Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 149


__ADS_3

Tak terasa lebaran tinggal menghitung hari. Usia kehamilan muti masuk minggu ke 10. Jadwal cuti bersama pun sudah keluar. "Yank, kamu kena tugas ngepam juga?"


Sigit menggeleng. "Tapi kena piket. Kamu mau ke Jakarta? Kalau iya, nanti mas antarkan dulu kesana"


Muti memeluk suaminya. "Maunya disini aja nemenin kamu" Sigit tersenyum dan mengecup kening istrinya.


"Makin manja aja sih kamu, hmm?? Mau beli baju lebaran kapan?"


Muti menautkan alisnya bingung. "Kok kayak anak kecil banget sih?"


"Ha? Maksudnya?"


"Sayang, makna lebaran buat kita itu apa sih? Bagi aku, mau ada baju baru ataupun gak, makna lebaran tetap akan sama. Yang penting ada kamu bersama kami" Sigit tersenyum.


"Mas makin sayang sama kamu, kamu makin hari makin dewasa. Mas sudah lama gak belikan sesuatu untuk kamu. Waktu jalan ke mall batal gara-gara si Galang sialan itu! Belilah sesuatu untuk menyenangkam dirimu sayang, mas kerja, banting tulang itu demi kamu dan keluarga kita" kata Sigit mencubit pipi Muti gemas.


Muti melihat kalender di ponselnya. "Sabtu mau ngajak kencan?" Sigit mengangguk. "Nonton? Atau makan?" tanya Muti lagi.


"Nonton, makan, belanja. Ajak Hana, Maryam dan Luna juga" Muti mengangguk.


Tibalah akhir pekan. Selepas kerja mereka janjian di sebuah mall untuk nonton bersama. Waktu masih menunjukkan pukul 3 sore, Muti dan Sigit yang tiba terlebih dahulu membeli tiket nonton.


Film akan diputar pukul 4 sore, Muti menunggu. Tak lama Hana dan Ali, Maryam dan Habib datang. "Mana nih mbak Luna?" tanya Muti.


"Tunggu bentar lagi, katanya lagi cari parkiran kosong" sahut Maryam. Tak lama Luna datang. "Hai hai..... maaf lama. Tuh, nunggu dia selesai meeting dulu" Luna beralasan.


"Gak papa, pintu bioskopnya belum dibuka kok. Eh, kita foto dulu yuk. Pamerin di grup. Tambahkan Azka ke grup dong, biar makin greget dia mau pindah kemari" kata Muti.


"Iya nanti mas tambahkan. Ayo foto dulu" Mereka berfoto dengan bermacam-macam gaya. Lalu mengirim di grup.


Sigit menambahkan kontak Azka di grup.


Hana : (Mengirim foto mereka berselfie)


Azka : Pamer...... enaknya yang sudah halal fan otw halal. Lha aku? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Maryam : Mamas Hilal apa kabar Az? ๐Ÿคจ


Azka : Entah, kan kamu calon iparnya, malah tanya ke aku. Udah ah, aku masih ada kerjaan. Selepas lebaran aku satu batalyon sama kamyu.... Mbak Muti.... bilangkan makasih untuk Panglima kesayangan kami.... ๐Ÿค—๐Ÿค—


Muti : Iya nanti tak sampaikan. Buruan pindah!


Hana : Iya, nanti kalau dia pindah kesini kan enak, anakku ada yang momong nantinya ๐Ÿ˜œ


Azka : ๐Ÿ˜ด enakan tidur!


Amaris : Ah.... kalian membuatku iri ๐Ÿ˜…. Pengen ikutt.....


Shanum : Iya ih, kalian jahat..... aku kan juga pengen..... ๐Ÿ˜ญ


Jihan : (Mengirim foto sedang fitting baju pengantin)


Bima : Maaf yak kami gak bisa ikut... hehehe


Muti : Cie.... akhirnya.... syelamat sayangku Jihan, habis ini diet lagi biar gak melar badannya pas nikahan

__ADS_1


Amaris : Jihan.... syelamat.... ini juga bikin ngiri ih


Shanum : Syelamat say, Aku setelah lebaran baru dilamar jadi agak santai deh. Hehehe


Damar : Maris cayang.... sabar yak? Nanti Mamas kolokin bang Archee sama Kak Aylin buat cepetan nikah....


Sigit : ๐Ÿ˜ซ bahasamu kenapa alay begitu sih Dam?


Ali : Lhaah.... ketularan lu kayaknya Si!


Damar : ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Hamka : Maaf ya, aku gak bisa ikut kalian... Aku sedang tugas negara


Sigit : ๐Ÿ˜Œ gak ada yang ngajak situ keles


Damar : Itu yang nyahut mbak Sisi atau Bang Si sih? Kok lentur amat gitu lidahku bacanya? ๐Ÿคช


Ali : Biasalah, jiwa Sigit yang lain juga ingin tampil ke muka bumi ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Sigit : Efek kelamaan gak dipakai nih


Luna : Maksudmu? Yang kelamaan gak dipakai burungmu atau penyamaranmu?? ๐Ÿ˜œ


Danang : Skakmat!


Habib : Sabar Bang, aku tetap di belakangmu untuk menertawakanmu ๐Ÿ˜…๐Ÿคช


Sigit : Calon ipar lucknut memang kamu Bib. 2 2 nya Lun ๐Ÿ˜›


Hamka : ๐Ÿ˜… Shanum? Dimana?


Maryam : Di ATM center


Shanum : ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… ngaco ih, aku di Batalyon. Gak dapat IB kok


Maryam : Mosok? Masa iya sih mataku salah? Atau kalian nih yang boong? ๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”


Shanum : Ih, mana ada. Gak yo.... gak bohong.


Habib : Mungkin itu kembarannya mbak Shanum kali dek, tapi seingatku dari lahirnya cuma dia doang gitu, masa iya budhe pubya anak kembar yang satu kepisah?


Sigit : ๐Ÿ™„ kebanyakan nonton sinetron kami Bib??


Ali : ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ diracuni Maryam kali tuh si Habib


Habib : ๐Ÿ˜ kali aja kan Bang


Muti : Masuk yuk....


Sigit : Kemana yank?


Ali : Pintu bioskop! Sementara pintunya Muti masih digembok sama dokter obgyn! ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Hana : ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


Maryam : ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ


Luna : ๐Ÿคญ Aku takut pikiranku traveling gaes. Bedhug maghribnya masih lama banget soalnya


Danang : Sama yank, kumpul mas Si bawaannya pengen ngebully mulu ih


Ali : ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Muti : Sabar cinta.... mereka memang belum merasakan apa yang kamu rasakan. Tabahkan hatimu.... Ayolah gaes, pintu bioskopnya sudah dibuka nih


Hana : Yok lah


Shanum : kalian nonton film apa?


Shanum : Ih, kok gak ada yang balas. Woi.....


Tak ada lagi yang membalas chat itu. Shanum dan Hamka memang sedang kencan juga di mall yang sama. Mereka hanya ingin berduaan karena Shanum rindu berat dengan Hamka.


"Nanti kalau kita nonton film yang sama kayak mereka gimana Bang?"


"Gak mungkin lah" Hamka membeli tiket dan langsung dipersilahkan masuk oleh petugas. Maryam melihat dengan jelas Hamka masuk. "Semuanya merunduk!"


Mereka bingung. Tapi menurut juga dengan perkataan Maryam. Hamka melihat satu per satu orang yang ada di bioskop tak ada rombongan geng gong itu. "Aman Beb" kata Hamka. Shanum mengangguk. Mereka duduk persis di depan kursi rombongan itu.


Lampu bioskop telah dimatikan. Saatnya film diputar. "Kenapa sih dek?" tanya Habib. "Ada bang Hamka sama mbak Shanum di depan kita"


Semuanya mengangguk paham. "Hehehe, keciduk kamu bang!" kata Sigit.


"Biarin dulu aja, sampai filmnya selesai" kata Ali. Semuanya mengangguk setuju. Mereka menikmati film sambil mengamati gerak gerik target incaran mereka, yaitu Shanum dan Hamka.


Hingga film itu selesai Shanum bergelayut manja di lengan kekar Hamka. "Haduh.... makan gak sabar Abang nerkam kamu Beb" kata Hamka.


"Hihihihi, ya sabar dong Abangku sayang.... tinggal hitungan minggu. Keluar yuk. Cari tempat makan buat buka puasa" Hamka mengangguk.


"Abang mau buka puasa sama apa?" imbuh Shanum. Hamka tampak berpikir.


"Sama yang manis-manis kayak bibir kamyu....." goda Hamka. Membuat yang dibelakang menahan tawanya. Saat mereka berdiri, semua orang yang ada di belakang berdahem keras mengagetkan mereka. Mereka menoleh dan....


"Jreng jreng jreng....." ucap semuanya. "Nah loh! Keciduk kan!"


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip


Maaf lama, othor masih pemulihan. Lagi bingung juga nentuin judul baru untuk ceritanya A squad. Ada masukan??

__ADS_1


__ADS_2