Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 150


__ADS_3

"Nah loh! Keciduk kan???" ucap semuanya kompak. Hamka dan Shanum tertawa nyengir. "Kalian...." kata Shanum.


"Terbukti kan mata aku sehat wal afiat? Siapa yang bohong? Mana nih yang tadi bilangnya gak dapat IB? Dan mana juga yang bilang lagi tugas negara?" cecar Maryam. Mereka hanya menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal.


"Buka puasa yuk! Udah waktunya nih!" Hamka mengalihkan perhatian mereka. Semua tertawa.


"Takut di bully ya?" kata Muti. Shanum mengangguk. "Ayolah bumil, memang kalian gak lapar? Ayo makan dulu yuk. Terserah deh nanti kalian mau bully kayak apapun. Pasrah akoh" balas Shanum. Semuanya kembali tertawa.


Akhirnya mereka sepakat untuk membatalkan puasanya dulu. Mereka mencari tempat makan di mall, tapi sayang, semuanya sudah penuh. "Nyemil dulu saja deh, kasihan bumil kalau sampai belum makan" kata Ali.


"Aku mau buah potong saja dikasih madu" kata Muti. "Aku sama" sahut Hana. Sigit mengangguk. Akhirnya mereka mencari camilan untuk mengganjal perut.


Tak lama, mereka makan di kursi tunggu yang agak terpisah jaraknya. "Belanja dulu yuk. Terus setelah itu makan di kafe. Bos Hamka yang bayar" kata Danang.


"Wait! Sek to, aku bayarin makan lho ya? Belanja minta sama lelaki kesayangan kalian masing-masing" jawab Hamka.


"Okeh!" semuanya semangat. Mereka melihat baju, tas, sepatu, make up, dan barang-barang lainnya.


Sigit mengajak Ali menuju pakaian dalam wanita. "Si! Ngapain disini?? Malu ah!" kata Ali menahan wajah meronanya karena dilihat oleh para wanita.


"Hish! Kamu itu gak romantis banget sih Al! Belikan buat Hana tuh, baju haram yang membuat kita tergoda..... Hahahaha" kata Sigit. Ali menepok jidatnya.


"Tapi, boleh juga idemu Si! Biar kalau aku minta jatah makin bergairah! Wkwkwk"


"Tuh kan??? Apa aku bilang! Buruan pilih!" Dua pria itu sibuk memilih pakaian untuk istri mereka. Tak mempedulikan lagi tatapan aneh dari orang-orang disekitarnya.


"Aku udah dapat 2 nih" kata Ali. Sigit mengangguk. "Aku juga udah dapat 2. Yuk ke kasir"


Mereka menuju kasir dan bertemu dengan Danang, Hamka dan Habib. "Kemana aja sih? Kita cariin juga" seru Danang.


"Ada misi tersembunyi"


"Misi apaan Bang? Beli baju haram?" kata Habib melihat isi tas Sigit dan Ali. Mereka mengangguk. Yang lain geleng kepala dan tertawa.


"Nih belanjaan mbak Muti, yang ini punya mbak Hana. Mereka sudah kelaparan" imbuh Habib sambil memberikan tas belanjaan milik Muti dan Hana. Mereka membayar belanjaan mereka dan bergegas menuju kafe.


Danang sudah menghubungi karyawannya untuk menyiapkan makanan. Setelah menerobos jalanan yang agak macet, sampailah mereka di kafe milik Danang. Mereka langsung dijamu dengan makanan yang menggiurkan.


Muti yang masih belum bisa makan nasi meminta kentang pada Danang. Sigit dan Ali menjadi kompor bagi Hamka. "Bang, disana ada mic nganggur tuh" kata Sigit


Hamka menoleh ke arah mic. "Terus?"


"Jangan jadi bloon deh bang! Lamar Shanym lewat lagu romantis" ucap Ali. Hamka melihat sekelilingnya yang masih ramai orang.


"Gak ah, malu gua! Lihat tuh banyak orang!"


"Ck, cemen banget sih lu bang!" Hamka menghela nafasnya. "Tadinya tuh ya aku memang mau ngasih cincin tanda jadi ke dia, tapi cuma berdua doang rencananya. Eh, malah ada kalian. Rusak kan acaraku" terang Hamka.


"Pas lah, momennya dibuat romantis bang! Sek yo tak carikan lagu dulu" Sigit mengutak atik ponselnya. Menemukan sebuah lagu dari Ada Band. Dengan judul "Kau Auraku"

__ADS_1


Sigit dan Ali berdiri dan memaksa Hamka untuk naik ke atas panggung. "Mau kemana?" tanya Shanum.


"Mau bikin kejutan!" jawab Ali. Hamka didorong-dorong oleh dua adik lettingnya itu. "Junior lucknut memang ya?? Haish...." Hamka pasrah dan naik ke panggung.


Ali membuka penampilan itu. "Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" jawab semua penonton.


"Selamat malam" kata Sigit menyapa. "Malam" jawab semuanya.


"Hai...." kini ganti Hamka melambaikan tangan ke arah penonton. Semuanya tertawa. Danang berseru dari mejanya. "Woi! Mau nyanyi apa mau nglawak?"


Sigit berdecak. "Ck, nyanyi lah, kita hilangkan dulu demam panggungnya. Heheh. Oke selamat malam semua, malam ini senior saya yang bernama Hamka Deni ini akan menyanyikan sebuah lagu untuk kekasih hatinya, yang bernama Shanum. Apa judulnya bang?" tanya Sigit.


Hamka melongo. "Lha kan elu yang nyari lagu tadi gimana sih??" Semuanya tertawa. "Hahaha, lupa. Judulnya Kau Auraku, dari Ada Band"


Sigit duduk di kursi milik drummer. Ali memegang keyboard dan bassis, dan Hamka sebagai vokalis sekaligus gitaris. Mulai menyamakan kunci nada dan memulai intro.


"Malam kehadiran cinta sambut jiwa baru


Telah lama kutunggu hadirmu di sini


Namun hanya ruang semu yang nampak padaku


Meski sulit harus kudapatkan"


Sambutlah tangan ini terima janjiku


Rasakan cinta yang tulus lewat aliran darahmu


Menyatu seiring dalam kasih"


Berjalan mendekati meja tempat Shanum duduk.


"Kau auraku oh, pancarkan sepercik harapan


Datanglah merasuk, menjelma, meleburkan cinta


Kubawa kau terbang menembus awan yang beriring


Kembangkan senyuman bagai bunga bawa keindahan"


Berlutut dengan satu kaki, mengeluarkan cincin dari saku jaketnya. "Maukah kamu menikah denganku?" Shanum menutup mulutnya tak percaya. Ia menganggik sambil menitikkan air mata haru bahagia. Hamka tersenyum dan berdiri. Hamka memasangkan cincin di jemari Shanum dan mengajaknya kembali ke panggung.


"Tak dapat kusangkali adanya dirimu


Yang selalu menaungi pikiran batinku


Ingin miliki hatimu takkan pernah terlepaskan

__ADS_1


'Ku persembahkan semua padamu"


"Kau auraku oh, pancarkan sepercik harapan


Datanglah merasuk, menjelma, meleburkan cinta


Kubawa kau terbang menembus awan yang beriring


Kembangkan senyuman bagai bunga bawa keindahan"


"Kau auraku oh, pancarkan sepercik harapan


Datanglah merasuk, menjelma, meleburkan cinta


Kubawa kau terbang menembus awan yang beriring


Kembangkan senyuman bagai bunga bawa keindahan"


"Kau auraku" Memeluk Shanum dan mencium keningnya. "I love you Shan"


"I love you too, Bang Hamka" Semuanya berdiri memberikan tepuk tangan yang meriah bagi pasangan itu. Mereka kembali ke meja mereka.


"Cie.... romantis banget sih...." goda semuanya. Hamka tersenyum malu. "Junior ku memang paling top dah"


"Preeettt...." kata Sigit dan Ali bersamaan. "Tadi aja menghujat kita ya Si?" Sigit mengangguk.


"Hahaha, jangan marah dong, adik-adikku sayang" kata Hamka. Ali dan Sigit bergidik ngeri.


Acara makan pun selesai. Mereka pulang ke rumah masing-masing. "Shan, pulang bareng kita saja" ajak Muti. Hamka berdecak.


"Kalian ih! Peka dong! Kami ini pejuang LDR. Berilah kami sedikit kebebasan" Semuanya tertawa mendengarkan alasan Hamka.


"Ya sudah, tapi awas! Ingat batasan!" Sigit memperingatkan Shanum dan Hamka. "Iya" jawab mereka kompak.


Akhirnya yang lain pulang ke rumah masing-masing.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


__ADS_2