Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 88


__ADS_3

Sigit, Muti, Ali, dan Hana akan makan siang bersama di ruangan Sigit. "Mau ikut makan lagi gak Lun?" tanya Ali.


"Moh, rak sanggup aku melihat kemesraan kalian" jawabnya, Sigit tertawa. "Seneng?? Seneng lihat aku begini??" kata Luna lagi.


"Ora ora, wes tooo ojo uring-uringan (Tidak tidak, sudah tooo jangan marah-marah)" jawab Sigit.


"Kamu ngomong apa sih mas? Aku gak mudeng" tanya Muti.


"Gak perlu mudeng sayang, yang perlu kamu pahami adalah dalamnya cintaku padamu" Semua menahan tawanya karena komandan mereka sedang menggombal. Muti tersenyum dan memeluk Sigit. Membuat Luna dan yang lain iri


"Sumpah, aku mual melihatnya. Mendingan kamu balik ke ruanganmu deh Si. Suh suh. Sana-sana pada pergi. Kerjaan aku numpuk nih. Mas Al, janji bantuin aku lho ya"


Ali mengangguk. Akhirnya mereka meninggalkan Luna dan Bima berdua di ruangan itu. Sedangkan mereka makan sianh bersama di ruangan Sigit.


"Han, kamu itu calon manten bisa-bisanya keluyuran sampai sini. Tadi kamu pergi ijin gak?" tanya Sigit sambil mengunyah makanannya.


Hana mengangguk. "Ijin lah! Memang Mas Si, dulu kalau mau ketemuan sama cewek harus dibantuin Maryam dulu??" bongkar Hana.


Muti menelan makanannya dengan susah. "Mas Si punya pacar waktu muda Han?"


Hana berpikir melihat ke langit-langit "Sama si itu pacaran gak sih mas Si?" Sigit menggeleng. Muti menatapnya tajam.

__ADS_1


"Bagus deh kalau gak punya"


"Kalian setuju tidak kalau Luna sama Bima?" tanya Ali tetiba. Sigit baru sadar maksud Ali menarik tangannya tadi.


"Aku yes" jawab Hana. Muti pun mengangguk. Sigit akhirnya juga mengangguk.


.


Sore itu Hana telah dirias oleh MUA pilihannya. Ya, malam ini akan terjadi akad. Hana dan Ali memilih waktu malam hari karena pak penghulunya jadwalnya padat sekali. Jadi mereka yang harus mengalah untuk itu.


Semua fokus akan kelangsungan acara Hana dan Ali. Keluarga Ali sudah datang sepuluh menit lalu. Ali merasa sangat gugup. Meskipun ia sudah pernah mengucapkannya tapi tetap saja, ada perasaan grogi yang menderanga.


Ia menggosok-gosokkan tangannya di pahanya. Membuat Sigit yang menjadi saksi nikahnya tertawa. Ia tahu betul jika Ali melakukan hal itu, artinya ia sangat krisis percaya diri. "Lu kenapa sih Al? Santai bro!"


"Santai..... kayak baru sekali saja sih! Berdoa biar lancar" Ali mengangguk. Tak lama kemudian pak penghulu datang bersama mbah modin segera mempersiapkan apa saja keperluan untuk kelangaungan acara akad.


"Mempelai pria, wali nikah, dan saksi, silahkan tanda tangan disini terlebih dahulu" Pak penghulu meminta tanda tangan itu. Lalu pak penghulu mengambil alih acara.


"Silahkan dijabat tangan wali nikahnya, mau latihan dulu atau langsung?" tanya pak Penghulu.


"Bismillahirrahmanirrahim, langsungmawon pak" jawab Ali sangat yakin. Akhirnya Papi Raka berjabat tengan Ali.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrohim, Ali Zayyed Abdullah hari ini saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Hana Salma Atmajaya binti saya sendiri, Raka Atmajaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 3 juta rupiah, dibayar tuunai!" ucap papi Raka lancar.


Ali tergesa-gesa menjawabnya, hingga ia terbalik menyebutkan nama calon istrinya menjadi nama mertuanya yang disebut. "Saya terima nikah dan kawinnya Raka Atmajaya binti Hana Salma Atmajaya dengan mas kawin....." ucapan Ali terpotong.


"Kebalik Al!" kata Sigit. Semua yang ada disana tertawa mendengarnya. Ali harus mengulang kembali ijabnya.


Papi Raka membacakan kembali kalimat akad. "Bismillahirrahmanirrohim, Ali Zayyed Abdullah hari ini saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Hana Salma Atmajaya binti saya sendiri, Raka Atmajaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 3 juta rupiah, dibayar tuunai!"


Ali menarik nafasnya. Matanya beradu dengan mata papi Raka. "Saya terima nikah dan kawinnya Hana Salma Atmajaya binti Raka Atmajaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"


"Sah!"


.


.


.


Like


Vote

__ADS_1


Komen


Tip


__ADS_2