
Para rombongan telah berangkat meninggalkan Polda menuju Jakarta. Hamka telah ditetapkan sebagai tersangka karena kasus penyerangan dan kasus pembebasan Mia. Nanda tertawa melihatnya.
"Hahahah, mampus lu! Rasain!" hina Nanda terhadap Hamka.
Hamka hanya tersenyum kecut menanggapinya. Nanda pergi meninggalkannya. Damar datang dan membebaskannya. "Rencana kita berhasil. Sigit dan kawan-kawan menunggu kita beraksi"
"Tikus kanguru sudah bersama anak buahnya berniat mencekal perjalanan para tahanan itu. Kita harus bergerak cepat" kata Damar. Hamka mengangguk. "Bapak sudah kamu beri tahu?"
Damar mengangguk. "Bapak menyerahkan semuanya pada kita"
Mereka meninggalkan tahanan lalu segera menuju motor. Berboncengan dan mengejar rombongan yang membawa para tahanan itu.
"Cari koordinat dari GPS yang dikirimkan Ali" kata Hamka. Damar segera mengutak-atik ponselnya. "Wow, cepat sekali! Mereka sudah akan memasuki Pekalongan. Masuk tol. Kamu bisa lebih cepat?"
Hamka menambah laju motornya menjadi laju maksimal. Ia masuk jalur tol. "Bagus! Ini kalau ada masyarakat yang lihat bisa dimaki kita!" kata Damar. Hamka hanya tertawa. "Hanya ini jalur tercepat yang kita punya. Lacak tikus kanguru!"
Damar menunjukkan GPS nya kembali ke Hamka. "Dia 100 kilometer di depan kita. Bagaimana?"
Hamka menambah laju kendaraan keluar jalur dari tol. Ia masuk area perkampungan agar tak bertemu dengan tikus kanguru.
.
"Akting kita bagus ya Ndan? Boleh lah, kita ini ditawarkan main film" kata Bima. Ali dan Sigit tersenyum kecut mendengarnya.
"Untung saja aku tak begitu saja percaya dengan kata-kata Nanda. Untung saja waktu itu aku bertemu Damar" kata Ali.
Sigit mengangguk. "Bisa ya dia membuat seniornya dijadikan kambing hitam atas perbuatannya sendiri?"
"Nyatanya?" kata Ali. Sigit membuka ponselnya. Damar mengirim pesan kepadanya. "Tikus Kanguru sudah mengejar kita. Pelankan laju mobil. Mereka menggunakan kecepatan tinggi untuk mengejar kita"
Bima mengurangi kecepatan mobil yabg dikendarainya. Sedang dibelakang mereka Tikus Kanguri bersama rombongannya sudah akan mendekati mereka.
"It's show time!" Sigit menyeringai kejam. Mobil mereka dihadang oleh beberapa mobil. Semua berhenti sesuai instruksi Sigit. "Al, Bim, aku serahkan mereka pada kalian. Aku akan membasmi hama yang mencemarkan nama baik kepolisian"
Mereka mengangguk. Sigit turun bersama para anggota kepolisian lainnya. Ia memasang wajah heran. "Ada apa ini? Kenapa berani sekali mencekal perjalanan dinas kami?" Tanya Sigit terbodoh.
__ADS_1
Tikus Kanguru maju dan menemuinya. Ia membuka maskernya. "Halo kawan! Maaf mengganggu. Aku juga ingin bekerja" katanya sombong.
"Na-Nanda? Apa-apaan ini?? Bukankah kamu berada di pihak kami??"
Tikus Kanguru alias Nanda tertawa. "Aku? Berada di pihak kalian? Aku sudah bosan dengan pekerjaan ini, aku tak bisa menjadi kaya. Aku ingin cara cepat, jadi... maaf jika aku membelot. Hahahahaha"
"Ja-jadi Hamka?"
"Blind Salamander alias Hamka hanya aku jadikan tumbal dalam permainan ini" Nanda dan para anak buahnya menodongkan senjata mereka. Sigit dan para anggotanya juga melakukan hal yang sama.
"Hahahah, Kamu pikir aku percaya jika Blind Salamander pelaku pembelotan ini? Tidak! Jangan kamu pikir aku bodoh!" Sigit merekam semua yang dikatakan Nanda.
Flash back On
Ali menerima secarik kertas bertuliskan nama Blind Salamander alias Hamka Deni dari Nanda. Tapi Ali merasa ada sesuatu yang janggal. Ia menyuruh Luna untuk memintakan rekaman cctv, bukan nama pelaku yang membebaskan Mia. Ia ingin melihat sendiri siapa pelakunya.
Ali merasa, Nanda terkesan menutupi sesuatu darinya. Ia berpura-pura percaya. Saat Sigit menghadap Kapolres agar bisa di acc ikut ke Jakarta, Ali bertemu dengan Damar yang saat itu telah berganti shift dengan Nanda.
Damar menunjukkan wajah asli Nanda sebenarnya. "Lihat sendiri kan bang? Bukan Bang Hamka. Bang Hamka aku jamin bersih. Karena saat peristiwa, Bang Hamka dan bapak sedang dinas luar"
"Sekarang susunlah rencana bang. Karena saat aku berganti shift dengannya tadi dia menghubungi seseorang untuk mencegah kalian ikut"
Ali mengangguk. Ia segera kembali dan berdiskusi dengan Ali saat perjalanan pulang.
Flash back Off
"Tikus Kanguru, orang yang terkahir menemui Mia malam itu. Lalu cctv tak terlihat lagi rekamannya. Kamu hapus? Atau kamu buang bukti itu?" kata Sigit. Nanda sedikit terkejut karena dirinya bisa dikelabui oleh Sigit.
"Kamu ingin membebaskan mereka? Silahlan langkahi dulu mayatku!" Dor Sigit menembakkan peluru ke udara untuk memberikan peringatan pada semuanya.
Hamka dan Damar telah sampai. Mereka melakukan penyerangan secara diam-diam. Mengambil alih dua mobil milik anak buah Nanda dan menabrak semua anak buah Nanda satu per satu.
Bima dan Ali tertawa senang melihat sahabat mereka beraksi. "Memang si buta kalau lagi beraksi menjadi gila!" seru Bima.
"Oke, Bim. Jalan! Mereka akan menyelesaikannya. Kita bawa dulu mereka pindah rumah" Bima segera menancap gas meninggalkan kawanannya.
__ADS_1
Nanda sedikit linglung, hingga kesempatan itu digunakan oleh Sigit dengan baik. Ia menembak kaki Nanda. Nanda berjalan tertatih menuju mobilnya lalu dengan cepat menancap gas meninggalkan semuanya.
"Sial!" umpat Sigit. Hamka memberinya tumpangan dan mereka melakukan pengejaran kepada Nanda. Sigit memberi oerintah lewat microphonenya.
"Bawa anak buah Nanda ke Polres Pekalongan Kota! Sebagian, balik kawal tahanan!"
Hamka menjadi pemain fast farious. Menyetie dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba menghadang mobil Nanda.
Nanda berjalan mundur tapi dihentikan oleh Damar yang sengaja menabrakkan mobilnya. Brak!
Nanda tak bisa lari lagi. Ia dikepung oleh senior dan kawannya sendiri. "Bajigur! Mau main kambing hitam sama aku kamu ha??!" Hamka mencengkeram kerah Nanda dan bugh bugh bugh.
Tendangan dan pukulan dilayangkan begitu saja oleh Hamka. Sigit dan Damar hanya menikmati pertunjukan itu. Setelah Nanda tak bisa melawan, akhirnya Hamka menghentikannya. "Antarkan dia dulu ke Polres, setelah itu kita susul Ali dan Bima" kata Hamka.
Sigit dan Damar mengangguk. Sigit mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Menuju Polres Pekalongan Kota.
Tak lama mereka sampai. Kapolres Pekalongan Kota dan Kapolda menyambut mereka. "Serahkan pada kami, lanjutkan tugas kalian!" kata Kapolres Pekalongan Kota.
"Siap!" Mereka memberikan hormat dan berlalu kembali mengejar ketertinggalan Ali dan Bima.
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Gimana? Pada kena plot twist kah? Hahahah, maapkeun othor yang suka ngasih mercon buat kalian ya? Yang suka buya hamka? tenang, dia baik kok. Hahaha.
__ADS_1
Puasa tetep full dong ya? ada yang udah bolong?