
Suara tepuk tangan yang cukup riuh membuat kedua mata Lola basah. Nyanyian lagu selamat ulang tahun menggema di ruangannya dan ucapan selamat ulang tahun bergantian dari teman -temannya membuat Lola terharu. Bukan itu saja, kue ulang tahun dengan lilin yang di tunjukkan angka tiga puluh membuat Lola merasa semakin tua.
"Make a wish dong," teriak salah satu karyawan yang juga teman Lola.
Lola menutup kedua matanya dan mengujubkan permintaanya lalu meniup lilin tersebut. Senyum bahagia terus merekah di sudut bibirnya. Setiap tahun selalu begini, ada kejutan yang membuat Lola merasa tidak sendirian dan ada banyak teman yang mendukungnya.
Lola bahagia sekali hari ini, selain ia sedang berulang tahun dan mendapatkan kejutan dari teman -teman se -kantornya. Lola juga mendapat hadiah terbaik dari atasannya.
Lima tahun mengabdi pada PT. Royal membuat Lola menjadi sosok wanita mandiri dan hebat. Sepak terjangnya di dunia bisnis sebagai marketing handal pun sudah ia torehkan dengan nama baiknya.
"Selamat ulang tahun, my little bos," ucap Misya pada Lola. Misya adalah sahabat Lola sejak kuliah dan mereka sama -sama bekerja di PT. Royal, hanya berbeda divisi. Lola sebagai kepala bagian Marketing dan Misya masih enjoy di HRD.
"Terima kasih sahabat terbaikku," ucap Lola sambil memeluk tubuh Misya dengan erat. Tangisannya pecah dan tak terbendung lagi.
Kejutan yang sangat sukses sekali. Bagaimana tidak, sejak pagi semua teman -teman Lola mendiamkan Lola termasuk atasannya juga tidak menyapa Lola, sampai membuat Lola ingin menangis di kamar mandi. Apalagi, pagi itu ada meeting dengan klien, dan Lola harus presentasi produk terbarunya. Tapi, kalau sejak pagi mood -nya di rusak, tentu akan berimbas pada presentasinya.
“Selamat ulang tahun, dan ini kado untuk kamu,” ucap Pak Burhan, atasan Lola.
Misya melirik ke arah Lola dan mengangguk kecil untuk mengambil kado spesial dari atasannya itu. Lola sedikit ragu, takutnya ia kena prank dari teman -teman se -kantornya lagi.
Lola mengambil kotak dan membuka kotak itu pelan. Tatapannya nanar, sebuah kertas yang bertuliskan tentang kenaikan jabatannya akhir bulan ini. Lola mengangkat wajahnya dan menatap Pak Burhan.
__ADS_1
“Pak? Ini candaan lagi? Tolonglah, jangan bercanda lagi. Dari pagi lho, Lola di kerjain,” ucap Lola sedih.
“Heiii ... Kamu itu hebat, memang ini waktu yang tepat untuk memberitahukan tentang kenaikan jabatan kamu, tapi ada satu syarat,” ucap Pak Burhan pada Lola.
"Apa itu Pak? Apa syaratnya?" tanya Lola bahagia namun penasaran.
"Awal bulan kamu harus ke Malaysia untuk belajar memimpin perusahan yang ada di sana. Sebentar kok, cuma tiga bulan. Kamu siap?" tanya Pak Burhan pada Lola.
Lola terpaku dan emnatap kembali kertas itu. Ia bahagia tapi tetapp terselip kesedihan. Padahal Lola sudah berjanji pada suaminya untuk tidak banyak lembur dan fokus untuk memiliki anak. Lola sendiri sedang rutin periksa ke dokter kandungan. Sering malu kalau ikut acara keluarga dan di tanya soal anak. 'Sudah isi belum?' Huff ... Mereka tidak tahu perjuangan Lola dan Drajat seperti apa.
"Harus ke Malaysia Pak? Kalau Lola menolak? Berarti kenaikan jabatannya gagal?" tanya Lola pelan.
"Ya. Aturan mainnya memang begitu. Kalau kamu menolak tentu akan ada gantinya. Kita mencari pemimpin yang loyal pada perusahaan. Tak hanya pintar, mumpuni dan cekatan, tapi kesungguhan dan keyakinan itu sangat perlu sekali," ucap Pak Burhan menjelaskan.
"Semangat La. Kamu pasti bisa, Mas Drajat, kalau dukung karir kamu, pasti di ijinkan. Toh, cuma tiga bulan, setelah itu kamu kan stay lagi di Jakarta dan kamu bisa program anak lagi," ucap Misya membuat Lola sedikit tenang. Misya selalu mendukung, memotivasi dan memberi semangat pada Lola untuk terus berkarya dengan baik, hingga di titik ini. Semua orang menginginkan posisi yang sedang di tawarkan kepada Lola.
"Ini kesempatan emas. Tidak banyak orang yang mendapatkan kesempatan baik ini. Pikirkan baik -baik, jangan salah langkah," ucap Pak Burhan menasehati.
Pak Burhan pun keluar dari ruangan Lola meninggalkan Misya dan Lola yang saling berpandangan.
"Hebat kamu, La. Tapi, kalau aku yang dapat kesempatan itu, aku jga dilema. Tahu kan, aku punya si kembar yang luar biasa aktif. Suamiku juga super sibuk banget. Kita ketemu cuma malam, jadi harus ekstra segalanya, etrutama kesiapan mental," ucap Misya pelan.
__ADS_1
"Hah? Maksudnya apa? Kesiapan mental? Seberat itu punya anak? Bukannya ada yang bantu ngurus anak?" tanya Lola pelan.
"La ... Jiwa seoarng wanita yang sudah jadi Ibu itu lemah, kalau lihat anaknya nangis, saat anak tidur raut mukanya yang tanpa dosa tuh, bisa bikin kita mearsa bersalah. Jadi, aku di titik ini aja udah ebrsyukur, minimal aku bisa cari uang sendiri untuk bekal aku nanti," ucap Misya pelan.
"Aneh kamu, Sya. Bekal buat apa coba? Secara Mas Tegar kan tajir melintir, banyak uangnya," cetus Lola pada Misya.
Setiap kehidupan rumah tangga memiliki cerita yang berbeda. Tidak bisa di samakan, kebahagian dan kesedihan setiap orang. Cukup mereka yang merasakan dan mencari solusinya tanpa mengumbar dan berbagi cerita itu pada yang lainnya.
***
Drajat sudah menunggu kedatangan Lola. Lola adalah gadis impiannya selama ini. Akhirnya mereka menikah setelah Lola lulus kuliah. Bagi Drajat Lola adalah segala -galanya.
Lola berjalan masuk ke dalam restaurant yang telah di pesan Drajat sebagai makan malam untuk merayakan hari ulang tahu istri tercintanya itu.
"Mas Drajat ...." panggil Lola yang baru saja datang. Wajahnya terlihat lelah dan kuyu. Bajunya masih sama seperti pagi, masih memakai seragam.
"Sayang ... Telat setengah jam. Tahu gitu tadi Mas jemput," ucap Drajat pada istrinya.
Lola mencium punggung tangan Drajat dan duudk di kursi meja makan yang telah di pesan Drajat.
"Maaf ya Mas. Tadi tuh, anak -anak ngasih surprise. Jadi agak molor ini. Mau di abaikan kasihan mereka sudah bikin acara makan kue bersama," ucap Lola pelan.
__ADS_1
"Iya Sayang. Tadi sempat etlepon Misya, katanya kamu ada meeting sama Pak Burhan," ucap Drajat pelan.
Drajat cukup kenal baik dengan Pak Burhan, Misya dan teman -teman sekantor Lola. Drajat seringe datang ke kantor Lola tiba -tiba dan mengajak amkan siang bersama. Sebagai suami, Drajat adalah lelaki baik yang sangat mempesona. Laki -laki yang perhatian, peka dan bertanggung jawab.