
"Will you marry me Aluna Lestari?" tanya Danang berlutut di hadapan Luna. Luna terharu. Ingin menangis tapi ia tahan. "Kalau kamu bersedia jadi istriku, terbangkanlah balon itu, tapi jika kamu menolak ku, buanglah bunga itu"
Semua yang ada disana menjadi suporter untuk Luna dan Danang. "Terima.... Terima.... Terima.... Terima" sorak sorai mereka pada Luna.
"Aku tahu kemarin aku melakukan kesalahan yang fatal, tapi aku berjanji dihadapan semua orang yang ada disini, aku tidak akan mengulang kesalahan lagi, aku tidak akan membuatmu bersedih. Hampir saja acara yang aku persiapkan ini kacau karena kamu keukeh gak mau diajak jalan, tapi Allah penentu segalanya. Akhirnya kamu mau. Jadi, jawablah di depan semuanya Lun.
Ini pertama dan terakhir kalinya aku akan meminta dengan kesungguhan hatiku. Apakah kamu mau menerima pria pengecut dan bodoh ini menjadi suamimu? Belajar menjadikannya pejantan tangguh? Hanya kesungguhan hati yang ia punya untuk berani meminangmu, dan ia butuh jawabanmu saat ini juga" tutur Danang.
Luna tersenyum. "Haduh.... gimana nih? Kejutan banget yah? Kamu terlalu cepat mengatakan ini semua Nang, hatiku belum benar-benar sembuh akibat ulahmu. Apakah kamu tidak akan takut jika aku tolak?" tanya Luna. Danang menggeleng. Luna menarik nafas dalam.
"Huft.... bismillahirrahmanirrahim" Luna membuang mawar merah itu. Membuat semua yang ada disana terkejut dan terperangah. "Lun, pikir sek Lun, ojo angger buang" kata Sigit.
Luna menoleh dan mengangkat bahunya. "Keras kepala banget sih?? Mau nyari yang bagaimana lagi?" timpal Ali. Luna hanya memaksakan senyumnya. Danang sudah pasrah. Ia memaksakan senyumnya dan berdiri. Karena jawaban Luna adalah menolaknya. "Ya sudah, gak papa kok Lun" jawab.Danang kecewa.
Tapi, Luna juga melepaskan balon itu dan memungut kembali mawar merah itu. Seketika semuanya menjadi lega. Danang tak percaya, hingga ia melompat kegirangan. Luna menitikkan air matanya. Danang merengkuhnya dan mencium puncak kepalanya.
"Makasih Lun" semuanya bersorak senang dan bertepuk tangan. Danang menyematkan cincin lamaran di jari manis Luna. Lalu memasangkan slayer bertuliskan sudah dilamar. Membuatnya tertawa bahagia.
Para orang tua mereka mendekati mereka dan memeluknya satu per satu. "Selamat ya sayang.... Akhirnya kamu bisa menemukan jalan untuk kebahagiaan cintamu" kata Bunda Tari.
"Makasih Bun"
"Jaga anak Ayah dengan baik dan jangan buat bersedih lagi" pesan Ayah Tristan pada Danang. "Insyaallah Yah"
"Selamat ya sayang, Mamah senang akhirnya kamu mau menerima Danang lagi" Mamah Ana memeluk Luna. "Makasih tante" jawab Luna.
"Besok bawa Luna ke rumah, kita perkenalan secara resmi bahwa dia jadi mantu Papah" kata papah Arka.
Para sepupu Luna juga terharu melihatnya, terlebih lagi bumil cantik satu itu. Hana sampai menangis mendengar jawaban Luna. "Huhuhuhu, selamat ya mbak.... huhuhuhu" kata Hana. Ali menenangkan istrinya. Muti dan Sigit juga memberikan selamat pada Luna dan Danang. Begitu pun dengan Maryam dan Habib. Mereka selesai merekam adegan lamaran itu dan mengirimnya di grup panitia resepsi yang sengaja tidak dibubarkan.
"Selamat ya mbak Lun..... Danang, awas kalau bikin mbak Luna mewek lagi, beneran tak jadikan geprek kamu" ancam Muti. Semuanya tertawa.
Sigit mengambil ponsel Luna dan mengubah admin grup. Yang menjadi admin grup saat ini adalah Sigit dan Ali. Sigit berpikir biar Luna bisa dihabisi di grup dan tidak seenaknya main tutup grup.
"Mar, kirim video tadi ke grup" perintah Sigit.
"On process abangku yang manis.... sabar yak.... durasi panjang pak bos" jawab Maryam sambil mengutak atik ponselnya. Tak berselang lama video pun berhasil di unggah. Membuat semua penghuni grup geger.
Sigit menambahkan Shanum, Jihan dan Amaris dalam grup itu.
Hamka : Aciaciaciaaaaaa...... lamaran cah...... Selamat ya Lun.... Bim, piye Bim? Ikhlas kan Luna sama yang lain??
__ADS_1
Bima : Alhamdulillah.... barakallah Lunnn..... nikahnya barengan yuk? Biar hemat biayanya 😂😂. Kagak lah! Seneng iya bang! Akhirnya gengsinya dia runtuh juga.
Shanum : Aiiiihhhh, romantis kaliiiiii..... Mau dong dilamar begitu colek abang Hamka.... Mana nih.... 😊
Hamka : Disitu calonnya Luna lancar banget ya nglamarnya. Aku piye?? 😭. Sabar sayangku, Abang lagi nyusun konsep
Damar : Barakallah Lun.... bang Hamka nyusun konsep buat apa? Lamaran? Kok kayak bikin skripsi pake acara nyusun konsep!
Bima : Biarin Dam, biar nyusun konsep dia... kayak tahu aja konsep yang romantis! 😅
Jihan : Aaahhhhh..... Danang..... sweet buanget kamuuuuuu...... haduuuuhhh.... Mbak Luna yang dilamar aku yang meleleh. 😜
Damar : Kode Bim kode!
Bima : 🏃♂🏃♂ Otw nyari cincin sayang, tunggu yak! 😘😘😘
Maryam : Pada baper ya..... Aku pun 😭. Disini lebih mengharukan gaes. Bang Hamka, sini tak bantuin nyusun konsep lamaran
Hamka : 😰 moh Mar, yang ada nanti Abang kamu kerjain!
Maryam : 🤣🤣🤣
Damar : Bim, Jihan acc sama nyokap Bim?
Sigit : Wes do gak usah baper. Sing ndang yo li ndang nyusul. Lun, piye Lun? Mas Danang tetap dihati ya Lun?
Ali : Cinta akan menemukan jalannya ☺☺
Hamka : Ali sekarang kenapa jadi puitis begitu sih Si? Enek sumpah! 😫😫
Damar : 🤮
Bima : 🤢🤮
Ali : Aku berubah karena cinta.... cinta.... oh cinta....
Sigit : Aku kok horor disebelah Ali. 🏃♂🏃♂🏃♂
Maryam : 😌
Kembali ke Luna dan Danang. Semuanya ikut bahagia atas lamaran yang dipersiapkan oleh Danang. Para orang tua memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Sigit dan Ali mengajak Danang untuk sparing lagi.
__ADS_1
"Aku ikut!" kata Muti semangat. Sigit menggeleng "Gak! Jangan! Duduk sana sama Hana, katanya mau hamil.... kalau mau hamil jangan capek-capek"
Muti memanyukan bibirnya dan akhirnya duduk di sebelah Hana. Mereka dibagi 2 tim. Ali, Sigit dan Danang. Maryam, Luna dan Habib. Hana dan Muti sebagai suporter untuk permainan mereka.
Permainan imbang. Mereka sangat semangat untuk memenangkan permainan itu. Hingga bola di tangan Danang, Luna menghadangnya. "Sayang, awas minggir!" seru Danang. Yang lain yang mendengar sebutan baru untuk Luna menggodanya habis-habisan.
"Cieee......" seru semuanya. Danang dan Luna tersenyum malu hingga membuat Danang lengah dan Maryam berhasil merebut bola itu dan langsung memasukkannya dalam ring dengan jarak jauh.
"Yes!" seru Maryam. Habib bersorak. "Horeeee.... menang..... traktir kami makan! Makan! Makan!"
"Oke.... kalian menang. Kali ini disponsori yang habis dilamar dan yang melamar dong...." seru Ali.
"Setuju!" sahut semuanya. "Kalian kalau ada gratisan langsung ya? Gercep banget!" ucap Luna. Semuanya tertawa.
"Ke kafe saja deh Mas" kata Luna. Semua kembali menggodanya.
"Pesonamu tak mampu mengalihkan duniaku Mas Danang. Icikiwir......" kata Maryam. Membuat semuanya tertawa.
"Ya harus panggil apa dong? Aneh ih kalian!" balas Luna sambil menahan senyum malunya.
"Memang harus panggil Mas mbak. Biar kelihatan menghormati" sahut Hana.
"Yank bisa, beb bisa, milihnya mas dong ya? Ihir ihir....." goda Maryam lagi
"Hahahahahaha..... " Semuanya kembali tertawa.
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Maaf bangeeettt lama, othor kayak kitiran helikopter dari pagi sampai malam. Huft....
__ADS_1
Oiya gaes, othor minta dari lubuk hati kalian paling dalam. Kita doakan untuk KRI Nanggala 402 beserta 53 prajurit terbaik bangsa. Statusnya adalah patroli untuk selamanya. Semoga ada keajaiban dari Allah untuk mereka. Alfatihah....