
Seorang laki -laki muda dan tampan masuk ke dalam ruko miliknya. Fathur namanya. lelaki itu baru saja kembali dari Australia setelah wisuda bulan kemarin. Sebagai anak muda dan kaum milenial yang ingin memiliki usaha unik dan berbeda dari yang lain. Fathur mencoba peruntungan di dunia bisnis jasa. lain dari pada yang lain, Fathur membuka usaha jasa sewa pacar.
Selama sekolah di Australia selain mengenyam pendidikan manajemen bisnis, Fathur juga mencoba peluang usaha baru karena melihat banyaknya pasanagn muda yang putus nyambung karena alasan tidak cocok atau ingin membuat panas atau iri mantannya atau hal lain yang berada di luar nalar.
"Pak Fathur?" sapa Yuana kepada bosmuda yang tampan itu.
"Ya? Gimana? Ada klien? Atau ada yang mau daftar sebagai calon penyedia jasa sewa pacar?" tanya Fathur pada Yuana sambil mendekati meja resepsionis.
"Ada yang mendaftar sebagai freelance jasa sewa pacar. Seorang gadis masih sekolah menengah tingkat atas, namanya Molly. Tapi kayaknya nama beken Pak, bukan nama asli, pas di tanya kartu identitasnya, dia bilang lupa bawa," ucap Yuana menjelaskan pada bos mudanya itu.
"Coba lihat biodatanya atau fotonya?" tanya Fathur pada Yuana.
Yuana memperlihatkan foto -foto Molly pada Fathur. Fathur begitu kaget dan membuka ponselnya dan tersenyum miring melihat foto gadsi yang ada di tangannya itu.
"Telepon gadis itu dan bilang ada yang mau sewa dia dengan harga yang sangat tinggi sekali," ucap Fathur pada Yuana.
"Telepon sekarang Pak? Siapa yang mau sewa Pak?" tanya Yuana bingung.
__ADS_1
"Saya yang mau sewa dia sebagai pacar sewaan saya. Saya lagi butuh pacar sewaan untuk acara keluarga besar nanti," ucap Fathur sambil tersenyum penuh arti.
"Baik Pak. Akan saya hubungi Molly sekarang juga. Kalau dia menanyakan uapahnya? Lalu berapa feenya Pak?" tanya Yuana dengan jelas.
"Bersih yang akan di terima gadis itu seratus juta untuk satu bulan. Uangnay akan saya berikan tunai di awal kencan pertama," ucap Fathur tegas lalu meninggalkan Yuana sendiri termangu dalam kebingungan.
"Ekhemm ... Pak ... Besok buat janji untuk jam berapa? Sepertinya kalau pagi, Molly tidak akan mau karena sekolah," ucap Yuana sedikit berteriak melihat Fathur yang sudah pergi meninggalkannya.
"Itu resiko dia dong. Aku ingin bertemu tepat jam delapan pagi di kedai asmara dekat sini," ucap Fathur tegas.
"Satu hal lagi, jangan bilang nama saya Fathur, tapi bilang saja nama saya Sultan," ucap Fathur pada Yuana menambahkan.
***
Moneta menatap layar ponselnya yang etrus berdering sejak tadi.
"Angkat Mon. Siapa tahu penting udah tiga kali lho, sekali lagi pasti dapat piring cantik," ucap Angel terkekeh sendiri.
__ADS_1
"Sialan. Ya kali kalau ini dari tempat tadi. Kalau bukan? Ternyata modus penipuan?" tanya Moneta mencari alasan. sebenarnya Moneta sedang malas mengangkat telepon kadang Omanya suka iseng mencari tahu keberadaan Moneta dengan nomor baru atau pinjam ponsel milik asistennya.
"Tinggal matiin terus kamu blok. Gampang kan? Selesai masalah," ucap Festy memberikan idenya.
"Oke," jawab Monny santai dan mengangkat teleponnya.
Suara lembut dan ramah dari seberang jelas itu suara wanita yang memperkenalkan diri sebagai Yuana, customer service di tempat Moneta tadi mendaftar sebagai pekerja freelance.
"Apa? Besok bertemu dengan klien yang mau menjadikan Molly sebagai pacar sewaannya? Kak, besok Molly harus sekaolah pagi. Gimana kalau kencannya setelah Molly pulang sekolah?" tanya Moneta bernegosiasi.
"Itu keputusan klieen kami. Besok bukan hanya bertemu dan kencan, tapi pembayaran akn di lakukan besok pagi juga secara tunai dan lunas selama satu bulan," ucap yuana menjelaskan sesuai perintah Fathur.
"Apa?!! Satu bulan?!! Memang berapa fee yang di tawarkan," tanya Moneta penasaran.
"Seratus juta rupiah. Apa kurang? Untuk satu bulan?" tanya Yuana pada Moneta.
"Apa? Seratus juta untuk satu bulan?" ucap Moneta kaget sekali.
__ADS_1
Semudah ini mencari uang seratus juta. Itu sama saja, sekali kencan Moneta di bayar sebesar tiga juta rupiah. tentu saja itu di luar makan, minum atau meminta ini dan itu.