ustad sudah banyak membimbing Bulan sampai di titik ini, tetaplah menjadi Ustad yang bisa diandalkan setiap waktu," ucap Bulan pelan dengan tatapan penuh cinta dan mendamba. Begitu juga dengan tatapan mata Ustad Ikhsan yang tidak pernah lepas dari wajah cantik Bulan.


"Sepertinya Ayumi pergi dulu, takut mengganggu kalian," ucap Ayumi pelan sambil menundukkan kepala dan berjalan melewati Bulan.


"Tidak perlu Ay, kita disini saja, tidak mungkin Bulan berduaan dengan orang yang belum muhrim bagi Bulan. Ustad Ikhsan ini adalah salah satu pembimbing kita nanti selama di Mesir," ucap Bulan pelan menjelaskan.


Ustad Ikhsan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.


"Saya yang akan membimbing kalian disana, kalian harus berusaha keras karena jika kalian berhasil selain mendapatkan beasiswa kalian langsung naik ke kelas tiga," jelas ustad ikhsan secara detil.


"Tuh dengerin Ay, kamu pasti bisa Ay," ucap Bulan dengan mantap dan penuh semangat.


"Kalian berdua pasti bisa, karena saya melihat dari semua nilai kalian dari pendalaman materi saat ujian kompetensi kemarin, nilai kalian berdua itu yang paling tinggi, dan jauh dengan nilai Kakak kelas kalian yang sudah pernah mengikuti program pertukaran pelajar ini," jelas Ustad Ikhsan dengan mantap.


Kedua sahabat itu hanya tersenyum bahagia. Mereka berdua berjanji pada diri mereka masing-masing untuk tetap bisa mengharumkan nama sekolah mereka selama disana.


"Siap Pak Ustad," jawab Ayumi penuh semangat.


Ustad Ikhsan pun berpamitan untuk kembali ke ruangannya untuk membuat jadwal selama berada di Mesir.


Ayumi dan Bulan pun kembali ke kelas mereka masing-masing karena bel akan berbunyi sangat nyari pertanda istirahat mereka sudah selesai dan saatnya memulai pelajaran kembali.

__ADS_1


Waktu berputar dengan sangat cepat, bel pulang sudah berbunyi sejak tadi, namun Ayumi mendapatkan tugas yang masih harus diselesaikan hingga semua tugas dikerjakan dengan baik.


"Ay, belum pulang," panggil Bulan dari luar kelas.


Ayumi menatap Bulan sekilas dan tersenyum kepada sahabatnya itu.


"Nanti dulu, sedikit lagi selesai. Tunggu ya," ucap Ayumi menitah sahabatnya itu.


Tidak sampai sepuluh menit, Ayumi bisa menyelesaikan tugas kimia itu dengan cepat, dan dikumpulkan kepada guru kimia yang sejak tadi menatap siswanya yang sedang mengerjakan tugas.


"Kamu sudah selesai Ay?" tanya Pak Mudi kepada Ayumi. Soal itu baru saja diberikan, apa mungkin langsung bisa dijawab.


"Sudah Pak, ini hasilnya," ucap Ayumi singkat dan memberikan kertas tugasnya, langsung berlari keluar kelas menghampiri sahabatnya untuk pulang bersama.


"Ay, kita ke TU, ada beberapa persyaratan yang harus dibawa paling lambat Minggu depan untuk pengurusan tiket, bisa, paspor dan lain sebagainya," ucap Bulan menjelaskan.


"Baiklah Bulan, kita ke TU agar kita bisa persiapkan jauh-jauh hari, persyaratan apa yang harus kita persiapkan untuk pemberangkatan sebulan lagi," ucap Ayumi pelan.


Kedua sahabat itu menuju ruang TU untuk meminta salinan persyaratan dan aturan apa yang harus mereka lengkapi dan yang harus mereka lakukan.


Lalu, mereka berjalan menuju ruang khusus untuk belajar bahasa percakapan sehari-hari selama di Mesir.


Satu jam setiap hari setelah pulang sekolah dengan perut kosong dan tubuh yang sudah lelah adalah sesuatu hal yang cukup menguras emosi siswa dalam bertindak, jadi lebih baik diam dan mendengarkan dengan seksama.


Ayumi dan Bulan duduk di kursi depan dan menyimak serta mendengarkan dengan baik, materi tentang bagaimana cara bicara sehari-sehari dengan orang yang lebih tua, atau dengan yang seumuran dan dengan orang yang usianya jauh dibawah kita.


"Ternyata sulit juga ya, tidak mudah bicara dalam bahasa asing yang jarang kita gunakan selain bahasa Inggris," celetuk Ayumi pelan.

__ADS_1


Bulan menyikut lengan Ayumi pelan agar tidak sembarangan dalam berbicara.


Ayumi menoleh ke arah Bulan dan tersenyum dipaksakan. Ayumi sengaja berbicara karena guru yang mengajarkannya juga tidak memberikan contoh yang baik dalam percakapan hanya materi, materi dan materi tanpa ada praktek bicara dengan yang lainnya agar mudah dipahami.


__ADS_2