Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 56


__ADS_3

"Assalamualaikum" sapa Ali dalam panggilan video itu kepada Hana. Hana tersenyum dan menjawab salam Ali. "W-waalaikum salam, bang. Sudah sampai rumah kah?" Ali mengangguk.


"Lagi apa?" tanya Ali. "Hmm? lagi nunggu kabar dari Abang. Besok jemput aku jam berapa bang?"


"Jam 11 siang dari sini, sekalian izin ngurus nikah kantor, kamu yakin mau nikah sama Abang?" tanya Ali. Ia ingin mendengar langsung jawaban Hana. Hana mengangguk. "Ih, jawab dong dek"


"Ha? Manggil apa tadi?" tanya Hana takut salah dengar.


"Kamu manggil aku Abang, Abang manggil kamu Adek. Itu... panggilan sayang Abang ke kamu" kata Ali membuat wajah Hana merona. "Gak papa kan?" tanya Ali lagi. Hana mengangguk lagi.


"Kamu lagi puasa ngomong atau gimana sih dek? Daritadi ditanya cuma ngangguk saja" protes Ali kepada Hana. Hana memanyunkan bibirnya.


"Adek malu Bang, ih Abang nih suka gak peka" Ali malah tertawa. "Malu kenapa? Hmm? Jawab, kamu beneran mau nikah sama Abang?"


"Iya, Adek mau nikah sama Abang"


"Meskipun Abang gak punya apa-apa? Gaji polisi kecil lho dek, waktunya banyak tersita untuk pekerjaan. Tapi, jika Adek ikhlas nikah sama duda ini Insyaallah, Abang akan selalu ada untuk Adek" kata Ali membuat hati Hana berdesir kembali.


"Adek ikhlas Bang, rezeki sudah ada yang mengaturnya. Jangan mendahului kehendak-Nya. Siapa tahu setelah kita nikah diberikan rezeki yang melimpah. Adek mau tanya sama Abang"


Ali mengubah posisi dirinya telentang tiduran di sofa. "Tanya apa?"


Hana memeluk bantalnya dengan satu tangan. "Pertama kali Abang lihat adek tadi gimana? Ada perasaan yang aneh gak dalam hati abang? Misal berdesir-desir gitu"


Ali tersenyum "Iya, Abang lihat kamu entah kenapa ada desiran di hati Abang. Kamu juga begitu?" Hana mengangguk malu.


"Ih, menggemaskan sekali kamu kalau lagi malu begitu dek. Hahahah. Pengen tak cubit pipi kamu"


Hana menahan tawanya. "Adek gak bisa masak, gak masalah?" Ali menggeleng. "Ih, gantian Abang yang puasa ngomong. Jawab lah"


Ali tertawa. "Jawaban jujur apa bohong?" Hana berdecak. "Jujur lah Abang, beneran lho adek ini gak bisa masak"


"Gak masalah. Yang jadi masalah adalah, ketika sudah menjadi istri tapi masih tidak mau belajar masak" jawab Ali. Hana tertawa mendengar jawaban Ali. Sekali lagi, Ali terpana dengan suara tawa Hana yang begitu merdu di telinganya.


"Ih, malah tertawa. Belajar masak dong. Mau kamu kasih makan nanti suamimu ini hmm?" sambung Ali.


"Abang pasti bisa masak kan? Berarti nanti abang harus ajarin adek biar bisa masak"

__ADS_1


Ali mengangguk. "Sudah malam dek, istirahat, disambung besok lagi ya. Abang capek" Ali mulai menguap.


Hana mengangguk. "Istirahat Bang, malam Bang. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


.


Muti melihat unggahan status komandan galak. Ia segera melakukan panggilan video kepada Sigit. "Assalamualaikum. Tumben kamu yang telpon mas? Kenapa? Hmm? Kangen?"


"Waalaikum salam, hahahah, iya kangen godain kamu. Hana beneran sama Bang Ali itu mas?" tanya Muti penasaran. Sigit mengangguk.


"Iya, mereka akan melangsungkan akad setelah kita. Baru si Luna dan Danang nyusul. Bisa-bisa resepsinya bareng bertiga yank" jelas Sigit.


Muti tertawa. "Seru tuh, ayolah halal bersama. Kamu sudah makan mas?" Sigit mengangguk. "Sudah dong. Kamu sendiri? Makan yang banyak gak papa. Kebayanya pasti masih cukup kok Yank, mas gak tega lihat kamu diet begitu"


"Aku gak papa sayang, aku kan gak mau gendut di depan kamera..." ucapnya manja. Sigit tertawa mendengarnya. "Hahaha, tapi nanti setelah menikah dengan mas, kamu wajib gendut sayang. Gak boleh gak"


Muti menautkan alisnya. "Ih, kok begitu?"


"Iya lah, itu tandanya mas sukses bikin kamu bahagia cah ayu.... Bisa dipastikan orang-orang akan bilang kalau kamu gak punya hutang. Hahahaha"


"Tergantung papah, palingan kalau jiwa jahilnya papah keluar ya jadinya aneh-aneh. Hahaha" Sigit tertawa puas. Muti tak habis pikir dengan calon bojonya.


"Besok masih belum bisa ketemu ya? Ihh, males deeeh dipingit begini..."


Sigit kembali tertawa. "Sabar dong sayang. Kamu ih. Dasar ya. Bobok gih. Sudah malam. Jangan kecapekan, karena kamu harus menyiapkan stamina kamu. Hihihihi"


Muti tertawa kembali. "Sekarang gitu.... berani godain aku. Tenang sayang, nanti aku siapin doping buat aku. Wkwkwkw"


"Dasar! Bobok gih, mas temenin sampai merem" Muti mengangguk. "Love you my future husband"


"Love you too Marmutku sayang..... Muachh muachh muachhh"


Muti memanyunkan bibirnya. "Kemarin ketemu gak mau cium, sekarang dipingit malah ngasih cium. Dasar komandan nyebelin"


Sigit tersenyum. "Sudah, bobok dong. Mas juga mulai ngantuk nih"

__ADS_1


Muti memejamkan matanya sambil tersenyum. Sigit masih melihatnya. Ia menyenandungkan lagu romantis pengantar tidur. "Pengenku siji, nyanding kowe sak lawase.... rak ono wong liyo sing biso misahake..... cukup sliramu gawe atiku tenang..... rak bakal ilang mergo kowe sing tak sayang.... (Inginku satu menyandingmu selamanya tidak ada orang lain yang bisa memisahkan cukup kamu membuat hatiku tenang tidak akan hilang karena kamu yang tak sayang)


Sebuah penggalan lagu dengan judul Aku Tenang. Muti mulai terlelap. Sigit mencoba memanggilnya. "Yank?" tak ada respon.


"Sudah tidur rupanya. Cantik imut gemesin nakal manja mandiri tegas ada semua dalam dirimu. Itu yang membuatku sangat jatuh hati sama kamu. Aku telah memilihmu untuk menjadi ratu dihatiku. Menjadi permaisuri dalam kerajaan rumah tangga kita kelak. Semoga aku bisa membimbingmu menjadi wanita sholeha. Aamiin. I love you marmutku. Muach" Sigit tersenyum dan mematikan panggilan video itu.


Muti membuka matanya kembali. Ia tersenyum. "Kamu juga lelaki spesial dalam hidupku mas, galak, nyebelin, manis, selalu bisa bikin hatiku dag dig dug. Aaah, kamu pemenangnya mas. Hanya kamu yang bisa membuatku begini. Membuatki takut kehilanganmu, membuatku selalu ingin berada di sampingmu, tak ingin jauh darimu. Insyaallah aku akan menjadi istri sholeha seperti yang kamu inginkan mas. Tolong bimbing aku menjadi seperti itu. Aamiin. I love you too Komandan galak"


Muti memeluk gulingnya erat. "Hmm, bentar lagi yang tak peluk bukan kamu ling, posisimu akan tergeser. Hahaha. Tidur Mut tidur, mengkhayal melulu daritadi"


Muti memejamkan matanya kembali dan terbawa ke alam mimpi.


.


Danang berada di apartemennya. Dia memandangi foto Luna. Ia tersenyum dan menyimpannya dalam hati. "Aluna Lestari.... " panggil Danang.


Ia membayangkan Luna berada di sampingnya. "Lun"


"Hmm?"


"Maaf" kata Danang. Luna menautkan alisnya. "Maaf untuk apa?"


"Maaf membuatmu sakit nantinya, tapi aku tidak pernah main-main dengan perasaanku ini Lun. Maaf" kata Danang dan tersadar dari lamunannya. "Astaghfirullah" ucap Danang mengusap wajahnya kasar.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


Besok othor sibuk di pagi sampai sore. Mungkin up malam yes. Rak ketang 1 ep. Hehehe 😘😘😘


__ADS_2