
Hamka dan Shanum dalam satu mobil. Shanum melihat cincin yang melingkar indah di jemarinya.
"Makasih ya sayang" ucapnya pada Hamka. Hamka tersenyum dan menggenggam tangan Shanum lalu mengecupnya. "Sama-sama. Maaf kalau kurang romantis"
"Ck, apa sih? Itu tadi romantis banget. Suara kamu ternyata bagus juga bang. Kapan-kapan mau dong dinyanyikan lagu lagi"
Hamka mengangguk. "Iya, boleh. Abang antar kamu ke rumah Sigit ya?"
"Yakin mau ngantarkan aku pulang? Aku masih kangen banget lho sama kamu bang"
Hamka merona malu. "Hahaha, kok malah malu sih?"
"Ya mau kemana lagi sayang?"
"Terserah"
"Ke asrama abang mau?" Shanum kaget. Baru kali ini dirinya diajak ke rumah dinas Hamka.
"Abang gak bakal ngapa-ngapain kamu kok. Cuma disana aja. Mau ngasihkan titipan Amak juga" Shanum mengangguk. Hamka melajukan mobil menuju rumah dinasnya.
Tak lama, mereka pun sampai. Hamka mengajak Shanum untuk turun dan masuk ke rumahnya. Hamka lupa untuk membereskan barang yang berserakan disana sini. Shanum hanya tersenyum dan memungutinya.
"Dasar cowok!" katanya. Hamka hanya menyengir. Selesai membereskan barang yang berserakan, mereka duduk berdampingan sambil melihat tv. Hamka memberikan bingkisan dari Amaknya. Shanum membukanya.
Kain songket khas Aceh dan sebuah kalung dengan liontin inisial huruf H dan S. Ia tersenyum. "Amak berlebihan nih" katanya. Hamka tersenyum. "Sini Abang pakaikan kalungnya. Buat calon mantu kesayangannya katanya. Besok pagi telpon Amak ya?" Sambil memakaikan kalung ke leher Shanum
Shanum mengangguk. Ia kembali bergelayut manja di lengan Hamka. "Kangen banget?" tanya Hamka berganti merangkul Shanum, sehingga saat ini ia berada di dalam pelukan Hamka.
"Iya lah kangen banget, gak boleh?"
"Boleh.... boleh banget malah. Tapi abang takut, takut hilang kendali. Hahahaha"
Shanum mencubit perut Hamka. "Dasar!"
"Bang, siapa saja perempuan yang pernah abang ajak main kesini?" tanyanya.
"Cuma kamu"
"Mosok?"
"Gak percaya? Tanya Damar"
"Percaya kok" Mereka saling diam tak tahu harus bicara apa. Hamka masih memeluk Shanum. Hamka mulai mencium wangi aroma rambut Shanum. Mencium keningnya beberapa kali.
Shanum menjadi agak takut terhadap Hamka. Ponsel Hamka berbunyi, chat dari Sigit.
Sigit : Bang, udah setengah 10, anak orang antarkan balek
Hamka : Iyooooo!!
"Beb, ayo abang antar pulang. Abang beneran takut lepas kendali" Shanum tertawa. Ia diantarkan pulang ke rumah Muti.
Acara lamaran Hamka menjadi viral di grup karena disebarluaskan oleh Maryam.
Maryam : (Mengirim video lamaran Hamka kepada Shanum)
Amaris : Masyaallah, apalagi ini miskah??? Syelamat ya Shan..... romantis banget bang Hamka. Pasti ada tim suksesnya nih??
Damar : Cie.... gak sia-sia dong ya? Tiap aku telponan selalu nguping, nyatet di otak kata-kata yang lucu dan romantis. Wkwkwk
__ADS_1
Ali : Tim suksesnya yang dua orang dibelakang itu mbak Maris
Bima : Masyaallah bang Hamka.... kagak nyangka sumpah
Shanum : 😍😍😍
Sigit : Buruan balik, atau mau tak laporkan ayah nih!
Shanum : 😁 udah perjalanan
Damar : Yah, bang Si gak asik nih, masa baru setengah 10 disuruh balik macam anak SD. Padahal bang Hamka mau melakukan yang lain tuh....
Bima : Apa tuh? Jadi kepo kan akunya.... 😜
Maryam : 🤣🤣🤣
Shanum : ☺☺ Gak ngapa-ngapain. Cuma ngambil bingkisan dari Amak terus balik ke rumah Muti. Udah ah kalian ih
Shanum menyimpan ponselnya. "Dasar semua anggota grup itu memang deh, kalau suruh ngebully pinter.... banget" katanya.
Hamka hanya tersenyum. Mereka telah sampai di depan rumah Muti. Hamka mematikan mesin mobilnya. "Bingkisannya jangan lupa Beb" Shanum mengangguk.
"Besok pulang ke Magelang abang antar, mau pulang jam berapa?" tanya Hamka lagi.
"Jam dua mungkin bang, ya sudah, besok abang jemput disini ya?" Hamka mengangguk. Meraih tangan Shanum dan mengecupnya lagi. "Selamat istirahat kesayanganku"
Shanum tersenyum. Dengan gerakan cepat ia menempelkan bibirnya ke bibir Hamka. cup "Buat sangu bobok. Daaah sayang. Assalamualaikum"
Shanum keluar dari mobil dengan wajah yang merona. Hamka mematung hingga Shanum masuk rumah. Hamka tersenyum sambil meraba dirinya.
"Haaaaahhhhh..... rasanya ada bom dalam jantungku.... Alamak..... bisa diulang lagi gak?? Hahaha, Shan.... makin gak sabar kan kalau begini. Haduh.... tahan tahan tahan"
.
"Ini punya siapa mas? Perasaan aku gak beli deh" sambil merentangkan baju haram itu. Sigit tersenyum.
"Mas yang beli buat kamu sayang. Pakai nanti saat mas buka puasa ya. Hehehe"
Muti tersenyum dan menghampiri suaminya, memeluknya dan mencium bibirnya sekilas. "Makasih sayang"
"Sama-sama. Bobok yuk? Mas ngantuk" Muti membereskan belanjaannya itu dan mengangguk. Ia naik ke ranjang dan memeluk Sigit seperti biasa.
.
Hana juga mendapati hal serupa dengan Muti. "Ini belanjaannya ketuker apa gimana ya Bang? Perasaan adek gak beli baju model beginian deh"
Ali tersenyum jahil. "Coba pake dek, kalau ada di belanjaan kamu ya berarti rejeki kamu sayang"
"Ih, gak ah, yang dikasih budhe saja jarang adek pake, apalagi ini yang jelas-jelas gak tahu siapa yang ngasih?"
Ali berdecak. "Pake! Abang pengen lihat, pas apa gak di badan kamu" Hana menautkan alisnya.
"Ooo... jadi ini tadi abang yang beli? Minta tolong siapa suruh milih beginian??? Hmmm???" Hana menggeram.
"Abang dan Sigit tadi yang milih sendiri. Ayolah sayang, senangkanlah hati suamimu ini...." kata Ali sambil menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.
Hana mencobanya. Ali tersenyum senang. "Sini dek, bobok sini. Kamu cantik ih pakai itu. Besok Abang belikan lagi 3 stel. Kalau malam wajib pakai beginian ya? Hihihi"
Hana tersenyum dan naik ke ranjang. "Otak kamu sudan diracuni mas Si apaan berani beli kayal beginian bang??"
__ADS_1
"Hahahaha, racunnya menggiurkan dan tidak mematikan sih, makanya abang mau diracuni. Wkwkwkw"
Hana ikut tertawa dan geleng kepala mendengarnya. Ia mengelus perutnya. "Lihat ayah kamu nak, ikut-ikutan somplak kayak pakdhe mu"
Ali mencium perut Hana. "Assalamualaikum anak Ayah dan Ibu, tadi gimana jalan-jalannya? Senang? Besok-besok mau lagi?" Perut Hana berkedut.
Mereka berdua tersenyum. "Waalaikum salam Yah, senang dong" jawab Hana.
"Do'akan rejeki Ayah lancar ya sayang, biar Ayah bisa manjakan kalian berdua. Meski cuma jalan di mall"
Ali duduk dan melihat kalender. "Sudah mau masuk 6 bulan dek, persiapan 7 bulanan. Gak lerasa sebentar lagi kita bertemu dia"
Hana mengangguk. "Adek udah sisihkan uang buang 7 bulanan kok, mau pakai adat atau hanya selametan?"
"Terserah kamu"
"Selametan saja lah bang, adek males kalau ribet"
"Ya sudah, abang ikuti saja maunya kamu. Nak, Ayah tengok sebentar ya? Kan 3 minggu belum Ayah tengok lagi. Hehehe"
Hana tersenyum. "Siap sayang?" tanya Ali. Hana mengangguk. Dan terjadilah ibadah menggembirakan bagi dua insan itu.
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Othor tawarkan nih judul selanjutnya untuk A squad.
Cerita Cinta A Squad
Pelabuhan Hati si Kembar 4
4 Bulan Purnama mencari cinta (Bulan purnama karena arti nama dari keempat kembar itu ya)
__ADS_1
Yuk komen yang banyak mau judul yang mana. Atau kalau mau ada usulan lain?