Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 104


__ADS_3

Rombongan itu pun telah sampai di Polda. Malam itu, Kapolda Jawa Tengah langsung mengadakan konfernsi pers atas terungkapnya kasus mega prosti*tusi hotel Arsya.


"Jadi teman-teman media, malam ini Polresta Semarang berhasil mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh buronan kami. Sebenarnya dia merupakan buron yang telah lama kami kejar keberadaannya, tapi terkadang dia bersembunyi dan menggunakan identitas palsu sehingga membutuhkan waktu bagi kami untuk membekuknya.


Hotel yang ada di 3 kota itu adalah untuk bisnis haram. Yang mana, pemerintah kita sedang gencar-gencarnya untuk mengungkapnya. Kasus akan dilimpahkan ke Mabes Polri karena memang, ketiga orang ini adalah buronan mereka. Jadi, secepatnya akan terjadi pelimpahan kasus" terang pak Kapolda.


Banyak pertanyaan dari para wartawan. Semuanya dijawab oleh Kapolda. Setelah konferensi pers itu selesai, Nanda menghampiri Ali. "Nih" Nanda memberikan secatik kertas pada Ali.


Ali segera membukanya. Ia membaca nama yang tertera disana. "Dia bukannya orang kepercayaan Kapolda?" Nanda mengangguk. "Mungkinkah Kapolda juga ada andil dalam hal ini?"


Nanda menggeleng. "Aku yakin tidak Al, Kapolda kita berwatak keras dan sangat disiplin. Masih ingat ada anggota kita yang indisipliner? Apa yang beliau lakukan padanya? Aku malah curiga, ini orang nih memalsukan berkas untuk pembebasan tahanan itu" terangnya.


Ali mengangguk. "Luna mana?" tanya Nanda mencari keberadaan Luna. Ali menunjuk Luna yang sedang ikut konferensi pers. "Aih.... makin cantik itu anak. Makin seksi lagi. Alaahhh.... makin penasaran aku sama dia"


Ali tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Cari yang lain saja lah Nan, dia habis patah hati" terangnya.


"Siapa yang berani bikin bidadariku sakit hati? Belum pernah ditendang pakai sepatu PDL apa gimana?" Ali tertawa melihat Nanda yang menggebu-gebu karena membela Luna.


Konferensi pers selesai. Para tahanan itu dimasukkan ke dalam jeruji besi. Sigit menemui Ali. "Sudah?" Ali mengangguk. "Minta sama Kapolres, kita ikut mengantar tahanan itu sampai Mabes. Nama ini orang akan ikut dalam mengantarnya. Yang ku takutkan adalah dia membelot"


Sigit mengangguk. Ia segera meninggalkan Ali dan menghadap Kapolresnya. "Kenapa?" tanya Kapolres Agung.

__ADS_1


"Siap! Dicurigai ada tikus Ndan" Kapolres Agung mengangguk. Ia meminta rekomendasi dari Kapolda. Dan akhirnya ijin di acc. Dua hari lagi para tahanan itu akan dipindahkan ke Mabes.


Malam.semakin larut, mereka segera kembali ke rumah. Ada perasaan senang, tapi ada pula perasaan yang mengganjal. Mereka ingin segera berganti hari dan menyerahkan tahanan itu sampai ke rumah besar mereka.


Para istri menunggu mereka dengan harap-harap cemas. Mondar mandir kesana kemari. "Han, duduk. Gak usah terlalu cemas. Percaya pada mereka" ucap Bunda Tari


"Hana takut budhe...." jawabnya. Muti menarik tangan Hana dan menyuruhnya duduk. "Jangan bandel, ingat ada nyawa lain di dalam rahim kamu"


Tak lama, sebuah mobil berhenti. Muti yang mendengarnya langsung menoleh dan berjalan cepat keluar. "Assalamualaikum" kata mereka semua.


"Waalaikum salam" jawab Muti senang. Ia langsung menghambur memeluk suaminya. Hingga membuat semuanya tersenyum. "Kenapa sih?" tanya Sigit heran.


"Woi!" Muti dan Sigit tersenyum malu.


Ali menghampiri istrinya. Hana sedang menangis. "Kenapa nangis?" tanya Ali berjongkok di depan istrinya dan mengusap air mata istrinya. Hana menggeleng. "Gak papa"


"Biasa bumil mah sensitif" kata Bunda Tari. Ali duduk di samping istrinya dan menenangkannya.


"Gimana tadi?" tanya Kakek Umang. Sigit menceritakan kejadian yang baru saja menjadi keberhasilan misinya.


"Untung kamu gak sama dia Lun" timpal Ayah Tristan. Bunda Tari menanggapinya dengan sewot.

__ADS_1


"Makanya Yah, jangan sembarangan dong milihnya"


"Ya kan Ayah juga gak begitu paham dia Bun"


"Sudah-sudah, blas gak masuk kriteria Luna" sahut Luna.


"Sudah malam, ayo istirahat" kata kakek Umang. Mereka mengistirahatkan diri dari penatnya hari.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


__ADS_2