Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 133


__ADS_3

Luna pulang bersama Danang setelah acara makan-makan itu selesai. Hatinya begitu gembira. Ia memandangi cincin yang sekarang tersemat di jari manisnya. Danang lega, akhirnya perasaannya yang selama ini terpendam dan bahkan hendak dikuburnya bisa tersampaikan.


"Seneng?" tanya Danang. Luna mengangguk. "Makasih ya em.... Mas....." Danang tersenyum geli mendengar panggilan baru untuknya dari Luna.


"Sama-sama, maaf kalau kurang romantis" Luna menggeleng. "Itu lamaran paling romantis kok, bahkan Sigit dan Mas Ali saja tidak melamar sendiri para istri mereka"


"Besok Mas jemput di rumah jam 10 pagi, kita perkenalan dengan keluarga besar Papah dan Mamah" tutur Danang. Luna mengangguk. Ia melihat ponselnya dan membaca chat yang masuk. Ia hendak menutup grup tapi sekarang dirinya bukan lagi admin grup.


"Pasti kerjaan Sisi CS nih! Seneng banget sih jahilin aku" kata Luna sambil membaca satu per satu pesan yang masuk.


Luna : Terima kasih atas semua do'a nya. Ngiri kan kalian? 😋


Hana : Sombong..... mentang-mentang sudah gak galau lagi.... 😆


Muti : Kemarin kayaknya ada yang bilang gak tuh gak cinta sama Danang, gak gini gak gitu.... hilihhh..... cieeee..... kalian lagi dimana?


Luna : 🤣🤣 Itu kan kemarin.... lagi di mobil mau pulang


Hamka : Pulang ke rumahmu Lun, jangan pulang ke rumah yang lain, bahaya!! 😁😁


Bima : Jangan nyicil dulu lho yoooo..... Bayar lunas aja enak... wkwkwkw


Luna : Ngomongin apa sih?? 😅


Maryam : Tau tuh, ngomongin apa sih? Hargai dong! Disini ada anak kecil hloooo 😜


Habib : Yang mana anak kecilnya?? Yang namanya Maryam??


Hana : Anak kecil yang sudah berani minta di encus ya dek??? Mbak Muti, ipar kamu tuh minta segera di encus sama si Habib


Maryam : 🤭🤫 mbak Hana..... fokus ke mbak Luna. Kalian yang belum dapat traktiran dari mbak Luna, besok langsung ke kafenya mas Danang. Makan sepuasnya!!


Hamka : Beneran???! Gas keun! Beb Shanum, aku jemput sekarang, kita makan gratis sepuasnya Beb


Luna : Jangan..... nanti Mas ku bangkrut....


Muti : Weladalah..... Mas Ku! Mas Ku Danang! Aih..... 💃💃💃

__ADS_1


Damar : Aku yo meh melu bang Hamka. Maris sayang.... maaf yak? Mamas Damar makan sendiri dulu.... nasib LDR 😥


Bima : Gas keun bang Ham, dek Jihan..... sayang.... muncul dooong..... buruan siap-siap gih Mas Bima jemput sekarang


Jihan : Siap Mas! Mbak Lun, Danang gak bakalan bangkrut kalau cuma ngisi perut 5 orang.... 😜


Hana : Uluh uluhhh..... Mas Danang ya sekarang panggilnya?? Acieciecieciee.... 😂😂😂


Muti : Iya Han, panggilannya berubah, padahal kemarin manggilnya cowok bodoh cowok brengsek 😆😆


Luna : 🙉🙉🙉 terserah kalian lah gaes.... aku sudah tidak bisa nutup grup lagi. Mas Ali dan Sisi nih yang mengubahnya!!


Danang merebut ponsel Luna. Dirinya merasa dicuekin oleh Luna. "Chat sama siapa sih? Kok senyam-senyum sendiri?"


"Sama genk somplak"


"Kemarin kamu ngeluarin aku kan dari grup?" Luna mengangguk. "Nanti aku suruh Sigit menambahkan kamu"


Danang menggenggam tangan Luna. "Bahaya Mas, pegang setir yang benar ah" kata Luna.


Danang tersenyum. "Asalkan kamu selalu disamping Mas, gak akan ada bahaya mendekat kok. Karena ada polwan cantik disisiku...."


"Apapun yang kamu pakai bagus semua kok" puji Danang. Luna tersenyum menanggapinya.


.


Seminggu berlalu, Luna sudah berkenalan dengan keluarga Danang. Dan kini tiba saatnya Maryam dilamar oleh Habib.


Keluarga Habib akan datang untuk melamar Maryam sebagai calon mantu mereka. Para anggota grup sibuk mempersiapkan segalanya.


Hingga keluarga Habib semuanya tiba. Pak Farid, Bu Aisyah, Hilal, Humaira, Pak Duta, Bu Laras, Adelia, Amaris, Bu Amira, Ayah Indra, dan Shanum ikut dalam rombongan itu.


Sedangkan dari keluarga Maryam ada Papah Bagas, Mamah Anin, Sigit, Muti, Papi Raka, Mami Salma, Hana, Ali, Azka, Bunda Tari, Ayah Tristan, Luna, Danang, dan juga kakek Umang.


Mereka saling menyambut dan menanyakan kabar. Muti selaku MC mulai membuka acara lamaran itu. Hingga tiba saatnya perwakilan dari keluarga Habib mengutarakan maksud kedatangannya. Pak Farid sendiri yang mengutarakan pesan anaknya itu.


"Assalamualaikum wr. wb pak Bagas dan semua keluarga besarnya, sudah kenal dengan saya dong pastinya? Hehehe, perkenalkan lagi, Saya Farid Baihaqi bersama rombongan keluarga saya datang kemari untuk meminang Maryam Ayu Ardhitama untuk anak saya yang bernama Baihaqi Habib Makarim. Saya mohon jawabannya dari keluarga Pak Bagas, apakah lamaran kami diterima atau ditolak?"

__ADS_1


Papah Bagaa menjawab pinangan itu. "Waalaikum salam wr. wb. terima kasih atas kehadirannya bapak Farid beserta keluarga besarnya. Saya selaku orang tua Maryam, sangat bahagia bahwa putri saya sudah ada yang meminang, tapi, saya kembalikan lagi kepada putri saya. Karena nantinya yang akan menjalani kehidupan rumah tangga adalah dirnya. Maryam, bagaimana? Habib sudah menepati janjinya untuk melamar kamu. Apakah akan kamu terima atau tolak?"


Maryam tersenyum malu-malu membuatnya lucu dihadapan keluarga Habib. "Mau dong dilamar dulu sama mas Habib...."


Habib terkejut. Dirinya tak mempersiapkan apapun untuk melamar Maryam secara pribadi, dan Maryam malam itu memintanya untuk melamarnya secara pribadi.


"Dek, jangan aneh-aneh ah, Mas malu" tolak Habib. Hilal berdecak. "Kalau gak mau buat aku nih Bib"


Membuatnya disoraki oleh semua anggota keluarganya. "Buruan Bib" kata Bu Aisyah. Habib maju dengan malu-malu. Membuat Maryam juga ikut malu-malu.


Habib menghela nafasnya, ia mengambil mic yang disodorkan Azka. Menggenggam tangan Maryam. "Dek, kalau kemarin kita kenalan dan dekat lalu dalam fase putus nyambung, malam ini, aku, Baihaqi Habib Makarim, memintamu dengan kesungguhan dan kemantapan hatiku. Aku meminangmu untuk diriku sendiri. Maryam Ayu Ardhitama, maukah kamu menjadi pendamping hidupku? Menjadi pelengkap dari tulang rusuk ku? Menjadi ibu dari anak-anakku dan menua bersamaku?" kata Habib lancar.


Semua bersuit atas lamaran romantis Habib kepada Maryam. Maryam tersenyum malu-malu. Ia mengambil mic dari Habib dan menjawabnya. "Bismillahirrahmanirrahim, iyah dedek mau menjadi pendamping hidupmu mas, dedek mau jadi ibu dari anak-anak kita nantinya, dan dedek mau menua bersamamu"


"Cie........" semuanya kompak menggoda mereka berdua. Bunda Aisyah maju dan menyematkan cincin di jari manis Maryam. Dan sebaliknya, Mamah Anin maju dan menyematkan cincin tunangan di jari manis Habib.


Azka yang menjadi fotografer mengabadiakn setiap moment yang terjadi. Tak mau kalah dengan Azka, Hilal pun melakukan hal yang sama. "Silahkan duluan mengambil gambarnya" Hilal mempersilahkan Azka. "Oh, makasih mas" jawab Azka.


Acara lamaran pun selesai. Para orang tua berembug tentang penentuan tanggal pernikahan. Sedangkan anak-anaknya menikmati makanan yang tersedia. "Az, kenalan dulu sama keluarganya mas Habib. Karena kamu gak ikut kemarin waktu aku ke Magelang" kata Maryam.


Azka menganguk. "Ini Ayah Farid, Bunda Ais, Mas Hilal kakaknya Mas Farid, dan Humai adiknya mas Habib"


Azka menyalami satu per satu yang ada disana. "Azka"


"Hilal" Mereka saling melempar senyum dan saling curi pandang.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Maaf yak lama... asam lambung othor naik.... jadi ngetiknya dikit2 berhenti


__ADS_2