Bulan Di Antara Bintang

Bulan Di Antara Bintang
82


__ADS_3

Tiga bulan berlalu sudah, kini Ayumi dan Bulan akan menghadapi ujian akhir semester ganjil. Sudah dua bulan terakhir mendapatkan materi tambahan untuk persiapan studi banding ke Mesir.


Ayumi dan Bulan merasa sudah siap untuk program pertukaran pelajar itu. Hampir tiga bulan diberi materi tambahan agar mendapatkan ilmu lain selain dari sekolah. Hari ini mereka mulai sibuk belajar untuk ujian akhirnya.


Sama seperti Ayumi dan Bulan, Kahfi juga sedang menghadapi ujian akhir semester ganjil. Target Kahfi adalah untuk lulus dengan cepat dan mendapatkan nilai cumlaude. Selama ini Kahfi serius dengan kuliahnya, tidak pernah membolos ataupun meninggalkan tugas yang diberikan oleh dosen. Semua dikerjakan dengan baik.


Kondisi Rara selama tiga bulan ini semakin membaik. Kahfilah satu-satunya tujuan Rara. Selama tiga bulan ini Kahfi mencoba memperhatikan Rara karena permintaan sang Bunda. Beberapa kali Kahfi mendatangi asrama Rara untuk bertemu hanya sekedar mengobrol saja. Hari ini pun penentuan hasil akhir untuk masa semester ganjil. Ujian praktek Rara akan dilaksanakan minggu depan.


Afnan sedang menyelesaikan ujian akhir semester ganjilnya, dan hari ini adalah hati terakhirnya. Afnan harus menyelesaikan tugasnya sebagai asisten dosen hingga masa ujian akhir selesai, sebelum menikmati masa liburan semester. Rencana Afnan untuk berlibur ke Indonesia belum bisa dipastikan karena masih banyak tugas yang harus diselesaikan oleh Afnan.


"Bulan selesai ujian akhir kamu mau pulang kemana?" tanya Ayumi pelan kepada Bulan.


"Ke tempat Mama Anna, Ayah Sukoco ingin mengajak kita sekeluarga untuk berlibur ke Bandung, ke tempat saudara Papa Sukoco," jawab Bulan menjelaskan.


"Liburan ke Bandung? Senangnya ..." ucap Ayumi penuh semangat.


Bulan menatap Ayumi dengan hati sedih dan pilu. Sahabatnya ini adalah seorang yatim piatu tanpa sanak saudara, hidupnya kini hanya dengan keluarga Bunda Icha sebagai calon mertuanya.


"Kamu mau ikut Ay, nanti aku bicara pada Rara dan Ayah Sukoco, agar kita bisa mengajakmu pergi berlibur ke Bandung," ucap Bulan pelan.


Ayumi menganggukkan kepalanya sebagai. cepat. Ayumi sudah cukup dekat dengan keluarga Ayah Sukoco karena kedekatannya dengan Rara dan Bulan sebagai sahabatnya.


"Dengan senang hati bila itu benar terjadi, terimakasih Bulan," ucap Ayumi sambil memeluk Bulan dengan erat.


Bulan tersenyum lebar dan merasa bahagia melihat Ayumi sahabatnya juga bahagia.


Hari ini adalah hati terakhir Kahfi melaksanakan ujian akhir semester ganjil. Setelah ujian berakhir, rencana Kahfi ingin menjenguk Ayumi sekaligus menanyakan kapan waktu libur akhir semester agar Kahfi menjemput ke Pondok Pesantren.


Seusai ujian akhir semester, Kahfi langsung kembali ke rumah untuk membawakan pesanan Bunda Icha kepada Ayumi.


"Fi, bawa ini untuk Rara, sepertinya seminggu lagi juga sudah boleh pulang ke rumah karena liburan semester," ucap Bunda Icha pelan sambil merapikan bekal untuk Ayumi dan beberapa kue kering yang sudah rapi di dalam toples plastik.


Kahfi merapikan pakaiannya dan merapikan rambutnya dengan jari-jari.


"Iya Bunda, nanti Kahfi berikan kepada Ayumi," ucap Kahfi pelan dan membawa kantong plastik yang sudah disiapkan Bunda Icha.

__ADS_1


"Salam buat Ayumi, bilang Bunda sudah rindu," ucap Bunda Icha pelan.


"Siap Bunda. Kahfi berangkat dulu, assalamu'alaikum," ucap Kahfi pelan lalu berlalu menuju mobilnya di halaman depan rumah.


"Waalaikumsalam, hati-hati Fi," ucap Bunda Icha pelan kepada Kahfi dan ikut mengantarkan sampai depan teras rumah.


Kahfi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hatinya sangat rindu pada gadis pujaannya, rasanya berbeda ketika harus bertemu Rara, rasanya hanya biasa saja bahkan malas untuk menemui gadis itu bila tidak dipaksa oleh Bunda.


Hati Kahfi sungguh bahagia, sesekali bernyanyi kecil di dalam mobil mengikuti irama lagi yang didengar dari musik yang diputar dalam radio mobil.


Terkadang tersenyum sendiri dan terkekeh pelan mengingat kejadian demi kejadian saat bersama Ayumi. 'Kapan Kakak bisa memilikimu seutuhnya, hanya kamu yang bisa membuat Kakak bahagia Ay,' batin Kahfi di dalam hati.


Tidak sampai setengah jam, mobil Kahfi sudah memasuki area parkir sekolah Al Azhar. Kahfi turun dari mobilnya samnil menenteng satu kantong plastik besar untuk Ayumi. Kahfi berjalan menuju halaman sekolah dan masuk ke dalam melalui pintu gerbang sekolah.


Sekolah tampak sepi karena semua siswa sudah kembali ke Pondok Pesantren. Kahfi berjalan menuju pintu masuk Pondok Pesantren melalui lorong sekolah Al Azhar.


Ada tempat khusus untuk menerima tamu, dengan memberikan identitas kepada penjaga Pondok Pesantren.


"Assalamu'alaikum, ukhty, saya mau bertemu Ayumi," ucap Kahfi pelan saat berada di ruang tunggu.


Sepuluh menit kemudian, Ayumi masuk ke dalam ruangan tersebut. Terlihat Kahfi yang sedang menunggunya dengan membelakangi Ayumi.


"Kak Fi," panggilan Ayumi pelan kepada Kahfi.


Kahfi memutar tubuhnya menatap gadis pujaannya sudah ada dihadapannya. Hari ini semakin terlihat cantik dan makin cantik.


"Ayumi," jawab Kahfi pelan saat menatap Ayumi yang ada dihadapannya.


Ayumi tersenyum manis dan menyalami Kahfi dan mencium punggung tangan Kahfi dengan hormat.


Saat ini Kahfi adalah Kakak baginya, usianya juga jauh diatas Ayumi, sudah sepantasnya Ayumi harus hormat dan menghargai Kahfi.


"Sehat Ay?" tanya Kahfi pelan kepada Ayumi.


Mereka berdua duduk di ruang tunggu saling berhadapan.

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat Kak Fi. Kak Fi sendiri gimana?" tanya Ayumi pelan.


"Alhamdulillah sehat juga," jawab Kahfi singkat.


Mereka berdua terdiam lagi, ada rasa canggung setelah beberapa kejadian yang tidak sengaja terjadi pada mereka.


"Ini titipan dari Bunda untuk kamu, Ay," ucap Kahfi pelan dan memberikan satu kantong plastik besar itu kepada Ayumi.


Ayumi tersenyum bahagia, Bunda Icha selalu memperhatikan Ayumi selama berada di Pondok Pesantren dengan mengirimkan beberapa makanan kesukaan Ayumi.


"Ada salam rindu juga dari Bunda," ucap Kahfi pelan.


Sepeninggal Nenek Arsy, Ayumi belum pernah pulang kembali ke rumah baik ke rumah Nenek Arsy yang sudah berubah fungsi menjadi rumah singgah ataupun ke rumah Bunda Icha. Hanya saja sudah beberapa kali, Bunda Icha fan Kahfi menjenguk Ayumi di Pondok Pesantren.


Kesibukan Ayumi mempersiapkan diri sebagai siswi yang akan menjadi wakil pertukaran pelajar ke Mesir menjadi hambatan untuk pulang, banyak waktu libur yang digunakan untuk belajar.


"Terimakasih Kak Fi, bilang Bunda, salam rindu kembali dari Ayumi," ucap Ayumi pelan.


"Iya, nanti Kakak sampaikan kepada Bunda," ucap Kahfi pelan sambil tersenyum manis.


Ayumi membuka isi kantong plastik itu dan membuka bekal berisi nasi putih dan ayam goreng kremes kesukaan Ayumi.


"Bunda bawa dua, yang satu untuk Bulan," ucap Kahfi pelan saat Ayumi membuka satu kotak makanan itu.


"Iya Kak Fi," jawab Ayumi pelan.


"Kamu kapan pulang Ay, biar Kakak jemput," ucap Kahfi pelan bertanya kepada Ayumi.


"Seminggu lagi Kak Fi, ini baru selesai ujian akhir semester, dan sekarang sedang ada perlombaan antar kelas di sekolah. Ayumi sendiri sibuk untuk persiapan pemberangkatan ke Mesir akhir bulan ini," ucap Ayumi menjelaskan dengan detil.


"Baiklah, seminggu lagi Kakak jemput, sekarang Kakak pulang dulu, rindu Kakak sudah terobati," ucap Kahfi pelan.


"Iya Kak, hati-hati di jalan," ucap Ayumi menasehati.


Mereka berdua saling bertatap namun saling melempar wajah saat tatapan itu bertemu. Ada rasa yang aneh menjalar ke dalam tubuh keduanya. Kahfi berpamitan dan pergi menuju pintu keluar dari ruang tunggu itu.

__ADS_1


__ADS_2