
Hamka mengikuti kelas diet selama 10 hari. Tantangan bagi dirinya. Membatasi makan gorengan, tepung, gula, dan santan. Mengatur jam makan dan lebih banyak aktivitas fisik.
Tak sia-sia perjuangannya. Dalam 5 hari dirinya sudah turun hampir 5 kilo sendiri. Perutnya kempes. Hari pernikahan Jihan dan Bima akhirnya terlaksana. Akad nikah berjalan lancar. Hamka ingin mencoba makanan yang tersaji. Tapi dirinya masih dalam proses pengurangan berat badan.
"Widihhh.... perut rata nih!" Goda Sigit. Ali sengaja membawa makanan dan memamerkannya di depan Hamka yang sedang diet. "Sumpah, Bima pinter banget nyari catering. Enak banget coba" kata Ali.
Sigit tersenyum jahil mendengarnya. Ia mengambil nasi padang kesukaan Hamka. "Emmmmm...... ajegile makanan ini..... Sumpah. kuah rendangnya nendang buanget! Dagingnya empuk banget Al!"
Habib juga ikut-ikutan memanasi Hamka. "Ini es teler juga yahud dah! Top memang mas Bima nyari cateringnya. Bang Hamka lagi puasa? Kok sedari tadi aku lihat belum makan apapun"
Hamka menelan salivanya. Ia merangkul Habib. "Beneran enak Bib?" Habib mengangguk. Sigit dan Ali menahan tawanya. "Es nya di sebelah mana?" tanya Hamka lagi. Habib menunjuk tempatnya. Damar dibisikkan sesuatu oleh Ali saat dirinya baru bergabung.
"Ayo bang. Minum es telernya. Gratis lho!" Damar menjadi setan bagi Hamka yang sedang mengurangi makanan ataupun minuman manis.
Ia melihat Shanum sedang asyik bercengkrama dengan Maryam, Luna, Muti dan Hana. "Dam, lindungi gua, biar gak ketahuan sama Shanum. Nanti kalau dia tahu bakalan marah!" Ali dan Sigit masih menahan tawanya. Damar mengangguk.
"Biar aku yang menjadi pengawasnya" kata Habib sombong. "Bismillah, cuma dikit ok Ya Allah, bobot.... ojo mundak yo....." kata Hamka.
Ali dan Sigit sudah sakit perut menahan tawanya. Akhirnya Hamka ditutupi oleh tubuh Damar yang lebih kecil darinya. Ia berjalan menuju es teler itu digelar.
"Dam, awasi...." kata Hamka. Damar berdecak. "Iya bawel!" Sigit mengambil gambar saat Hamka meminum es teler itu. lalu mengirim ke grup.
Sigit : (Mengirim gambar Hamka sedang diam-diam memibum es teler itu) Intel yang sedang menjadi Target operasi sang kowad!
Ali : Shan..... lihatlah calon bojomu.... dia minum es teler udah hampir 3 gelas habis.... 🤣🤣🤣
Semua yang mendengar ponsel mereka berbunyi langsung membuka dan mendapati chat di grup. Mereka semua tertawa. Tapi tidak dengan Shanum.
Ia menghela nafasnya. Berjalan menuju Hamka yang sedang diam-diam makan es teler itu. "Dimana dia Dam?"
Damar menunjuk Hamka. Shanum menghampirinya dan menepuk bahunya. "Apa sih Dam?"
Shanum menepuk lagi. Hamba berdecak, ia menoleh dan kaget mendapati Shanum sudah berdiri di belakangnya. Ia melihat teman-temannya sudah tertawa lepas. "Ampun sayang....."
__ADS_1
"Ih..... Abang....." kata Shanum. "Habisin mbak Shan! Padahal kami udah melarangnya lho, tapi dia tetep bandel pengen coba katanya, eh, udah habis aja 3 gelas" Teriak Damar
Shanum memanyunkan bibirnya. Bersidekap di depan dada kesal terhadap Hamka. Hamka membujuk Shanum yang sedang merajuk. "Beb.... Mereka tuh setan bagi Abang. Padahal tadi Abang udah gak mau lho. Mereka malah manas-manasin Abang"
"Ck. jangan nyalahin orang! Introspeksi diri dong bang! Terserah Abang lah, kalau mau nikah pakai baju partai ya silahkan! Capek Shan ngasih tahunya"
Hamka menggaruk tengkuknya. Bingung harus bersikap apa. "Terserah Abang saja lah, Shan hanya yang terbaik untuk Abang. Tapi, kalah Abangnya merasa sangay berat ya sudah, hentikan saja diet ini" Shanum hendak pergi meninggalkan Hamka.
Hamka mencegatnya. "Mau kemana?"
"Shan di mobil saja" Shanum melewati tubuh Hamka. Berjalan meninggalkan gedung resepsi pernikahan Bima dan Jihan. Hamka berkacak pinggang menunjuk satu per satu geng somplak itu. Mereka bukannya kasihan pada Hamka, tapi semakin meledeknya. Mereka memberikan semangat kepada Hamka.
"Semangat!!! Hahahhahaha" Hamka menghela nafasnya. Percuma marah dengan anggota geng itu, mereka tidak akan mudah untuk menganggap sesuatu serius. Akhirnya Hamka menuju mobil. Ia masuk dan duduk berdua bersama Shanum.
"Beb" Shanum pura-pura memejamkan matanya. Hamka menarik tangannya dan mengecupnya. "Abang minta maaf. Abang tahu Abang salah"
"Terus sekarang maunya Abang gimana? Bisa konsisten gak? Kalau gak ya sudah batalkan saja diet itu. Shanum cuma pengen abang lebih sehat. Boleh makan, tapi ingat porsi dong sayang. Kelebihan kalori juga gak bagus. Punya badan gede juga banyak resiko penyakitnya bang, Shan cuma pengen yang terbaik untuk Abang" tutur Shanum. Hamka tersenyum. Dirinya beruntung mendapatkan Shanum yang benar-benar tulus padanya.
Shanum mengangguk. Ia menghela nafas dan tersenyum. "Maafin Shan juga harus begitu tegas sama Abang, kan Abang sendiri yang takut nanti makin melar badannya. Ini udah turun 5 kilo jangan dirusak lho Bang" Hamka mengangguk.
"Iya, maaf ya sayang. Cuma ini cheat day nya. Gak bandel lagi. Demi bisa pakai baju nganten..... hhhrrrrr.... Semangat!" Shanum tertawa mendengar Hamka kembali bersemangat.
"Pulang saja ya?" Shanum mengangguk. Akhirnya mereka pulang.
.
Sigit dan Ali menjalankan rencana mereka untuk mengganggu Jihan dan Bima. Mereka mengajak para istrinya untuk merecoki Jihan dan Bima di rumah dinas Bima.
Mereka berkumpul di rumah dinas Bima. Hamka dan Damar pun ikut merecoki Bima. "Terserah kalian lah. Orang bini aku mensnya belum selesai" kata Bima.
"Yaaaaahhhh..... gak seru dong!" kata semuanya. Bima dan Jihan tertawa. Bukan geng somplak kalau tidak membuat kelakuan aneh. Tiba-tiba saja perut Sigit keroncongan.
"Bim, Han, laper nih, ada makanan gak nih?" tanyanya.
__ADS_1
"Cari sendiri Ndan di kulkas" sahut Bima. Sigit mencari makanan di dapur. Ia menemukan susu yang diletakkan di piring. "Aneh ih, masa minum susu ditaruh di piring?"
Ia membuka kulkas tapi tak menemukan makanan. Akhirnya ia mengambil gelas dan menuang susu itu ke dalam gelas itu. Ia meminumnya. "Mmm, ternyata susu putih rasanya lumayan" Ia berjalan kembali ke ruang tamu.
Jihan melihat yang dipegang Sigit. "Mas Si, dapat susu dari mana? Perasaan di kulkas gak ada susu"
"Di meja, ternyata enak lho susu putih" Jihan dan Bima saling berpandangan. "Jangan diminum!" kata mereka berdua.
Bima hendak merebut gelas itu, tapi Sigit malah meminumnya. "Itu susu untuk anak kucing....." kata Jihan. bruuuuuuttttt. Sigit menyemburkan susu yang diminumnya. Semuanya tertawa melihatnya.
Ia berlari ke kamar mandi dan muntah disana. Muti membantunya. meong meong. Suara anak kucing mendekat ke arah kamar mandi. Sigit langsung naik ke atas closet. "Singkirin yank! Mas geli......" rengeknya.
Muti tertawa. Ia mengambil anak kucing itu dan menakut-nakuti Sigit. "Hiiiiiii....." Sigit merinding geli.
Muti mengeluarkan anak kucing itu dan Sigit segera berlari keluar dari kamar mandi, keluar dari asrama Bima. "Al.... Gua balik! Ogah gua disini!"
Ali dan yang lainnya tertawa puas melihat Sigit. "Makanya jangan jahil, niat mau ngejahilin malah kena karmanya kan?" kata Jihan. Akhirnya mereka semua pulang.
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
maap lama. othor tadi malam ngantuk bangeeettt
__ADS_1